Copy-Paste VS Kopi-Paste[L]
Ada anjuran [Perintah] ”Do not Copy-Paste” (Jangan Lakukan Salin-Tempel). Kenapa kata JANGAN selalu menempel di bagian depan kata/kalimat, bisakah kata JANGAN diletakkan pada akhir kata/kalimat? Ataukah menandakan suatu kalimat perintah?
Teringat ketika aku melarang buah hati dengan kata2,”Dik, Jangan main aja, mandi dulu gih”. Dengan spontan si kecil menyahut,”Emang ada Jangan (baca; sayur) main aja, yang ada mah Jangan Asem, ih ayah ada2 aja”. Beeeeh…. dengan senyum kecut aku berusaha mengolah celoteh si kecil. Meminjam istilah dari sahabat, bahwa kata Jangan bila dilontarkan kepada seseorang akan membuat persepsi PERINTAH. Apa iya?? (ada yang salah edit sendiri ya, neng). CUT
FADE-IN. Sudah empat tulisanku dicopy-paste, aku mah senang2 aja, bisa lebih terkenal (KETAWA. SAMBIL GARUK2 KEPALA), ya semua itu aku anggap sebagai sharing/belajar kelompok aja. Tapi saranku, jika mo meng[copy] jangan asal paste aja, biar ngga’ plagiat abis. Kasih sentuhan, tambah dengan bahasa sendiri, [olah abis] dari copi-an anda dengan tidak mengurangi isi copi-an. Lebih canggih lagi jika membuat artikel/tulisan dengan apa yang anda lihat, dengar, baui, kecap, sentuh, bayangkan, intuisikan, rasakan, dan lakukan. FADE-OUT.
SPIN-FADE-OUT. Kepulan asap terasa menyengat di hidung, seraya mengusap mata, aku menoleh kearah kepulan asap yang ditaruh di dekatku. Wow… kopi ama paste[L], yang terakhir ini camilan pagi kesukaanku. Thx Bunda. FADE-OUT
FADE-IN. Bisakah anda tidak meng[kopi] tulisan ini? Kalopun anda memaksakan diri, tulisan ini tidak akan terbaca, kecuali…… CUT.
CREDIT TITLE. Thx semuanya yang mau belajar bersama.
Maret 29, 2008 pada 7:27 am
Tulisan Anda bagus. Wajar kalau ada yang tergoda kopi-pastel eh copy-paste. Itulah kita (tapi bukan saya-Anda), suka membajak karya orang lain. Andai mbantu mbajak sawah sih gak masalah. Tul gak. Pak, blog Anda saya tautkan ya.
Maret 30, 2008 pada 1:12 am
Tetep bisa di kopi tuh?. Tapi sebenarnya bukan pada teknologi proteknya yang penting. Pola pikir peng [copy] nya. MO diprotek kaya apa, kalo niatan kopas juga tetap bisa kopas. Ada ada caranya. Tul?
Maret 30, 2008 pada 10:10 am
pastel isi ayam ya?
eh, maksudnya isi daging ayam?
mauuuu…. *peRUt dewi sampe berbunyi nich…*
nitip pesen bwat Bund@, dibungkusin bwt dewi
(nulis komennya bil kelaperan nich…akibatnya semua yg diliat mata diproses sebagai makanan oleh otak dewi…)
Maret 30, 2008 pada 11:32 pm
spy tdk buang-buang waktu, copy-paste aja (HIDUP TUKANG KOPI…)
abis bunda klw kerja malem (nunggu nanda-nya bobok), ayah jg bobok (ga’ mau nememin). cari referensi sendiri, ketik sendiri. biar cepet, ya udah…
temenin dong yah, biar bisa diskusi..
April 16, 2008 pada 11:16 pm
wkakakak……….. kirain apaan.
aku juga mau pastelnya.
Nopember 18, 2008 pada 11:41 am
COPY PASTE memang masih jadi perdebatan beberapa blogger,
saya termasuk penganut aliran copy paste
lagi sukaan saya juga kopi, apalagi ada yang ngasih pastel
Nopember 18, 2008 pada 11:43 am
ohya kalo ada yang berminat banner copy paste, aku ada beberapa pilihan di
http://jauhdimata.kotangawi.com/copy-paste