Jam Belajar Malam

Education has been commercialized. When a boy at school is asked today what he is doing, he answers: “ I’m buying education”. Instead of saying: I’m learning”. Huge sums of money have to be paid for getting admission even to the primary classes. What is benefit that can accrue to the word as a result of education received in this way?

Ketika pendidikan dijadikan ajang cari uang, pemerintah kita bermanufer memutar otak bagaimana caranya pendidikan dapat dinimati seluruh warga dengan beaya nol rupiah. Tetapi dampak dari nol rupiah sangat beragam. Contoh kebijakan yang nyata ditempuh oleh pemerintah Kota Bekasi dengan memberlakukan Jam Belajar Malam. Surat keputusannya sedang di susun,” kata Mochtar Mohammad, Wali Kota Bekasi. Peraturan itu akan diberlakukan tepat pada 2 Mei mendatang. Jam belajar akan berlangsung selama satu setengah jam mulai pukul 18.00 …. Bla…bla…bla….(Koran Tempo, Selasa 15 April 2008). Kebijakan yang cerdas, cerdas untuk siapa?

Dengan berdalih nol rupiah dan pembebasan uang gedung seolah-olah Pemerintah Kota Bekasi telah berjasa mengangkat dan mencerdaskan kehidupan warga Bekasi. Siswa sekolah harus berada di rumah atau bergabung dalam kelompok belajar dan tidak diperbolehkan menikmati hiburan (televisi, PS, atau berjalan-jalan ke mal). Dalam pengontrolannya melibatkan orang tua, Dinas Pendidikan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja. Satuan Polisi Pamong Praja …. Wow. Kenapa siswa yang notabene seorang terpelajar dihadapkan dengan SP3? Memang benar kata Bondan Prakoso (Penyanyi Kecil Si Lumba-lumba),” Please Dong Ah”. Please (Dong Ah) jangan lakukan itu pada pelajar.

Ya… emang sebagian ada yang bolos sekolah, tidak sedikit yang terlibat tawuran, ada yang suka dugem, keluar dari label seorang pelajar, akan tetapi untuk belajar saja kenapa harus dibuat Peraturan Daerah, apakah ini yang dinamakan otonomi daerah? Aku-pun tidak pernah mendengar dan membaca selembaran tentang lomba pembuatan Undang-undang ,Perda atau sejenisnya, ataukah pemerintah kita sedang mengadakan lomba tersebut. Bapak, Ibu, Mas, mbak…. Yang terlibat dalam pembuatan peraturan tersebut, please…Apakah tidak ada kebijakan aternatif selain memberlakukan Jam Belajar Malam.

Padahal, belajar akan efektif kalau dalam keadaan “FUN”.

Pesan dari Christine Panjaitan :

Sudah kubilang

Jangan kau petik mawar yang penuh berduri

Sudah kubilang

Jangan engkau dekati api yang membara

Jangan kau tertusuk nanti

Jangan kau terbakar nanti

Jangan bawa dirimu dalam mimpi……

[ Awal ]

5 Tanggapan to “Jam Belajar Malam”

  1. fafaahmad Berkata

    Seakan kembali ke era wajib militer hehe… Salam kenal juga

    dulu wajib militer, sekarang [di]wajib[kan] belajar

  2. dari dulu, saya tuh paling ndak suka jam belajar yang dijadwal
    apalagi klo dipaksa, yg ada malah sebel trus ngantux
    bukannya dpt memahami pelajaran, yg ada malah cemberut kek ikan cucut
    dan imbasnya bisa ngebenci pelajaran itu….
    beda klo emang pas ada mood..

    Tapi..
    btw, eniwe baswe, pesan Christine itu cucok ya bwat tulisan ini…
    bingung deh om…

    Jangan bawamu dalam mimpi.
    Jangan ada lagi pemaksaan dalam belajar

  3. artikel di blog anda bagus dan sangat berguna, artikel anda:

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/jam_belajar_malam/

    anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  4. fatchur99 Berkata

    Mas mungkin salah satu dasar dr dikeluarkannya perda itu adlh, banyaknya anak yg tdk bisa sekolah karena siang harus bekerja. Pahit memang kenyataan hidup. pernah suatu saat saya plg dr kampus mau naik angkot liat seorang anak kecil yang diatar laki-laki naik motor Supr*. waktu dia ada dideketku nunggu lampu merah utk ngamen di per4an, aq nanya nggak sekolah?, yg nganter td siapa?. jawabanya Ndak mas, yg nganter td bapakku. pertanyaan berlanjut Lho bapakmu ndak kerjo?, trus iku mau motore sopo?. jwbnya Ndak mas wis ndak kerjo, iku motore bapakku. Dalam hatiku aq mengumpat sendiri kenapa hrs ada anak yg jadi korban krn ekonomi trus dimana logika orang tua. Aku sendiri merasa bersalah sebagai sesorang yg disekolahkan oleh uang rakyat tak bisa berbuat banyak. Mudah2an segera ada pencerahan di negeriku ini..

    Yang persis aku kurang tau, kenapa Perda ini harus dibuat hanya untuk ngurusin soal belajar. ‘N semoga negeri ini dapat pencerahan.

  5. fatchur99 Berkata

    Klo memang di daerah mas ada perda ini, saya rasa masih lebih baik drpad di tempat saya (M*lang) yg katanya salah satu kota pendidikan tp gak (mungkin blom) melihat banyaknya anak usia sekolah yg berebut nafkah dijalanan. Pemandangan yg memilukan juga memalukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: