Ternyata Bahasa Ku Susah Dipahami
Kau boleh acuhkan diriku
dan anggap ku tak ada
tapi takkan merubah perasaanku kepadamu….
Secara tidak sadar anda akan larut pada penggalan lirik lagu Once yang sekilas terkesan indah mungkin juga menyakitkan hati. Tapi, apakah anda berpikir bahwa lirik lagu itu sudah menggunakan gramatikal dan leksikal yang benar?
Seperti judul di atas, anda jangan salah mengartikannya; Ternyata Bahasa Ku Susah Dipahami. Apa yang terbersit di pikiran anda ketika membaca judul di atas?
Kneller mengungkapkan bahwa bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai fungsi; simbolik, emotif, dan afektif ( Kneller, Introduction to the Philosophy of Education). Adanya bahasa memungkinkan kita untuk memikirkan sesuatu dalam benak kepala kita, meskipun obyek yang kita pikirkan tersebut tidak berada di dekat kita. Dengan adanya bahasa maka manusia hidup dalam dunia yakni dunia pengalaman yang nyata dan dunia simbolik yang dinyatakan dengan bahasa.
Berbahasa dengan jelas, memberikan makna yang terkandung dalam kata-kata yang dipergunakan diungkapkan secara tersurat untuk mencegah pemberian makna yang lain. Maka dalam komunikasi ilmiah kita sering mendapatkan definisi dari kata-kata yang dipergunakan. Misal kata ”Penyelia” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan kata itu. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yag berbeda dengan makna yang kita maksud, dengan kata lain menyamakan persepsi.
Ketika ada seseorang mengatakan ”Aku Cinta Kamu” kepada anda, apa yang dapat anda artikan dengan kalimat itu? Mungkin dari lima orang akan berbeda dalam memberikan makna arti CINTA. Dan setiap orang akan menggunakan kamusnya masing-masing untuk menjabarkannya. Memang susah memberikan batasan yang tepat. Contoh lain, kata ilusi, dalam KBBI mempunyai arti angan-angan; kayalan; 1 sesuatu yang memperdaya pikiran dengan kesan yang palsu [...] 2. suatu gagasan yang keliru; suatu kepercayaan yang tidak berdasar. Ya… bahasa mempunyai sifat majemuk (pluralistik), mempunyai lebih dari satu arti. Dan mungkin masih ada kelemahan-kelemahan bahasa yang lain. (red, tulisan ini diluar tanggung jawab pembaca)
Mei 30, 2008 pada 7:44 am
ehm….
keknya musti kasih tau NS, kapan2 bikin training soal bahasa…
gimana mas?
Mei 30, 2008 pada 2:18 pm
Kalau untuk sastra macam puisi dan lirik lagu, aturan tata bahasa lebih lentur kan? Saya malah sering bingung dengan penggunaan kata ‘acuh’. Dalam KBBI,’acuh’ berarti ‘perduli’. Pada tangkapan saya, justru penggunaan kata ‘acuh’ dipakai untuk makna ‘tidak memperhatikan/tidak perduli’. Saya yang salah atau saya yang goblok?
Mei 30, 2008 pada 10:24 pm
Bahasanya ayah yang susah dipahami.
I LUV U.
Mei 31, 2008 pada 5:58 am
Duhh,, gak kesampean beli KBBI
Yup, kita harus ‘memerangi’ yang salah dan ‘memerbaiki’ bahasa yang salah dan ‘memersiapkan’ segala aspek yang akan melenceng.
Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.
.
Mei 31, 2008 pada 9:12 am
weks, bahsa lagu sekarang terlalu hiperbol
salam kenal Pak
Mei 31, 2008 pada 12:26 pm
mas, tulisannya bagus…
gampang dipahami kok
Mei 31, 2008 pada 3:33 pm
Blog yang menarik , tulisan yang menarik…
Mei 31, 2008 pada 8:20 pm
Bukannya imbuhan me- ketemu -er- konsonannya jadi luluh lantah.
Kayak memperangi hrsnya memerangi. Betul ga sih?
Juni 1, 2008 pada 8:31 am
huah, ternyata kata-kata itu palsu..
Juni 1, 2008 pada 2:46 pm
[...] Bahasa itu Memang Multitafsir, Bos… Minggu, 1 Juni 2008 Kalau ada orang bilang bahasa itu membingungkan, jangan heran. Karena bahasa itu memang membingungkan kalau tidak dilihat pada konteksnya. Kenapa [...]
Juni 1, 2008 pada 7:01 pm
Masih SEGAR diingatanku ketika bangun pagi menghirup udara SEGAR terasa badan tambah SEGAR. Tak lama kemudian Bunda menuangkan susu SEGAR disamping seikat mawar yang masih SEGAR. Tiba-tiba terdengar suara lirih seorang ibu,”Aku pengin rujak, kayaknya SEGAR deh, apalagi minumnya es kelapa muda, SEGAaaaR buanget”.
Yoo….. Wiiiss. Salam Buat semua semoga SEGER WARAS.
Juni 6, 2008 pada 6:12 pm
aduh. bahasaku saja kadangtak bisa ku pahami, jadi lebih baik aku berbahasakan salamku saja buat mas. kagak akan marah kan mas?
Juli 17, 2008 pada 6:04 pm
[...] meeting tadi siang. Lah! Bedanya apa berbohong dengan menipu?, jadi ingat tulisanku di blog ini, Bahasaku Susah dipahami. Sambil berpikir ulang tentang perbedaan berbohong dan menipu,aku mencoba meng-utak atik sendiri [...]
Nopember 19, 2008 pada 6:39 am
[...] Ada hubungannya dengan : Ternyata Bahasa Ku Susah Dipahami [...]
Nopember 28, 2008 pada 11:45 pm
[...] Mungkin ada hubungannya dengan : Mengontrol Emosi Diri | Kaca Mata Hijau | Bahasa Ku Susah Dipahami [...]