Mencintai Air [ Apresiasi Hari Lingkungan Hidup]
[…] tahan! .. Tahan! Tahan emosi kamu, tunggu sampai 2X24 jam, nanti juga ada yang berwenang menyelesaikan masalah itu, setelah itu luapkan uneg-uneg kamu”.
Penggalan kalimat yang membuat hati ini miris dan sempat meredam para demonstran yang bergejolak di hati berkenaan dengan kasus 1 Juni 2008. Sangat bersyukur mempunyai suara hati yang berpihak pada diri ini, mengontrol dan selalu memberikan yang terbaik untuk melangkah. Memang terkesan agak membelenggu kemerdekaan berpendapat. Ya… itulah suara hati yang selalu berkomentar ketika akan menjejakkan sikap. Berbeda dengan AIR, pernahkah anda menahan aliran air? Apa yang lihat?
Air selalu taat pada perintah-Nya, mencari tempat yang lebih rendah, meresap kesemua permukaan bumi, menguap di bidang atmosfir dan selalu belajar dari perjalannya. Air sebagai kehidupan. Pernahkan anda merasakan 70% aliran air yang mengalir di tubuh ini? Sangat lembut dan bahkan takkan terasa oleh kita. Bahkan Masaru Emoto menjelaskan dalam buku The Secret Life Of Water,” Saat anda membiarkan jiwa ini mengalir, anda akan merasakan beban terangkat dari tubuh lelah anda, karena jiwa dan tubuh adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama . Jika anda tersinggung, maafkan orang yang telah menyinggung perasaan anda. Dan jika anda merasa tertekan karena telah menyinggung perasaan orang lain, maafkan diri anda. MAAF membuka jalan bagi masa depan untuk mengalir secara alami dan bebas menuju masa depan”.
Terkait dengan Hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni - HENTIKAN SEGALA TINDAK KEKERASAN, belajarlah pada AIR yang selalu taat melaksanakan perintah-Nya. Karena tindak kekerasan akan sangat berpengaruh pada lingkungan kita yang semakin panas. Sudah saatnya kita menahan langkah dan berpikir seperti perjalanan air yang murni dan alami. Kita semua telah melihat bagaimana air menunjukkan cintanya dengan menyiramkan berkahnya kepada bunga, pepohonan , burung, serangga, serta makhluk kecil alam ketika ia mengalir di sepanjang jalannya. Sebagai balasannya, air dicintai oleh segala yang ada di alam. Mengembalikan dan menciptakan lingkungan yang sehat, damai dan berseri. Mencintai Alam – Dicintai Alam. PEACE
Tulisan terkait : Save Our Planet, Greenpeace
Juni 4, 2008 pada 10:18 pm
stop kekerasan,
hari lingkungan hidup
jiwa, tubuh
dua sisi mata uang….
lagi demen ama duit ya mas?
Juni 5, 2008 pada 7:06 pm
Bubarkan aja FPI, bisanya bikin onar.
Juni 6, 2008 pada 8:01 am
DAMAILAH INDONESIAKU…
Juni 6, 2008 pada 12:29 pm
Jangan lupa matiian AIR kamar mandi yah, hemat air berarti mencintai AIR.
Juni 6, 2008 pada 1:27 pm
jangan boros air juga.
makanya mandi cukup sekali aja, gitu ya…?
Juni 6, 2008 pada 4:40 pm
damailah tanah A I R ku. salam kenal.
Juni 6, 2008 pada 5:39 pm
yaaaah gmn caranya mo damai…wong gampang tersulut gitu kok hehehehe
Juni 6, 2008 pada 10:51 pm
Tanah – Air jadi satu. Indonesia
Juni 7, 2008 pada 9:57 am
mengalirlah bersama air,
belajar dari filosofi air sangat mengesankan
Juni 10, 2008 pada 10:07 pm
Air yang mengalir memang selalu ke bawah. Tapi kalau muncrat bisa ke mana-mana. Itulah yang terjadi di Monas itu.
Juni 11, 2008 pada 4:13 pm
tul banget mas
mari kita selamatkan bumi
Juni 12, 2008 pada 12:43 pm
tanpa air kita mati. hemat air yukkk
Juni 12, 2008 pada 7:29 pm
halo mas, salam kenal
Juni 13, 2008 pada 6:55 am
kemaren baca “surat” dari tahun 2070 *ceritanya* di blog orang dan jadi ngeriiiiiiii banget!!!
kebayang ga kalau suatu hari nanti dalam hidup dalam sehari cuma bisa minum setengah gelas air…
kalau beruntung itu juga
seyam oh seyam
Juni 18, 2008 pada 7:49 pm
ya…memaafkan diri sendiri, itu sempet terlupakan, terima kasih diingatkan….air…iya ya..sellau ke tempat lebi rendah, key wordnya MAAF