Yang Benar, Produser apa Prosedur sih?
Apa yang dapat anda lakukan agar anak atau diri anda dapat memilih acara siaran televisi yang baik? Kawatirkah bila anak atau anda kecanduan nonton acara televisi? dan Kriteria apa yang harus anda lakukan untuk melakukan seleksi acara televisi tersebut?
Televisi sesungguhnya hampir sama dengan proses visual yang ada pada mata manusia. Gelombang cahaya direfleksikan langsung dari obyek ke lensa yang ada pada bola mata, yang memfokuskan gelombang cahaya ini pada retina sebagai image yang di lihat. Begitu juga proses audionya dengan bantuan indera pendengaran, telinga.
Belum lama kalangan pertelevisian dihebohkan dengan keputusan tentang tayangan TV yang “kurang” mendidik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang mendukungnya. TV-[Pendidikan-Hiburan]-Pemirsa. Berbicara tentang ketiganya mungkin “rumit”, bahkan tidak dapat dipisahkan. TV hanyalah sebuah alat/hardware, sebagai sarana yang paling lengkap dan canggih dibanding alat lain untuk menyebarkan informasi. Ketika sebuah acara TV ditayangkan, kita semua sudah paham bahwa acara itu sudah melewati tahap riset/teori, desain, produksi, evaluasi/seleksi bahkan pengorganisasiannya. Tetapi, mengapa fungsi pengembangan itu lolos dari sensor pihak terkait ketika acara TV itu “kurang” bermutu? Berbanding terbalik dengan masyarakat yang mem-blow up acara tersebut. Masyarakat dengan enjoy-nya menikmati dan menjadikan tontonan wajib mereka. Ketinggalan satu episode aja udah weleh-weleh.
“Tidak” mendidik, “Kurang” bermutu, dan “pembodohan” masyarakat; sebuah kalimat yang terlontar pada sebagian masyarakat kita yang pro akan tayangan TV yang menghebohkan tadi. Terus penginnya yang bagaimana? Hiburan dan pendidikan jadi satu, gitu. Wah, Ideal buanget donk. Ayo pihak sponsor, ada yang mau barter dengan program ini? Pasti deh pihak sponsor tanya dulu,“Konsepnya bagaimana?” Balik modal atau kena sasaran ngga’ jika mensponsori tayangan itu? BUTET. Susah banget sih cari produser yang mau mendanai tayangan Edu-tainment. TPI aja mengganti jargonnya menjadi [...] makin asyik aja.
Kenal dengan Ani Jangkaro?, cewek tomboy pemandu sebuah acara petualangan, atau anda suka acara kuliner, mak-nyus? Reality show, progam flora dan fauna, dan mungkin anda semua mempunyai acara TV favorit sendiri? Silahkan diapresiasi sendiri. Tetapi bagaimana dengan anak, keponakan, adik anda ketika dia memilih/melihat acara TV kesenangan mereka yang notabene masuk dalam tayangan tidak mendidik? Atau acara yang ditonton seorang anak memang untuk konsumsi orang dewasa? Emang nontonnya jam berapa sih? nggak belajar? Trus, Kalo anak tadi nonton acara TV-nya di rumah, yang bertanggung jawab seharusnya siapa hayo? Bapak, Ibu, atau Pembantu kita? Duh jadi bingung sendiri. Nonton Harun Yahya aja Yuk ama anak kita.
Juni 23, 2008 pada 11:47 am
terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda: http://learningrevolution.wordpress.com/2008/06/22/yang-benar-produser-apa-prosedur-sih/, anda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Tersedia plugin / widget kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang terintegrasi dengan intalasi mudah dan sigkat. salam
Juni 23, 2008 pada 4:32 pm
waaah tulisan ananda sangat amat berbobot…salut!!salam kenal yah
Juni 24, 2008 pada 7:38 pm
Ani Jangkaro?
Saya belum kenal…
memang kenapa pak?
Juni 24, 2008 pada 7:50 pm
“Susah banget sih cari produser yang mau mendanai tayangan Edu-tainment. TPI aja mengganti jargonnya menjadi [...] makin asyik aja”
Itu karena sebagian besar produser tanah air masih betah jadi makmum, penumpang, padahal sebenarnya mampu jadi sopir, bahkan imam.
Produser belum berani mengambil risiko membuat sebuah tayangan baru, mendidik, dan menguntungkan.
Ada banyak alternatif jalan, tapi produser pilih jalan aman yang sering dilalui orang meski harus berdesak-desakan, karena 90 persen yang lain juga memilih jalan yang sama.
Mereka (baru) akan membuat tayangan edu-tainment kalo ada rival produser bikin acara itu dan sukses.
Anda, berniat jadi produser?
saya dukung
Juni 26, 2008 pada 12:13 pm
Ani Jangkaro… atau Riani Jangkaro? Sama saja ya..
Itu tayangan favorit saya, banyak pengetahuan yang bisa kita dapat dari sana..
Baik tentang adat budaya, kekayaan flora-fauna, hingga pemandangan-pemandangan indah yang eksotis.
Sinetron? Paling gak suka dah. Kompak kita ya Pak!
Ceritanya banyak yang gak logis.
Yang suka nonton berarti gak berpikir kritis.
Itulah potret anak-anak remaja kita pada umumnya, gak sampai berpikir pada level itu. Juga orang tuanya.
Juni 26, 2008 pada 4:11 pm
tipi…
kalo di venezuela sana , setahu saya memeberikan kuliah gratis via tayangan2nya tentang pendidikan dan pengetahuan umum..
bahkan sang presiden, Hugo Chaves membuat sebuah acara on air untuk berinteraksi scr langsung kepada masyarakat di negra itu..
November 14, 2008 pada 11:24 am
[...] berhubungan dengan : Yang benar produser apa prosedur sih? | Informasi, polusi yang sangat berbahaya | Bermain sepak bola di Hari [...]