Apa Yang Kita Lihat, Itulah Yang kita Pikirkan
Pake baju koko/muslim, terlihat alim; pake jaket kulit hitam terkesan brandal; Dokter/suster bajunya putih-putih; Pake baju batik terkesan tua, apa iya?
“Ayah kalo pake jaket kulit, sangar banget, apalagi kumis, jenggot dan rambut pada dipanjangin, mending pake baju koko, cakep, bersih, enak dipandang, “Sindir Bunda. DAN aku tertawa,ha…ha…ha….ha…ha
![]()
![]()
![]()
Stereotype – Melihat Kemasan – Apa yang kita lihat, itulah yang kita pikirkan. Bicara masalah apa yang kita lihat pasti tidak terlepas dari cahaya. Apa sih sesungguhnya warna cahaya itu? kalo memang mempunyai warna, mestinya bisa dilihat donk?! Kata seorang ilmuwan yang telah menganalisis cahaya,”Cahaya adalah bentuk dari energi elektromagnetik yang terdiri dari medan magnet H yang bergetar pada frekuensi yang sangat tinggi dan tegak lurus dengan medan listrik E, dan si ilmuwan berpendapat bahwa tidak ada yang buruk di dalam medan magnet dan medan listrik tersebut. Jadi, ketika kita mentransfer sesuatu yang kita lihat, logikanya tidak ada keburukan/kebaikan atau kesan apapun yang masuk ke dalam mata kita. T’rus stereotype yang terbentuk dari hasil melihat selalu “menempel” pada diri dan masyarakat kita selama ini bagaimana? harus di rubah? Selama tidak ada keburukan di dalam diri dan masyarakat kita, sah-sah saja khan?!
Juni 30, 2008 pada 9:03 am
masalahnya, mata hanya jadi tool, alat untuk transfer, yang kemudian diolah sama otak.
Otak, terkadang terkontaminasi oleh informasi yang sudah diterima sebelumnya..
Juli 1, 2008 pada 8:24 am
selalu melihat sisi luarnya dulu sebelum dalamnya…
salah satu hal yang membuat kita sulit untuk berfikir positif
Juli 1, 2008 pada 9:26 am
Bagus juga lho yang empunya diri memperhatikan kemasannya. Saya yakin, paling tidak yang punya ”kemasan” tadi akan berusaha untuk menyesuaikan ”isinya”. Misalnya, saya, kalau dari foto tampak alim, he.he.., kenyataannya? Siapa yang tau kan? Tapi, saya selalu berusaha ke sana, walaupun masih jauh, he.he..
Juli 1, 2008 pada 3:47 pm
seep artikelnya bang
Juli 1, 2008 pada 10:52 pm
Tuh bener khan kata bapak Hadi, yah?
Juli 9, 2008 pada 9:27 am
Kalau dalamnya baik, bersih dan santun, akan semakin lengkap dengan kemasan luar yang senada…