Istriku Lebih Memilih Anak-anak
Tidak sedikit yang merasa kecewa, mestinya hari ini istriku meninggalkanku terbang ke India mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan lembaga pendidikan di sana. Tidak terkecuali Eyang Surabaya yang agak kecewa, meski terdengar lewat saluran telepon.
Istriku lebih memilih tidak berangkat karena anak-anak. ”Anak-anak TK dan SD baru masuk 1 hari, mereka butuh pengenalan, suasana baru, dan menyiapkan kebutuhannya,”Kilah istriku. Dia tidak mau melepaskan tanggung jawab begitu saja hanya untuk menghadiri seminar dan workshop selama 2 Minggu di India, apalagi Wakilnya sedang hamil tua. Dan akhirnya dia menugaskan salah satu guru untuk menghadiri pertemuan itu..
Memang selama sepekan ini dia super sibuk, tiap hari ada saja barang yang datang ke sekolah, mulai buku paket, peralatan drum band, sarana playground, peralatan/media belajar bahkan aku sendiri kena dapuk (amanah) ngurusin jaringan komputer station office dan ngajari anak2 bermain musik + drum band (n’tar lagunya apa ya? haa…haa…haaa), semua buat anak-anaknya.
Dan hari ini aku sangat bahagia karena Bunda dan Ananda masih dapat bercanda denganku.
Juli 16, 2008 pada 6:05 am
he3…lucu juga ya…
lha wong yang ngejalanin aja enjoy, kok yang lain kecewa
lagian, oke tuh pilihan ngirim orang lain ke sana
kaderisasi n’ ngebuat orang lain bahagia (keluarganya, sodaranya, dll)
plus menumbuhkan loyalitas, he3…
lagian bunda pernah kul di sana kan? dah tau seluk beluk India…
Juli 16, 2008 pada 7:16 am
Istri sesibuk apapun, kalo masalah sekolah anak, dia lebih telaten daripada suami.
Juli 16, 2008 pada 7:25 am
Salut… Itulah kelebihan ibu2, hatinya peka, selalu taw priorotas utama dan tau dimana yang paling membutuhkan kehadirannya
Juli 16, 2008 pada 7:06 pm
Balonku ada lima aja lagunya.
Tapi syair direvisi, soalnya pembodohan itu (perhatikan warna balonnya yang meletus)
Juli 16, 2008 pada 7:07 pm
Salut deh sama ibunya Nanda