Polusi Informasi
Informasi, polusi yang sangat berbahaya memang sedang dan sudah membajiri area di sekitar kita. Ndilalah (sesuatu yang tidak terduga) dalam sepekan, informasi ini mungkin telah menimpa anda. Informasi macam apa itu? mari kita pecahkan masalah ini dengan zero mind.
“Zat” ini mempunyai kesamaan dengan senjata biokimia yang mematikan, tidak berbau dan tidak berwarna Jika zat ini mengenai sasaran, target akan/langsung klepeg-klepeg dan tidak pandang bulu. Sama halnya dengan “zat” yang “mematikan” ini, kalau zat biokimia tak tampak, “zat” ini akan tampak jika kita terpanggil olehnya.
Kampanye lewat SMS. Layaknya iklan TV, Partai berduit ikut-ikutan melancarkan propagandanya,”Kamu lahir Selasa Kliwon cocoknya memilih Partai Gandul karena partai ini memberikan kesejahteraan yang layak dan bla…bla…bla… Weleh….weleh…. nasib bangsa kok ditentukan oleh Selasa Kliwon. Terlihat jelas bahwa manuver cantik yang diperagakan oleh operator telepon dan partai politik sangat membahayakan penonton, (baca; konsumen). Sikap akrobatik yang dilakukan oleh orang-orang/kelompok yang menginginkan kepopuleran sesaat dan tidak dilandasi rasa tepo sliro bisa memporak-porandakan privasi kita. Suatu contoh, lagi asyik berduaan di taman tiba-tiba ada sms,”bla…bla…bla… pilih no. 212 ya? jangan lupa 212. ( Wiro Sableng x , 212 ). Atau, seorang siswa yang lagi sharing mata pelajaran matematika dengan ber-sms-ria mendapat balasan,” bla…bla..bla…Dengan mereply pesan ini keteman anda, anda akan mendapakan jawaban yang lebih pasti opo hubungane karo (apa hubungannya dengan) matematika. Lebih tidak masuk akal lagi kalo isi SMS di tambah “bumbu dapur” oleh seseorang yang menyerang/tidak suka terhadap salah satu peserta Pemilu, Ya…. sudah….jadilah masakan Blaik-Kempein, saling hujat – saling tuding dan saling-silang. Tapi jangan kawatir terlebih dahulu, konon katanya, pemerintah sudah turut ambil bagian dengan mengeluarkan Undang-undang untuk mengatur tertibnya lalu lintas informasi ini. Jika ada seseorang yang nekat main-main, pemerintah tidak segan-segan mencomot pelakunya. Biar brandwidth tetap lancar dan aktifitas nge-blog tetap terjaga, ngga’ usah pake boomber sms lah, malah nanti dianggap spamming. Otree..
November 4, 2008 pada 7:54 pm
Kampanye pun sudah mewabah lewat SMS…
Akankah blog menjadi sebuah wadah kampanya?
Kita lihat saja
November 5, 2008 pada 5:19 am
Ada ya kampanye lewat sms…?Lum pernah terima seh….
November 5, 2008 pada 7:59 am
Salam kenal, semoga sukses selalu.
November 5, 2008 pada 10:00 am
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
http://pendidikan.infogue.com/polusi_informasi
November 5, 2008 pada 12:34 pm
“NDiLaLahnyA” Kok cuma pulusi informasi.. Lha Ujug2 mak bejudhul*** muncul deh artikel nyentrik ini.. he..he..
Ooo.. Ketahuan Juga..!
November 5, 2008 pada 1:47 pm
klo dapet janji-janji kampanye via SMS, disimpen ajah…
nah, kalo sampe si pengirim bener2 menjadi pejabat dan tidak menepati janjinya, sms bisa dijadikan bukti untuk menuntut dia secara hukum..
tuh, dibahas di selamat malam indonesia -ato apa namanya acara tipi itu yach…-
November 6, 2008 pada 5:46 am
Blom dapet sms seperti itu,
kalo dapet transfer pulsa boleh deeh
November 6, 2008 pada 5:29 pm
@ a3u5z1i : blog pun sudah banyak digunakan untuk propaganda partai untuk mengusung para calon legislatif dan eksekutifnya
@ esha di langitbiru : udah ada
@ unikzone.com : sama2
@ rivafauziah : ha….ha….ha…
mak bejudhul.
@ dewi : boleh juga nih sarannya
@ dianasafitri :
November 6, 2008 pada 6:16 pm
[...] Polusi Informasi [...]
November 27, 2008 pada 9:50 pm
teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia…
tetapi klo ga ada aturannya semua bisa amburadul…
@ dewi :
“ga bisa jadi jaminan bu, mereka bisa aja ga mengakui itu dari mereka…”
@ namakuananda:
artikelnya keren2 pak,
luar biasa,
q harus banyak belajar dari sampeyan…
salam kenal…