Ayo Sekolah Rek…
Hanya beda beberapa menit, jumlah nominal satu juta enam ratus ribu rupiah sangat berbeda nilainya. Mengapa sampai terjadi rentang atau gradasi nilai dalam jumlah nominal tersebut?
“Mas Parlan, selamat anaknya sudah menginjak kelas 10”
“Lho..kok kelas 10 seh?”
“Iyaa…. Sekarang khan disebutnya begitu, kelas 1 sampai kelas 12”
“hehehe… yo wislah opo iku. Lhaiyo…. Kata iklan di tipi, sekolah gratis, tapi mau daftar ulang saja kok masih bayar seh ….”
“Hehehe….. emang bayar berapa mas?”
“Satu juta enam ratus ribu rupiah blom lain-lainya, duh …. Mahal juga ya kalau mau pintar.”
“Kalo anak Mas Paijo daftar ulang kena berapa?”
“Sama, Satu juta enam ratus ribu rupiah, yaa…. Itung-itung murah juga seh …..”
Mahal dan murah adalah sesuatu yang bertolak belakang tapi terkadang juga sangat relative jika dipandang dari segi kebutuhan dan hasil yang di dapat. Orang yang mampu membayar Rp. 1.600.000 menganggapnya bahwa nilai itu pantas dan memang sudah cukup tersedia untuk kebutuhan tersebut, tapi, lain halnya dengan orang yang masih mencari sejumlah nilai tersebut untuk kebutuhan yang memang harus dibayarkan. Berjodoh, di dunia ini semua serba berpasangan.
Bagaimanapun juga, orang tua akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencukupi kebutuhan anaknya akan pendidikan. Tapi, bagaimana halnya dengan orang tua yang sudah berusaha dan belum juga mendapatkan rejeki untuk menunjang pendidikan anaknya. Bisa dikata, orang tua yang belum beruntung “menjadikan” anaknya korban kemajuan jaman. Apakah cukup orang tua yang bertanggung jawab dalam masalah ini?
Kata buyut, “Kamu harus pandai menabung.” Apakah dengan menyisakan sebagian uang untuk kebutuhan pendidikan anak adalah langkah efektif yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini? Jawabnya ….Ya dan Tidak. Memang pantas mengatakan YA jika kebutuhan keluarga sudah tercukupi. Dan, harap dipermaklum jika mengatakan TIDAK, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka sangat kurang, bisa makan saja sudah syukur. Dari jawaban di atas, ada beberapa yang mengatakan bahwa bersekolah adalah bukan kebutuhan primer pada saat ini. Pokoknya bisa membaca dan berhitung sederhana sudahlah cukup untuk pandangan mereka. Apa lagi yang dicari dalam hidup ini?
Jalur formal, non-formal dan informal adalah jalan menimba ilmu untuk menempuh cita-cita yang diharapkan kelak. Ketiga jalur tersebut saling mendukung walau medapatkan secerah ilmu caranya yang berbeda. Terutama pendidikan informal yang lebih banyak menyedot perhatian. Sepertinya sudah cukup untuk tidak membatasi hak anak untuk belajar, dimana, kapan, siapa pun boleh melakukannya dan apa yang dipelajari kelak akan berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
Ayo Sekolah, Ojo lali yo…sekolah Rek….
Juli 12, 2009 pada 3:59 pm
memang lebih enak mengatur uang daripada diatur uang
info yang sangat menarik, trims
Juli 12, 2009 pada 7:40 pm
Hehehe… Setuju yang ini…ngatur uang sendiri
Juli 13, 2009 pada 2:30 pm
heheh……uang bisa bikin mengatur dan diatur.hehehe
salam hangat selalu
pa cabar?
Juli 15, 2009 pada 5:03 pm
Menurutku… sekolah adalah sebuah cara untuk berinvestasi. Yang nilainya sama dengan harta-harta yang lain, rumah, tanah, emas, deposito, dll. Jadi gak perlu ragu untuk meletakkan penghasilan kita seberapapun banyaknya kebutuhan disana (asal yang sesuai.. dong.. kalau harus membeli buku dengan harga berlipat dari yang seharusnya… ya nanti duluuuuu)
Sayapun setuju dengan pendapatmu sahabat…
Yuk sekolah….
Juli 17, 2009 pada 7:35 pm
selamat malam bang
blue datanggggggggggggggg
salam hangat sela
pa cabar?
Juli 17, 2009 pada 11:50 pm
Yang benar seharusnya bukan ayok sekolah, tetapi ayok belajar. Karena walaupun sekolah tapi kalau tidak belajar ya tiodak bisa apa-apa yang ada hanya sulapansulapan saja. Dan itu terbukti anak-anak yang nilai pada Danemnya 8, 9 dan 10 nyatanya tidak bisa apa-apa. Kalau pembaca mau cek silahkan hubungi penulis komentar ini. Kenapa hal ini bisa terjadi ???, karena sekolah sudah pintar main sulapan, sehingga nantinya anak bangsa ini akan semakin terpuruk, karena proyek pembodohan makin meraja lela.
Juli 19, 2009 pada 11:28 pm
@ bluethunderheart : hehehe,,, bisa aja blue mo nyentil aku
salam hangat juga blue
@ yanti : bersepakat tentang investasi ilmu jangka yang kelak dinikmati si anak tuk bekal hidup kemudian hari.
salam buat Aini, Bunda
@ Khairul Jakfar : terima kasih mas/pak memberikan sedikit komentarnya tuk berbagi, ijinkan saya sedikit memberikan tinjauan kacamata yang berbeda :
Sekolah hanyalah salah satu tempat untuk belajar, belajar dapat dimana saja. Perpustakaan, museum, kebun binatang, dll juga dapat ntuk belajar, jika mau belajar yang lebih khusus ada tempat2 tersendiri yang memberikan pencerahan ilmu.
sangat meghargai pendapat mas bahwa yang benar istilah diatas adalah ayo belajar bukan ayo sekolah tapi, ketika sebagian masyarakat kita mau belajar (formal) masih banyak yang kedodoran soal biaya dll. Alhamdulillah jika belajar yg mas maksud adalah belajar di sekolah berarti sudah menunaikan ‘kewajiban’ berangkat (ber)sekolah. soal niat dan itikad, bersekolah mau ngapain? saya juga berharap anak didik mau belajar bahkan guru pun mau belajar bersama dengan anak didik tuk perubahan sikap, pengetahuan. dan bertingkah laku.
sayangnya mas tidak meninggalkan jejak yang dapat dihubungi oleh rekan2 pembaca lain tuk berbagi.
salam
Juli 21, 2009 pada 9:31 am
Mahal murah tergantung apa yang didapatkan…
Juli 21, 2009 pada 9:36 am
Yah, mahal itu relatif demikian juga dengan murah.
Punya sekolah sendiri pun, sebenarnya juga membayar sesuai standar.
Makanya bikin tuh tipe A dan tipe B. Tipe A khusus orang tua berduit dan tipe B khusus ortu yang mau mendapatkan subsidi silang. Tipe C khusus ortu pengelola Sekolah. Jadi semua terlayani….
Yaah, usul aja lah…
Juli 21, 2009 pada 12:36 pm
bang……….koq tak ol di fb semalam kenapa? kurang sehat or sibuk?
salam hangat selalu
Juli 22, 2009 pada 10:15 am
nanti malam ngobrol yah
blue akan tidur dulu dech biar nancep heheh….
salam hangat slealu
semoga sehat selalu yah
Juli 23, 2009 pada 3:56 pm
Mungkin Iklan sekolag gratis harus benar2 di sosialisasikan ya, untuk mncegah kerancuan semacam ini, terlepas dari mahal atau murah-nya. jangan sampi jadi pembodohan publik, ternyata banyak juga masyarakat yang bertanya-tanya mengenai benar tidaknya sekolah gratis, atau sampai sejauh mana gratisannya… harus benar2 di jelaskan. ^_^
Juli 25, 2009 pada 2:14 pm
hehe…sekolah sekarang susah cari yang gratisan…
Giliran SPPnya gratis, tempatnya jauh kan musti pake ongkos perjalanan….
Juli 25, 2009 pada 3:15 pm
blue tetap menant abang d postngannya terbaru
salam hangat selalu
met malam mngguan
Juli 26, 2009 pada 9:31 pm
Sekolah memang mahal…..celakanya iklan sekolah gratis ditayangkann di teve secara bertubi-tubi seolah tanpa beban….jaman saya dulu kayaknya sekolah gak mahal2 amat…pake buku..bukunya buku paket terbitan balai pustaka….
Juli 27, 2009 pada 1:01 am
met malam ya , aku ngantuk berat sampe bigung mau komenta apa , muup dulu ya. ya bsk dateng lagi dah
Juli 27, 2009 pada 9:43 am
Mahal tak selalu bagus kok
Juli 28, 2009 pada 5:05 pm
selamat sore bang
salam hangat selalu
Juli 30, 2009 pada 9:11 am
diriku juga jheran kelas kok nyampe 12
Juli 31, 2009 pada 8:56 am
selamat pagi bang
gimana kalau blue juga mesti di sekolahin biar semakin pintar dianya hehehe……sst! jangan bilang bilang blue yah bang
salam hangat dalam 2 musimnya blue
Agustus 3, 2009 pada 5:13 pm
sore kang
mampirlah kesini ok
slam hangat dalam 2 musimnya blue
Agustus 7, 2009 pada 1:07 pm
yukkk mariiii..sekolah. gratis, tp msh ada iuran bangunan dlsb… hehe..
Agustus 7, 2009 pada 5:23 pm
ayo ngeblog hehehehhe
pa cabar?
salam hangat selalu
Agustus 9, 2009 pada 11:07 pm
malam malam masih mau menyapa abang blue lagi ach……pa cabar?
salam hangat selalu
semangat
Agustus 11, 2009 pada 3:56 pm
Pa kabr?? update nya.. hehe…
kabnyakan itung2 uang iah,, hehe..
Agustus 14, 2009 pada 1:48 pm
bang…semangat bang
i miss u banget nich
salam hangat selalu
Agustus 17, 2009 pada 8:39 pm
ayo ngeblog bang
salam hangat selalu
Agustus 19, 2009 pada 2:40 pm
Ayo sekolah..
Semua yang mahal belum tentu bagus kan
Agustus 25, 2009 pada 1:55 am
yang di cari kualitas, iya kan???
Agustus 27, 2009 pada 9:20 pm
ayo puasa bang
miss u
salam hangat selalu
Agustus 31, 2009 pada 3:27 am
Iyo rek sui gag update, jadi malu diriku
salam
Agustus 31, 2009 pada 4:00 am
kalau sekolah kepenyiaran sama pakde koq Gratis ya? suruh pada jadi penyiar sana!
September 9, 2009 pada 5:16 pm
ini postingannya buat blue ya bang……………………blue semua yang datang eheheh
,miss u
salam hangat selalu
September 17, 2009 pada 9:35 pm
iki postingannya si blue yah hehehe………………………………lari!
salam hangat selalu
September 28, 2009 pada 8:57 pm
yuk sekolah gratis, tis..tis. yang mbiayain orang tua. he..he…
salam kenal.
Oktober 21, 2009 pada 8:12 pm
di fb tak ada
di blog lagi menyepi
wahahahaha
aku kangen bang
salam hangat selalu
November 13, 2009 pada 2:39 pm
opp0p-p-p-p-p–p