Sketsa Rumah Si Mbah
Hayoooo . . . . siapa tau penemu RUMAH? Jangan balik nanya ya? ”Rumah Siapa dulu?” hehehe . . .
Meski manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak, Papan (dari : Sandang, Pangan, Papan) adalah salah satu kebutuhan pokok hidup yang “harus” dipenuhi. Jika di tilik dari urutannya, kata Papan sendiri disebut setelah kata Sandang (pakaian) dan Pangan (Makanan) yang berarti ….. hehehe . . . manusia “kudu” berpakaian yang selayaknya, makan sesuai kebutuhan hidup dan setelah itu boleh memikirkan tetang Papan. Gimana, bener tidak?
Disebut Papan karena sama dengan kayu yang merupakan salah satu material untuk membuat rumah. Jika mungkin istilah ini muncul di jaman batu, sah saja mengatakan kebutuhan hidup manusia itu Sandang, Pangan, Batu. Haiiyah . . . hehehe . . .kok gag enak kedengarannya ya. Dapat diartikan di sini bahwa kata Papan bisa disebut juga sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi manusia. Jadi, sebagai jawaban pertanyaan di atas, Siapa penemu RUMAH? Jawabnya adalah Tukang kayu atau si penebang kayu. Lho kok? Hehehe . . .Meminjam Hadist Nabi : ”Rumahku Istanaku”, sebagai tempat berkumpulnya keluarga ketika melakukan aktifitas dan tempat yang nyaman untuk relaksasi.
Rumah sebagai tempat tinggal, terlepas dari hal itu, sebagai makhluk cipta karsa pasti menginginkan tempat untuk beristirahat dan perlindungan yang ideal. Nyaman, asri, dan sehat, bahkan tidak over crowded ( hehehe . .opo maneh iki ). Ada kamar tidur, kamar mandi, ruang dapur, ruang tamu teras, halaman dilengkapi pagar dan, tambahin sendiri yaa… lahanku hanya cukup untuk itu. Nah, bagaimana dengan saudara kita yang kurang beruntung memperoleh tempat huni yang layak? Untuk makan saja mereka masih harus berjuang, cukup bersyukur walau dengan sesuap nasi hari itu. Apalagi jika dituntut untuk memenuhi anjuran Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Kesehatan Perumahan dan Lingkungan Pemukiman. Hohoho . . . .Yaa . . . begitulah rumah, sudut pandang akan keinginan manusia sangat beragam, ingin ideal jika si empunya membuat se-ideal mungkin. Iyaa . . toh?
Bicara tentang rumah, si mbahnya Nanda ingin membangun rumah dengan konsep minimalis. Sebagai awalan, si mbah meminta untuk membuat sketsa rumah yang akan di bangun. Dengan luas kurang lebih 120 m/segi untuk 2 lantai memang cocok dengan konsep minimalis. Karena si mbah sudah banyak makan garam di dunia property, untuk penempatan ruangan beserta support rumah sehat sudah di desain (baca ; tata letak ruangan) oleh si mbah sendiri. Setelah melihat desain lay outnya dan di bantuan dengan program olah gambar ( 3D max) hasilnya dapat dilihat.
Tata letak rumah berlantai 2 itu di desain simetris supaya lebih simple tapi masih dalam aturan konstruksi yang disyaratkan.
Setelah desain gambar diperlihatkan si mbah, sketsa rumah yang masih 50% itu mendapat “komplain” (bukan keluhan tapi input) yang luar biasa. Jendela dan pintu depan dibuat lebih manis, agak panjang dan lebar (red: luas) mengikuti model kusen pintu gandeng dengan angin-angin model blok panjang agar sirkulasi udara dan sinar matahari dapat masuk ( critane : mbantu Pe-eL-eN ). Supaya terkesan minimalis dan elegan, di setiap sisi jendela dibuatkan profil sekaligus sebagai penahan air dan cahaya panas. Untuk bagian taman depan teras dibuatkan kolam mini dengan menambah pada bagian atas dilapis akrilic dan behel dibentuk menyerupai trails dengan harapan, jika ingin melepas penat atau sekedar ngobrol di teras masih bisa melihat ikan yang ada di dalam kolam. Dan yang lebih penting dari konsep 2 in 1 itu adalah jika sewaktu-waktu tidak ada lauk untuk sarapan, ikannya bisa dipancing hahaha . . . Si mbah juga menginginkan balkon dengan kombinasi plafon yang tinggi untuk memperlancar sirkulasi udara. Dan masih banyak detail interior-eksterior yang perlu ditambahkan. Mbah, kalo boleh tahu RAB-nya berapa mbah? Kulo saget nyumbang menopo? Hehehe . . .
Memang, setiap orang mempunyai hak untuk mendapakan ke-ideal-annya dalam menata rumah. Cocok buat si mbah, belum tentu “sreg” buat aku (*ngeles, karena gag punya duit kek si mbah hehehe . . . .)
Setelah beberapa bulan kemudian, si mbah membawa blue print body fashion rumah tersebut lengkap dengan interior – eksteriornya. Ahaayy . . . seorang arsitek yang bekerja dalam bidangnya dapat mewujudkan keinginan si mbahnya Nanda ^.
Insya Allah, rumah dapat membawa berkah bagi keluarga kita semua .
8 November 2010 pada 22:05
Bener rumah yang berkah adalah rumah yang diisi dengan kasih sayang sesama anggota keluarganya.. I miss my home
11 November 2010 pada 06:26
Hmmm… saya suka desan2 begini, cuma gak punya ilmunya, hahahahhaaa… mas, saya mau tanya, kalau begini biasanya arsitek juga memperhitungkan kekuatan bentuk bangunan dengan desain? umpama dengan adanya lantai dua, dan struktur tangga, maka ada beberapa struktur penguat yang disyaratkan di bagian bawah, dll. Maaf nanya macem2. Salam kenal.
27 November 2010 pada 23:26
moga rumahnya barokah n salam knal ajah
21 Mei 2011 pada 02:30
[...] 2D atau 3D. Aplikasi yang populer adalah Autocad. Untuk pencetakkan image yang full color seperti Sketsa Rumah Si Mbah, Tertipu Gambar Sendiri cukup menggunakan printer inkjet biasa atau Hi-res. Aplikasi yang [...]