Sedia Payung Sebelum Ke Bogor
Sedia payung sebelum ke Bogor. Lho kok? Kenapa ke Bogor harus sedia payung?
Dari sononya, Bogor disebut Kota Hujan/Rain City. Kota yang terletak di kaki Gunung Gede dan Salak ini udaranya relatif sejuk. Di Daerah Arco – Sawangan saja udaranya masih bersahabat, padahal daerah ini sudah mendekati perbatasan Jakarta-Depok-Bogor. Polusi udaranya masih dapat ditangkis dengan pepohonan nan hijau, apalagi jika berada di kawasan Puncak, Gunung Bunder, Gunung Pancar, udaranya semakin terasa di tulang.
Kota Bogor, Jawa Barat dengan Kota Malang, Jawa Timur kelembaban udaranya beda tipis. Keduanya mempunyai kandungan hujan orografi yang disebabkan di sekitar Kota itu dikelilingi Gunung/pegunungan. Jika Kota/kabupaten Bogor dikelilingi Gunung Salak dan Gede, Kota/Kabupaten Malang di kepung Gunung Arjuno, Kawi, kelud dan Semeru.
Layaknya sebuah bendungan air untuk menampung/menahan derasnya aliran air, begitu juga dengan dataran tinggi yang ada di kedua kota tersebut. Angin yang bertiup dari laut [angin laut] mengandung uap air dan terus mengalir – tertahan di pegunungan/dataran tinggi akhirnya terjadi pengembunan - titik air berkumpul – hujan. Bisa dirasakan sendiri ketika malam hari, lebih dingin mana perbedaan suhu di musim hujan dan kemarau di dataran tinggi? Haiyaah… malah main tebakan
Dulu, semasa pendudukan Londo/Belanda, Tentara Londo sepertinya tidak tahan dengan *cuaca Batavia yang relatif panas karena berada di daerah pinggiran/pesisir , akhir dipilihlah daerah sekitar Batavia yang udaranya beda tipis dengan negara asal. Untuk menandai daerah tersebut maka daerah di sebelah selatan Batavia ini diberi nama Buitenzorg yang artinya aman tentram. Karena melihat daerah yang curah hujannya cukup tinggi ini maka para cendikia Belanda melakukan penelitian dan pengembangan pada tumbuh-tumbuhan dan sumber daya hati. Tapak tilas kegiatan akan penelitian dan pengembangan akan ilmu itu dapat di lihat sampai sekarang dengan adanya Kebun Raya Bogor, Museum Botani yang di bangun dan dikembangkan kala itu. Jika anda berkesempatan berkunjung di Bogor jangan lewatkan kesempatan ini untuk refreshing di kota wisata ini. [Intermezo] untuk lebih mengenalkan Bogor lebih dalam ke mbah gugel, 1 tahun silam Blogor sempat “bermain-bermain” dengan SEO, me-numerik-kan Bogor dengan angka 1306012 ; 13 – B, 0 – O, 6 – G, 0 – O, 12 – R euuy…
Sedia payung sebelum ke Bogor. Meski di sebut Kota hujan, terkadang di beberapa tempat di kota Bogor cuacanya gerah/panas, maka dari itu tidak ada salahnya untuk menyiapkan payung, karena fungsi payung selain dapat menahan derasnya air hujan juga dapat menangkis teriknya sinar matahari. Nah, Jangan kaget ketika anda keluar dari Supermall di Bogor langsung di sambut hujan, padahal sebelum masuk cuaca masih biasa-biasa saja, itulah uniknya Kota Bogor. Jangan lupa payungnya ya, dan tak lupa, tulisan ini disponsori oleh Paguyuban Ojeg Payung Seluruh Indonesia (POPSI) hmmm…
Salam buat Barudak Bogor dan Ulang Tahun Kota Bogor Ke 529, 3 Juni 2011
*Istilah Cuaca, dalam kamus Indonesia OL disebutkan bahwa [n] keadaan udara (tt temperatur, cahaya matahari kelembaban, kecepatan angin) pada satu tempat tertentu dengan jangka waktu terbatas.
27 Mei 2011 pada 08:14
saya belum pernah ke bogor..
27 Mei 2011 pada 09:51
Wah sekarang di Bogor masih sering hujan ya? Sama kayak Bandung.
27 Mei 2011 pada 11:16
peribahasa baru dan memang bener..
namanya saja kota hujan..
27 Mei 2011 pada 18:19
kalo di bali itu ada yg namanya bedugul.
sama daerahnya kayak bogor..sering ujan
27 Mei 2011 pada 20:22
sumedang oge rada hujan..
bogor euy..Saya uda 2X kesana teh, hujan wae kacida..puncak asoyyyy…
27 Mei 2011 pada 21:21
Kapan-kapan kalau mau ke bogor bawa jas hujan saja.
27 Mei 2011 pada 23:09
Salam Takzim
Alhamdulillah kemarin waktu ke Bogoe Kopdar mie Janda saya ga kehujanan padahl saya sudah sediain jas hujan
Makasih kunjungannya dan salam kenal
Salam takzim batavusqu
28 Mei 2011 pada 02:21
saya gak pernah ke bogor, tapi mungkin bogor seperti di deket sekolah tempat saya mengajar. deket gunung, daerah tinggi, curah hujan tinggi. di sini ada sembalun deket sekolah saya. kalo ke sana juga harus siapin payung, soalnya di jalan biasa hujan, kabut turun. dengan pemandangan bukit dan gunung di kanan kini menambah suasana dingin di sini. ya mungkin seperti itu.
28 Mei 2011 pada 08:50
masa’ seh tentara londo ga tahan dingin ? hihihi
28 Mei 2011 pada 08:58
Saleum,
sayangnya saya belum pernah ke bogor, cuma ke tanggerang dan surabaya saja yang pernah. mudah2an kota hujan semakin fresh….
saleum dmilano
28 Mei 2011 pada 09:11
bogor sekarang panas pisan..
28 Mei 2011 pada 12:53
Saya jadi penduduk baru orang Bogor, tepatnya di Parung. Kebetulan keluarga boyongan kesana. Waah masih asri sekali dan adem. ga sepanas bogornya..
28 Mei 2011 pada 15:57
beberapa kali pernah ke bogor, rata-rata pas ke sana hujan terus….
28 Mei 2011 pada 16:37
kunjungan perdana, salam kenal n kunjungi balik ya!!!
28 Mei 2011 pada 16:47
oh gitu ya, soalnya gak pernah pergi ke Bogor… tau sih kalau nick namenya kota hujan.
28 Mei 2011 pada 18:40
kang komentarnya disetting reply g bs to?
meh komen pas reply susah ki….
28 Mei 2011 pada 21:41
kapan ketemu aku om…..hehehhe
salam juga dari sang blue……..
29 Mei 2011 pada 07:18
he..he..salam kenal ya, saya juga beberapa waktu lalu kebogor dengan derita kehujanan saat dipuncak, akhirnya memutuskan pulang dalam setengah perjalanan..T.T *ngenes*
Kunjungan balik ya..
30 Mei 2011 pada 18:37
waduh…
aq yo lali he
sik sik
coba tak utek2e sik
12 Juni 2011 pada 05:45
[...] dari Mas Gembol diberikan kepada pejabat Ibukota. Begitu juga orang Bogor selalu mewanti-wanti, Sedia Payung Sebelum ke Bogor, slogan ini mestinya juga berlaku bagi warga Jakarte, bedanya warga Jakarte kudu siap perahu [...]