Arsip untuk sekolah standar nasional

[Embel-embel] Sekolah Plus, Standart Nasional, Internasional

Posted in pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , on 9 Mei 2008 by namakuananda

Adakah yang tau definisi dari Sekolah Standart Nasional (SSN), Sekolah Nasional Plus (SNP) atau Sekolah Bertaraf/Standart Internasional (SSI)? Sah-sah saja menjadikan sekolah berlabel demikian , akan tethathi…. maaf, akan tetapi, kalau boleh aku tau, label-label itu bisa aku pahami (baca) dimana dan referensi apa yang dipakai. Apa karena hanya menggunakan pengantar bahasa asing, mengimport guru bule, dan mengedapankan TI. kebebasan dalam melabelkan pendidikan di negara ini bak jamur di tanah lembab. Sebagai contoh, mereka mengkolaborasikan kurikulum nasional dan asing dan membentuk asosiasi (Association of National Plus School ; ANPS). Karena merasa ‘wah dibanding sekolah lain, sekolah swasta/negeri dapat menyebut dirinya sebagai Sekolah Standar/bertaraf Internasional. Lain halnya dengan sekolah internasional, notabene muridnya memang bule dan terdiri dari berbagai negara bukan sistem pendidikannya yang internasional. Wo Ai Ni, Indonesia. Ulala beibe.

Sudah tak terhitung, berapa banyak sekolah berlabelkan SNP, SSN dan SSI serta Sekolah Internasional (SI) Wow… keren. Tapi apa arti Label itu semua. Mari kita kembali ke UU RI. No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggantikan dan penyempurnaan dari UU. No.2 tahun 1989. Tujuannya jelas, supaya penyelenggaraan pendidikan di Tanah air berada dalam rambu-rambu pendidikan nasional (pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI ’45 yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman).

Untuk sekolah internasional, sebagai contoh adalah International Baccalaureate Program (IB) berpusat di Swiss, yang memudahkan para lulusannya dapat mengakses ke perguruan tinggi yang tergabung dalam wadah itu tanpa mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi yang bersangkutan. Di Negara kita, program IB memang sudah dipakai oleh beberapa sekolah swasta (sekolah kaya) dengan pengawasan yang ketat. Siapa yang dapat menjamin pembentukan National and character building ketika pemerintah memberikan persetujuan kepada sekolah swasta yang melabelkan dirinya menjadi SNP atau SSI. Apakah jaminan pemerintah dan sekolah jika pembelajaran mengedepankan ideologi, ”isme” yang bukan kurikulum nasional? KLOP sudah dengan Kurikulum Tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sangat banyak perijinan yang harus dilalui, UU sendiri telah mengatur secara lengkap bagaimana cara mendirikan lembaga pendidikan. Bapak, Ibu, Mas, Mbak pernahkan melihat sekolah didirikan di dekat pabrik, Rumah Toko (Ruko) atau di lahan yang sempit yang terkesan apa adanya? Bahkan untuk menarik orang tua murid, sekolah tidak sungkan-sungkan menambah muatan import (bahasa asing). Gaya hidup orang tua posmo mendorong menjamurnya pendidikan semacam ini. Orang tua mana yang tak bangga jika si kecil bisa sedikit berceloteh dengan bahasa asing.

Education is for life and not for a living. The aim is to “know one’s self an develop character. The End of Education is Character. Love is for service to nation and the world.

Bisa di baca disini : UUSPN | PP Standar Nasional Pendidikan | bayar Berapa?

[ Kembali ]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: