Home School VS Public Schooling

putus-sekolah-asal-belajar.png
Home schooling sebagai metode alternatif belajar secara perlahan akan menggeser keberadaan sekolah umum. Akan tetapi …..

Tante, ”Johan tidak sekolah hari ini?, jetuk Mira keponakannya yang baru datang dari Surabaya.” Ooo… Si Johan, Iya dia memang tidak sekolah tapi sekolahnya dirumah. Sambil mengernyitkan kedua alisnya Mira bertanya, “Kok dirumah sih?” Terus apa bedanya sekolah di sekolah sama sekolah di rumah ?, imbuh Tante Rara.”

HS (Sekolahrumah) mungkin masih tampak asing ditelinga kita dan telalu “wah” bagi mereka yang belum mengenalnya. Pada dasarnya HS adalah membuat belajar menjadi demikian menyenangkan, mandiri, dan sesuai minat. Gordon Dryden dan Jeanette Vos (Revolusi Cara Belajar:2001) mengatakan bahwa alam ini merupakan alat belajar. Tak peduli di mana pun tempatnya kita bisa belajar.

Pembelajarannya memang berbeda dengan sekolah umum. Di sekolah umum, peran seorang pengajar sangat dominan, anak dijejali berbagai macam materi yang ”harus” mereka terima. Lain halnya dengan HS, Peran orang tua bertangungjawab sendiri atas pendidikan anaknya. Tujuannya membuat anak love to learn, cinta belajar dengan berbasis rumah, bukan demi menciptakan anak jenius yang menguasai semua bahan yang diajarkan. www.sekolahrumah.com

Dengan HS kalangan ”tak mampu” dapat memanfaatkannya – kalangan yang bervisi jauh ke depan tentu dapat memanfaatkannya dengan jauh lebih baik. Model Learning revolution


3 Tanggapan to “Home School VS Public Schooling”

  1. Fatchur99 Says:

    Ada suatu permasalahan mendasar di negeri kita tercinta smapai saat ini yaitu formal School is Everything. No Graduate No Job. dan ini nyata kalo kita baca lowongan pekerjaan belum ada yg membutuhkan lulusan Home schooling. Permasalah kedua karena desakan ekonomi banyak ortu yang ke2-nya kerja sehingga nggak ada waktu untuk mengajari anaknya. Menurut saya sebenarnya kalo kita mau mengaca dari dunia “barat” pendidikan rakyat adalah no1 karena bangsa yang besar adalah bangsa yang rakyatnya berpendidikan dan dapat bekarya. Karena menurut saya salah satu kebutuhan pokok manusia adalah pendidikan. Jangan jadikan pendidikan dan kesehatan menjadi “komoditi” menarik yang bisa menghasilkan uang banyak. Mudah-mudahan pemerintah kita yg “bijaksana” bisa mewijudkannya. ortu juga harus ingat salah satu kewajiban mereka adalah memberi pendidikan pada anak2 nya (kata guru ngaji saya waktu kecil). Maap kalo gak berapi2x, soalnya saya sudah jemu melihat pendidikan yang semakin mahal di negeri kita seolah kita ada dijaman penjajahan.

  2. Katany menurut riset,homeschooler 30% lbh unggul dr publicsholr,,
    Sya ko kurg jelas mksudnya.
    Apakh hal dmikian ckup significant?

    Bgaimanapun jg publicschool tetap penting.
    Tjuan bersekolah adalah jga unt.civilize si anak.
    Bkan berarti anak yg mengenyam HS tdk civilize,tapi kelakpun mereka jga menjdi bagian dr masyrkt sosial.
    Dmana pmbelajarn penyelesaian konflik,ato masalah,yg mugkin hnya didapati di public schl,adalh slah satu pmbekalan n pmbelajarn unt.mereka.

  3. agung setyo Says:

    Saya yakin setiap orang punya potensi untuk belajar secara mandiri dan setiap orang punya keinginan untuk mengaktualisasikan diri. namun sayang sekolah formal justru mengebiri keduanya. yap bagi saya Homeshcooling adalah suatu cara yang “paling benar untuk belajar”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: