Barang bekas sebagai media pembelajaran

Jika anda mempunyai bungkus permen, deterjen, kantong plastik swalayan atau bungkus apapun jangan dibuang”. barang-bekas.jpg

Barang–barang ini sangat berguna jika kita cerdas memanfaatkannya. Di sekolah Insan Teladan Tajurhalang-Bogor, barang bekas itu diolah menjadi baju/pakaian yang sangat eksotik. Para siswa mendesain terlebih dahulu baju yang akan dibuat, mengumpulkan bahan yang diperlukan dan sedikit sentuhan orang tua, pakaian itu siap pakai. Jas hujan, baju muslim-muslimah, piyama dan masih banyak lagi. Pesan/informasi yang disampaikan dalam kreatifitas barang bekas ini adalah memacu Kreatifitas mereka untuk menghargai hal-hal yang terabaikan. Edutainment, salah satu metode yang diajarkan untuk menggairahkan motivasi sehingga siswa merasa “FUN”. Model Learning Revolution : Gunakan dunia nyata sebagai ruang kelas; pelajari dan tindaki. (Revolusi cara belajar bag. 1, Gordon & Jeannete Vos)

Tidak hanya terbatas pada kantong plastik, barang bekas semacam kardus, kertaspun masih berguna. Untuk membuat kreasi pakaian dari kertas/kardus, kita bisa milih bahan dari bekas kantong pembelian di market yang biasanya di kantong tersebut banyak pernak-pernik motif dan gambar yang unik. Tinggal kreasi kita sendiri, gunting dan pilah  motif mana yang akan dipergunakan. Lekatkan bagian dari kertas sampai sesuai kebutuhan dengan lem kertas. Patron pola di tiap bagian pada pakaian yang akan dibuat sesuai ukuran, gunting sesuai patron, dan kemudian cukup lekatkan hasil tiap potongan untuk membuat suatu bentuk  di tiap bagian pakaian. misal ; bagian lengan, krah. Setelah terbentuk bagian pakaian tinggal melekatkan sesuai bentuk pakaian yang dikehendaki. Untuk bahan plastik, pilihlah plastik yang agak tebal supaya pada bagian jahitan tidak cepat robek. Selamat berkreasi😉

menciptakan1.jpg

4 Tanggapan to “Barang bekas sebagai media pembelajaran”

  1. bagus juga tuh kreatifitasnya

  2. modalnya berapa kalo bikin piyama?🙂

  3. […] Artikel terkait > Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran […]

  4. […] 3R, misal memilah sampah organik dan non organik; membuat pupuk dari sisa makanan/sayuran, berkreasi dengan barang bekas. Dengan mendaur ulang berarti mengurangi timbunan sampah, bukan berarti tukang sampah kehilangan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: