Kuadran Kanan di Cap Tidak Waras

icon.gif Profesor Sperry, seorang ilmuwan melakukan penelitian terhadap otak kita. Dia bependapat bahwa belahan otak kiri menjadi aktif ketika otak berurusan dengan logika, daftar, garis, kata, angka dan analisis. Belahan otak kanan berurusan dengan irama, warna, imajinasi, gambar dan rima.

Curhat, setiap hari kurang lebih 8 jam (di kantor) + 5 jam (di rumah) aku duduk memplototi tulisan, grafik, drawing, dan angka-angka yang jlimet di depan komputer terasa berat beban di otakku, sepertinya ada yang tidak seimbang. Tetapi ketika media player mulai mengalun keseimbangan otakku berangsur mulai balance. Mencuri waktu untuk mengilustrasikan yang ada di imajinasiku kerap aku lakukan. Terdengar irama musik dari Vannesa Mae dan Kitaro, aku terasa nge-fly. Meski tanpa kata-kata, gesekan biola Vannesa mengandung arti seribu bahasa. Kadang pertanyaanku tak dapat aku jawab sendiri. Ujung-ujungnya jawabannya ”kok bisa sih?! Oo.. begitu. Apa ngga’ salah tuh.

Kak Seto, ikon pendidikan anak di Indonesia, ia mengingatkan betapa kerapnya otak kanan diabaikan dalam dunia pendidikan. Tidak banyak orang yang menggunakan otak kanannya dan kerap kali golongan minoritas ini di cap GILA oleh golongan mainstream. Coba kita tengok, bila kita memutuskan secara intuitif, merumuskan secara ekstensi (tidak urut), pasti kita dicap tidak waras n aneh. Ary Ginanjar dalam Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual mengatakan bahwa mulailah dengan yang kanan, mulailah dengan otak kanan kemudian dijabarkan otak kiri. Berarti, instuisi dulu baru analisa. Einstein berkata,” Aku percaya pada instuisi dan inspirasi. Kadang aku merasa yakin bahwa aku benar tanpa alasannya.” (dikutip dari Brain Child, Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, Tony Buzan, Gramedia)

Bahkan Gordon Dryden dalam Revolusi Cara Belajar berpendapat ”Ingatlah puzzle : akan jauh lebih mudah jika anda melihat gambar keseluruhannya terlebih dahulu.”

 

felix_thinking1.gif

{ Kembali Ke Laptop } 

4 Tanggapan to “Kuadran Kanan di Cap Tidak Waras”

  1. salam kenal mas,
    blog anda cukup bagus & unik juga. BTW thanks tambahan infonya mengenai SCAMPER….. aslinya memang berbentuk kartu-kartu yang banyak… saya modifikasi… tapi sampai lupa /kacau urutannya ya…. trims koreksinya.

  2. Selama 3,5 tahun,saya menjadi satu-satunya perempuan dalam salah satu divisi di tempat saya bekerja. Dibandingan rekan pria yang semuanya sudah menikah dan berusia jauh di atas saya, selera musik saya berbeda dengan mereka. Seringkali saya memutar lagu dengan sound kencang, hingga terkadang menuai protes.
    Bekerja sembari mendengarkan lagu, merupakan salah satu cara saya untuk menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan saya. Sebagaimana sebagian besar masyarakat Indonesia lain, saya termasuk yang kurang memanfaatkan anugerah otak kanan.
    Saat ini, hampir semua rekan kerja di ruangan saya mempunyai headset selain speaker. Nah, tadi sore (8/3/08), pukul 15.00 WIB, GM kami yang kebetulan iseng masuk ke ruangan berkomentar “Wah, sekarang semuanya pake headset. Ini mau kerja apa ndengerin musik?,” katanya sedikit sini sembari melirik saya. (maksudNa, dia mau menyampaikan pesan mereka beli headset gara2 akyu tuh!).
    “Lho pak, bagus lagi kerja sambil denger musik, menyeimbangkan otak kiri dan kanan”
    “Hallah, apa gunanya?!”
    Pertanyaan “apa gunanya” sampai saat ini masih sering terlontar. Jika masih ada yang menanyakan ini, yaaa silakan aja mencoba sendiri, biar tau kegunaannya🙂

  3. Fatchur99 Says:

    Sangat bagus tentang teori kesimbangan otak walaupun kalau kita melihat kenyataan (Riset) sulit sekali seseorang bisa benar2 seimbang antara otak kiri dan kanan karena sesorang memiliki minat dan bakat yang memang bawaan lahir, seperti einstein yang otaknya diawetkan dan diteliti ternyata otak kirinya lebih dominan karena sering bergulat dengan hukum2 fisika dan logika logika. disanalah letak kelebihan seseorang. saya sendiri susah untuk belajar sambil mendengarkan musik karena konsentrasi jadi buyar dan malah mengacaukan fikiran. tapi bila sudah suntuk buku saya tutup coba cari refreshing baik itu denger musik ato nonton tv sambil inget2 bahan belajar.

  4. gibranhuzaifah Says:

    Ya. betul sekali. Salam kenal..

    Paradigmanya memang harus diidealkan ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: