[membedakan] Foto Original atau Palsu

Jika anda masih meragukan keaslian foto-foto yang bertebaran di internet coba tip singkat berikut ini.

  1. Menggunakan monitor high resolution dan software photoshop
  2. Penggabungan resolusi yang berbeda, misal resolusi 255 ppi (High Resolution – profesional) di gabung dengan resolusi 72 ppi (Low resolution-non pro) kemudian anda simpan ke resolusi terendah (72 ppi) dengan format jpeg. Kemudian anda tampilkan kembali-konversikan ke 255 ppi dan perbesar (zoom) sebesar besarnya, maka terdapat perbedaan pixelnya.
  3. Atur titik terang-gelap. Geser Brightness ke titik maksimum dan contrast ke titik minimum.
  4. Menggunakan adjustment Hue-Saturation-Lightness (HSL). Coba anda Geser slider H dan S. Apa yang terjadi?
  5. Melihat dengan channel RGB atau CMYK, jika gambar itu gabungan maka akan terlihat perbedaannya pada channel Green dan Blue.
  6. metadata yang merupakan embeded profile pada sebuah foto digital tidak pernah membuktikan kalau foto itu asli atau tidak. Kecuali kalau file foto itu berbentuk RAW misalnya berekstension .nef untuk Nikon atau .dcr untuk Kodak )
Perhatikan foto di bawah ini. apakah foto ini asli atau bukan ?

ombak.jpg

Sumber : Alvin Soong (keymon231@xxxxxxx) n salam buat AFO UNESA


18 Tanggapan to “[membedakan] Foto Original atau Palsu”

  1. ufonesia Says:

    wAH MALU NIH ADA YANG LEBIH KOMPLIT🙂
    tHx sALAM UFONESIA

  2. ton6312 Says:

    Bagus infonya,berguna buat saya juga. Salam.

  3. waduuuh, lha kok ribEt geetho seh?…..
    Om, terlalu berat tuk otak dewi yang ga demen teknologi…
    kalo ada foto yang menurut dewi palsu dan rekayasa, yaaa udah dech, ga bakal diliat…
    cuekin ajah…🙂😀😛

  4. puspitariana Says:

    rekayasa foto dah ada sejak dulu, contohnya pada pemotetkan dengan kamera tempo dulu sekitar 15 tahun yang lalu, kita bisa manipulasi foto-foto dengan filter untuk dapatkan nilai seni atau artistiknya, atau motret bisa dengan film yang pake asa tinggi yang hasilnya luar biasa bagus, seiring dengan perkembangan teknologi, kemajuan dunia fotografi juga berkembang dengan pesatnya, salah satunya digunakan untuk rekayasa foto (contohnya kasus sandra devi), bagi peminat foto hal-hal merekayasa foto menjadi kesenangan, apalagi yang punya seni tinggi, bisa bantu membangun imajinasi, bahkan bisa jadi ladang untuk mencari uang, makasih saya tunggu materi selanjutnya……

  5. celotehan Says:

    waduhh, ribet juga bagiku, tetapi akan saya coba, thanks ya..

  6. hmm…roy suryo baru nih..

    Haa….ha…. bukannya ente? 🙂

  7. wah trik yg bagus nih untuk membedakan mana foto asli dan mana aspal…makasih yah

  8. […] [membedakan] Foto Original atau Palsu [membedakan] Foto Original atau Palsu […]

  9. ya komplit bnr yach heheeeee slm knl ajh deh:)”

  10. Boleh nambah bos? Tapi yang ini lebih rumit, butuh sensitivitas

    a. Perhatikan sudut pandang. Jarang-jarang ada foto yang disatukan bisa punya sudut pandang sama.
    b. Arah cahaya. Hanya retoucher yang benar-benar mengerti fotografi yang memperhatikan sumber cahaya saat menyatukan dua objek.
    c. Perhatikan purpose dan kepentingan pemilik foto. Kenapa dia bisa punya foto itu? Untuk tujuan apa? Apa dia kira-kira punya kemampuan untuk membuat foto seperti itu?

    Thx. komentarnya + ilmunya, yang di foto itu anakku, namanya Gadis. Pada waktu olah foto itu aku iseng aja, sayang CS2nya ngga’ kepake.

  11. firdausgtg Says:

    oooo gitu

  12. Waduh ribet juga ya, tapi yang jelas fhoto diatas sie, aspal ya🙂
    Salam kenal trims ya sudah mampir di blog ku http://nenyok.wordpress.com

    same-same terima kasem.🙂

  13. […] Metadata. Tidak terkecuali pada sebuah foto yang diambil menggunakan kamera digital. Contoh pengalaman pribadi: ”Maipren mencoba bermain2 dengan ku”. Ma (nama panggilan terpendek dariku), aku punya foto bagus nih,”sapa maipren pada diriku. Foto bagus gimana? Trus taunya dari mana foto itu bagus,”Kilahku. Tersentak sesaat aku melihat foto yg disodorkan kepadaku…. wow…(maaf fotonya agak hot soalnya diliat ditengah teriknya matahari). Tapi, aku tidak begitu mudah percaya ama maipren; selain kepada-Nya. Sedikit dengan gaya ngeles,”Foto ini ngga’ asyik, masa’ di cetak pake printer portable, coba deh, kalo memang foto ini hasil jepretanmu, aku minta softcopinya”. N, maipren menyanggupinya-softcopy foto aku terima. Kurang dari 1 menit proses pembuktian foto itu terjadi. “Bahwa, dinyatakan foto si A tidak asli”, Duog…duog, sidang ditutup. Sambil mendendangkan lagunya Mata band (Woo..o kamu ketahuan, bo’ongin aku tapi tak mengapa aku tak heran karena dirimu teman baikku) aku menggumam kepadanya,”Kalo mau bo’ongin orang mbok ya pilih2 orang to mas”. Liat cara [membedakan] foto original dan palsu. […]

  14. Ada suatu algoritma gak yang bisa pendeteksi suatu foto atau gambar itu rekayasa atau bukan????

    coba pake program Exif Photo atau Photo ME semoga membantu

  15. dwqihandoko Says:

    berkreasi memang tidak bisa dibatasi tergantung cita rasa kreasi ada pada hati profesionalisasi masing masing salam afo krik

  16. harry90 Says:

    menjawab foto yang diatas:

    ini editan pake Adobe Photoshop CS2 Windows,
    tanggal 16 maret 2008,
    jam 22:29:29,

    baner ga tuh
    hehe

  17. namakuananda Says:

    dwqihandoko : hahahaha . . . . okre KRIK. sorry baru bisa balas🙂

    harry90 : hehehe . . . ya betul. tapi metadata foto bisa di ulik sendiri, biar kek gimana gitu🙂

  18. Anonim Says:

    kalo g salah pake [Adobe Photoshop CS2 Windows]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: