[Embel-embel] Sekolah Plus, Standart Nasional, Internasional

Adakah yang tau definisi dari Sekolah Standart Nasional (SSN), Sekolah Nasional Plus (SNP) atau Sekolah Bertaraf/Standart Internasional (SSI)? Sah-sah saja menjadikan sekolah berlabel demikian , akan tethathi…. maaf, akan tetapi, kalau boleh aku tau, label-label itu bisa aku pahami (baca) dimana dan referensi apa yang dipakai. Apa karena hanya menggunakan pengantar bahasa asing, mengimport guru bule, dan mengedapankan TI. kebebasan dalam melabelkan pendidikan di negara ini bak jamur di tanah lembab. Sebagai contoh, mereka mengkolaborasikan kurikulum nasional dan asing dan membentuk asosiasi (Association of National Plus School ; ANPS). Karena merasa ‘wah dibanding sekolah lain, sekolah swasta/negeri dapat menyebut dirinya sebagai Sekolah Standar/bertaraf Internasional. Lain halnya dengan sekolah internasional, notabene muridnya memang bule dan terdiri dari berbagai negara bukan sistem pendidikannya yang internasional. Wo Ai Ni, Indonesia. Ulala beibe.

Sudah tak terhitung, berapa banyak sekolah berlabelkan SNP, SSN dan SSI serta Sekolah Internasional (SI) Wow… keren. Tapi apa arti Label itu semua. Mari kita kembali ke UU RI. No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggantikan dan penyempurnaan dari UU. No.2 tahun 1989. Tujuannya jelas, supaya penyelenggaraan pendidikan di Tanah air berada dalam rambu-rambu pendidikan nasional (pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI ’45 yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman).

Untuk sekolah internasional, sebagai contoh adalah International Baccalaureate Program (IB) berpusat di Swiss, yang memudahkan para lulusannya dapat mengakses ke perguruan tinggi yang tergabung dalam wadah itu tanpa mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi yang bersangkutan. Di Negara kita, program IB memang sudah dipakai oleh beberapa sekolah swasta (sekolah kaya) dengan pengawasan yang ketat. Siapa yang dapat menjamin pembentukan National and character building ketika pemerintah memberikan persetujuan kepada sekolah swasta yang melabelkan dirinya menjadi SNP atau SSI. Apakah jaminan pemerintah dan sekolah jika pembelajaran mengedepankan ideologi, ”isme” yang bukan kurikulum nasional? KLOP sudah dengan Kurikulum Tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sangat banyak perijinan yang harus dilalui, UU sendiri telah mengatur secara lengkap bagaimana cara mendirikan lembaga pendidikan. Bapak, Ibu, Mas, Mbak pernahkan melihat sekolah didirikan di dekat pabrik, Rumah Toko (Ruko) atau di lahan yang sempit yang terkesan apa adanya? Bahkan untuk menarik orang tua murid, sekolah tidak sungkan-sungkan menambah muatan import (bahasa asing). Gaya hidup orang tua posmo mendorong menjamurnya pendidikan semacam ini. Orang tua mana yang tak bangga jika si kecil bisa sedikit berceloteh dengan bahasa asing.

Education is for life and not for a living. The aim is to “know one’s self an develop character. The End of Education is Character. Love is for service to nation and the world.

Bisa di baca disini : UUSPN | PP Standar Nasional Pendidikan | bayar Berapa?

[ Kembali ]

31 Tanggapan to “[Embel-embel] Sekolah Plus, Standart Nasional, Internasional”

  1. Untuk label di atas memang memang belum ada yang baku.
    Alasannya bahwa pemerintah berkeinginan untuk memajukan kualitas pendidikan di negara kita. Gitu jawabnya yah, nanda aja tau. I LUV U

    I LUV U 2.

  2. Sepengetahuan saya ada beberapa SSI yang masih memakai pengantar Bahasa Indonesia dalam pembelajarannya karena guru-guru belum fasih berbahasa inggris. Kalau sudah kaya gini mending label SSI-nya dicabut. Apa yang menjadi incaran mereka dengan label tersebut adalah banyaknya aliran dana yang masuk. Ujung-ujungnya dah tau kan? Ko***psi! Pernah juga seorang teman nawarin mutasi ke SSN, katanya banyak duitnya. Oalah..emang duit yang banyak itu buat dibagi-bagi.

    Kaya’ -nya UUD ya pak? Unjung-Unjungnya Duit.
    Matur suwun Pak Haji. Save Our Education
    🙂

  3. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/sekolah_plus_standart_nasional_internasional

    TThx infonya.
    Blom sempat upload jack
    😉

    .

  4. MOHON PENJELASANNYA APAKAH HANYA SEKOLAH NEGERI YANG HANYA BOLEH MENYANDANG SEKOLAH BERTARAP INTERNASIONAL, SWASTA APA TIDAK BOLEH . TRIM KSH

    waduh …. kayaknya pertanyaan kebalik nih? Justru swastalah yg mempelopori model sekolah tsb. Kira2 begitu jawabannya mas

  5. Mursyid Hasanbasri Says:

    Sependapat mas, label seringkali menipu diri. Saya sendiri lebih senang kalo fokus pemerintah saat ini menstandarkan proses bukan hanya output. Sedih kalau hanya beberapa sekolah saja di kota besar yang kinerjanya baik. Ada konsep dari nanda?

    ngga’ ada konsep atau resep, Kita tengok kembali Peraturan Menteri Pendidikan Nas. No. 2 2006 Bab 1 Pendahuluan. Itu aja udah cukup. Teknisnya biar bapak-ibu2 yg berkompeten menangani hal ini.🙂

  6. sekolah bertaraf nasional atau internasional, pada akhirnya ujung tombaknya ada pada kualitas guru/ tenaga pengajarnya. Sudahkah para guru bersiap??

    Seharusnya harus bersiap diri sebelum SSN,SBI dan S-Plus dijadikan LABEL.

  7. madreamer Says:

    iah om…SMA saia dulu juga SNBI, trus katana anak2 yang masuk kelas internasional itu sih…gak beda2 amat. yang beda cuma SPP.na aja, lebih mahal 3,5 kali lipat.
    bahasa Inggris jadi pengantar cuma gaya2an,,lhawong murid2na pada gak paham. akirna mereka ya belajar sendiri pake buku B. Ind…
    emang sih dulu masih rintisan, karena programna belum mateng, naek kelas 2 pada banyak yang pindah ke kelas reguler. cape deh…

  8. yupz,,aq jga katanya orang yang skolah di ssi itu orang2 yang yang skillnya tinggi..tp apa???nyatanya nggak tuch orang yang skolah di SSI banyak yang gak tau bhs inggris kok..dan kebanyakan siswanya ogah2an bwt blajar…plis dech

  9. Ternyata bukan hanya gue yang pesimis dengan lebel internasiional tetapi hanya omong kosong belaka……………………..

  10. apalagi yang baru rintisan sekolah internasional quo vadis kali!!!!!!

  11. Mukhlas Irenk Says:

    Aku juga lagi kebingungan cari definisi yang patent mengenai SSN, RSBI, SBI. Ayo di mana…… ada yang tau?

  12. namakuananda Says:

    @ madremer
    @ tHamie
    @ gim
    @ Muklas Irenk

    Yo wis lah… kita semua harus menyabut datangnya embel-embel itu dengan Positif Thinking, bagaimanapun juga pemerintah kita sudah berusaha secara optimal dengan meningkatkan mutu pendidikan, mensejahterakan para pendidik, memberikan bantuan untuk siswa dan hal2 lain yang berhubungan dengan pendidikan dengan merealisasikan anggaran APBN 20%.
    Dengan semua itu kita semua, masyarakat, pihak lembaga pendidikan dan pemerintah turut berperan serta dalam mencerdaskan bangsa, dengan catatan, input yang dihasilkan harus mencerminkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, memiliki rasa tanggung jiwa kemasyarakatan dan kebangsaan. Ini semua kembali ke kita.
    Untuk mencari referensi tentang embel2 itu, coba anda langsung berinteraksi dengan pihak lembaga terkait, dengan jalan itu, anda akan memperoleh hasil yang lebih dan memperkaya studi empiris anda.
    Untuk referensi, baca UUSPN (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional).
    Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif; Udin Syaefudin, M.Ed., Ph.D dan Prof. Dr. Abin Syamsudin. PT. Remaja Rosdakarya, 2007.
    di dalam buku ini terdapat sederet kalimat “If you fail to plan, you are planning to fail”
    Semoga embel-embel di atas bukan sebuah bagde yang nempel di lengan baju.

  13. sekolahku SBI mas, tp baru setahun ini dapet predikat itu, jadi berat bebannya

    Insya Allah, sekolahnya tambah maju, para pendidiknya lebih profesional dan anak didiknya mendapatkan hasil yang diharapkan

  14. Mari kita tingkatkan kinerja kita (guru) semoga embel-embel di atas menjadi kenyataan sesuai harapan!

  15. Sekolah bertaraf Internasional? setuju di satu sisi… disisi lain wah semakin ketinggalan aja yang ga punya duit… Tulisan anda oke juga neh…Ada pendapat seperti ini:Engga heran kalo banyak pejabat yang korup guna nyekolahin anaknya di “Best School”. tapi sayang outputnya juga sama..sama-sama “ehem”walau udah mengeyam pendidikan int’l. Maka engga heran kalo indonesia ada di peringkat 107. …..Setujukah Anda??

  16. @ sutono : asyik…. siap pak.
    selain guru, manajemen lembaga, dan semuanya yg terkait harus mensuppor pendidikan di negeri ini

    @ hanskoko: he…he..he… kek polling atau voting aja, setuju atau tidak, gimana kalo musyawarah untuk mufakat🙂
    Banyak hal yang mempengaruhi kualitas “Best School”, dari indvidunya, support eksternal, sekolah itu sendiri.
    sekolah yg “Best School” di negri ini masih banyak yg mencetak dengan resolusi tinggi kok.
    Seperti halnya olah image/foto, masternya harus benar2 siap edit, kalo tidak, sayang softwarenya yg instan dengan plugin penunjangan tidak tersentuh sama sekali dan brainware yg mengolah image secara “mati2an menjadikan output siap cetak jadi fantastic dan wow keren dan warna tetap terjaga meski di area outdoor. (jadi ngomongin digital printing)
    Untuk hasil korupsi, jangan deh, sayang anak yg tugasnya harus belajar.
    kira2 begitu, bagaimana bersepakat?

  17. Aku juga lagi bingung dengan predikat SBI,SSN,SSI, Soalnya dari UUnya ngak ada yang ngatur. Terus bedanya dengan sekolah yang tidak punya embel-embel bagaimana. Yang aku tahu yang masuk sekolah predikat itu para anak-anaknya pejabat yang ndak pernah jalan kaki ke sekolahnya, bahkan nyamperin gurunya ke rumah sambil bilang ” good morning and good looking “

  18. yah….positif thinking and lihat di daerah pedalaman. seperti pedalaman aceh..banyak yang gak ngerti bahasa Indonesia juga..tapi disisni kabarnya mau dibuat sekokah international

  19. Sya stuju,krna tmen ku skul nya di smp sbi kelas axel,gak bsa tuh bhs inggris.Emg dwit nya byak,tp otak gak ada?

  20. @ rahmad keren abiz : keren. keren. selamat buat dunia pendidikan Aceh, semoga maju dan mutu pendidikan terus ditingkatkan

    @ Beny Sukanton: yaa… gag juga anak pejabat yg masuk disitu mungkin yg berkecukupan. input juga mempengaruhi lho🙂

    @ Ridwan fadil : wah…. kalo itu anaknya aja x yg kurang mengoptimalkan sarana ,prasarana & KBMnya🙂

    emang semuanya butuh proses tuk mencerdaskan bangsa

  21. SYAMSIRBANJARMASIN Says:

    OKE LAH EMBEL-EMBEL APA SAJA TAPI BGMN DENGAN OUTPUTNYA KALAU BISA DISESUAIKAN DENGAN NAMANYA JANGAN INDAH KHABAR DARI PADA KENYATAANNYA, TERUS SAJA BERJUANG BIAR NEGERI INIDIPIMPIN ORANG YANG BUKAN KARBITAN

  22. menurutq ,mending yang d internasinolkan itu gurux dulu,msh banyak kok sekolah yang RSBI maupun SBI,tapi gurux g ada yang bs berbahasa inggris,paling cuman guru bahasa ingrisx aja yang bisa!.kan qta tau buku2 internasional semuax pake bhs inggris!

  23. @ SYAMSIRBANJARMASIN : sekolah boleh berembel2 asal outputnya juga berembel2, yup…semoga pemimpin kita kelak slalu menomor 1 kan pendidikan.
    @ Ucup Meazza : boleh…boleh usulannya…tapi uang untuk menginternas. ada gag ya ^_^ semoga ada

  24. rendra prihandono Says:

    kayaknya anda alergi sekali dgn sekolah-sekolah IBO ya? Anda itu paham nggak sih dalamnya IBO? Pernah ngajar di sana? Kalau nggak, rasanya anda perlu mendalami dulu sebelum beropini yg macem2. SBI pemerintah mungkin memang jongkok, tapi IB school? tidak, mas, atau mbak atau siapapun anda. apalagi pakai dikotomi asing-non asing, anda perlu berhati-hati dalam menggeneralisasi sesuatu yg anda belum pahami benar. kembali kuliah aja dulu deh ya? daripada malu-maluin.

  25. @ rendra prihandono
    lho . . .lho . . .lho . . . piye to mas. kalo aku dianggap gag paham mbok ya di kasih tahu yang bener. byar opini ini mengalir apa adanya.

    lho kok? masnya jadi ambigu sendiri menyebut SBI jogkok. Plisss…. masukannya donk🙂

  26. niatnya kan baik toh, mengajak calon penerus bangsa jadi lebih baik, gak jago kandang, ga jd katak dalam tempurung….
    jd yang diperlukan ya monitor dr government ytc itu,,, apa yg membuat suatu sekolah bisa melabeli diri dengan istilah2 tersebut….
    kadang muak baca org yg skeptis bgt sama hal ini…gak mau maju

  27. slogan yang disampaikan saudara namakuananda hanya sekedar slogan. If you fail to plan, you are planning to fail. Tampak seperti men sana in corpore sano bagi saya

  28. mo tanya nih.. apakah semuar RSBI diharuskan terdaftar dan mengaplikasikan mISo dalam peningkatan manaemen mutu sekolahnya?

  29. Salam kenal semua!
    Untuk kita semua ketahui bahwa perjalanan menuju ke SSI sebenarnya cukup panjang.
    Salahsatu syarat adalah mempekerjakan orang asing alias bule sebanyak 25%, boleh mempekerjakan tenaga asing bila modal awal sekitar 500jt rupiah mapan di infrastruktur terutama bidang teknologi dan yang tidak kalah penting semua komponen di sekolah tersebut mapan atau fasih dalam berbahasa Inggris. He! He! di yang terakhir ini saja saya masih bisa tertawa kalau melihat dan berinteraksi kepada tenaga pengajar bahwa masih banyak yang memakai istilah “You tidak pergi travel hari ini, why?” alias bahasa selebritis yang sukah berceloteh memakai bahasa INDONGGRIS. Memang lucu jadinya dan membuat kuping memerah karena kepanasan mendengarkannya.
    Menyedihkan sekali.
    Apalah artinya sebuah label padahal isinya kosong?

    salam hangat slalu🙂
    untuk “embel-embel” ini memang sangat memacu dunia pendidikan negeri ini jika diserta roh, misi dan visi untuk Go Int.

  30. Betul Pak, dengan rencana yang sangat matang dan SDM yang memadai.
    Harus diingat bahwa bukan hanya menyandang status RSBI atau semacamnya baru diakui oleh masyarakat. Masyarakat kita cukup cerdas dan selektif dalam hal pendidikan jadi harus dilihat dulu mutunya bukan terbuai oleh embel-embel tersebut di atas.
    Merekalah yang menilai dan memutuskan, kalaupun RSBI dll mutunya di bawah standar ya dimuntahkan oleh masyarakat. Malu rasanya! Rasakan…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: