Tidak LOGISTIK

10 tahun yang lalu terjadi perbebatan yang sengit di sebuah forum mahasiswa untuk memecahkan kebuntuan soal carut marut negara ini. Tidak ada yang mau mengalah, sikap idealis masih sangat menempel di diri mereka. Argumentasi dengan logika cerdas seakan-akan mewarnai forum itu. Sudah 5 jam tanpa rehat adu debat antar ke 3 kelompok mahasiswa tiada hasil. Pokoknya hebat deh mahasiswa jaman itu. Bahasa yang digunakannya pun mirip dengan para parlemen gedung putih (bukan Senayan). Egaliter, masyarakat madani, populist, civil society dan masih banyak lagi perbendaraan kosa kata jaman itu.

Sebagai pendengar dan penonton setia, aku hanya menikmati layaknya sebuah pertandingan sepak bola, tapi yang ini 3 tim yang saling serang dan mempertahankan diri. Formasi 3-5-2, 2-4-2-2 atau 1-4-2-3 tidak berlaku di forum ini. Ketika jarum jam menyentuh angka 3-3 (3.15), seorang mahasiswa yang duduk di kursi paling belakang (A) teriak,”Semua yang diperdebatkan tidak realistis, tidak praktis, dan sama sekali tidak LOGISTIK”. Semua mata tertuju pada mahasiswa itu. ”Apa? Tidak LOGISTIK?,” Celutuk mahasiswa lain (B). Ya, tidak LOGISTIK, untuk masalah sepele seperti ini saja semua yang ada disini saling debat, hujat dan cemooh, apalagi untuk ngurusin rakyat, jangan-jangan bisanya hanya ngomong doank,”Timpal (A)”. Serentak seisi ruangan bergemuruh tak terkecuali meja dan kursi ikut tertawa huahaha….huahaha…Emang ada lucu dengan perkataanku,”Tanya (A)”. Mahasiswa (C) berkomentar,”Tidak ada yang lucu, yang lucu itu kata LOGISTIK, kenapa baru muncul sekarang, coba dari tadi kek, kita disini dari tadi pasang muka serius, mulut sudah berbusa dan tanpa dosa kamu teriak kata LOGISTIK. Apa yang kamu maksud dengan kata LOGISTIK?

Belajar dari apa yang kita lihat, dengar, rasakan, kecap, baui, bayangkan, intuisikan dan lakukan secara tidak langsung kita dapat menangkap pengalaman yang ada. Mungkin si (A) bermaksud mengatakan ”tidak LOGIS” tapi yang terucap kata ”tidak LOGISTIK”. Ya… ngga’ pa-pa-lah, dipermaklum, lagi masuk persleling 4. Jelas beda arti kata logis dan logistik. Pliss…kata Logistik diartikan sendiri. Logis (bersifat logika), kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau logika tertentu yang mempunyai konotasi jamak (plural) dan bukan tunggal (singular). Hal ini sering menimbulkan gejala apa yang dapat kita sebut sebagai kekacauan penalaran yang disebabkan oleh tidak konsistennya kita dalam mempergunakan pola berpikir tertentu. Meminjam bait lagu dari Agnes Monica,”Cinta ini, kadang-kadang tak kenal logika”. Atau ungkapan seorang tuna grahita,”Jangan merasa kasihan kepadaku, karena itu tidak ada logikanya”. T’rus, apa sih sebenarnya logika itu?

Satu Tanggapan to “Tidak LOGISTIK”

  1. arief Says:

    hi…hi…hik…. sik eling ae

    Mboje, saiki nang ndi.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: