Laskar Pelangi [Save Our Movie]

Meski kalah (ditolaknya permohonan) Pengujian UU No. 8 tahun 1992 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), tentang perfilman terhadap UUD ’45, para pemohon yang tergabung dalam Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (YMMFI) masih bisa tersenyum dan berikhlas diri. Baca selengkapnya hasil persidangan.

Beredarnya film-film lokal dengan genre tertentu saat ini memberikan angin segar pada masyarakat kita. Mulai dari Ayat-ayat Cinta sampai Tali Pocong Perawan. Bahkan film import yang sudah punya fans tersendiri mulai mencuri perhatian di kalangan pemirsa film kita. Untuk mengimbangi laju film import saat ini banyak sineas muda yang tampil beda untuk memunculkan pakem dalam membuat film. Bermula dari munculnya film Ada Apa Dengan Cinta, Jalailangkung garapan Jay Subijakto/Rizal dan yang terakhir Ayat-ayat Cinta besutan sutradara muda, mas Hanung.Untuk menonton film Indonesia, aku cenderung masih memilih. Film yang masih berkesan di dalam benakku adalah Film yang berjudul Daun di Atas Bantal karya Garin Nugroho dan Naga Bonar 1 setelah itu belum ada film Indonesia yang bisa mengusik pikiranku. Dan akhirnya Naga Bonar 1 diputar kembali untuk mengenang 100 tahun Kebangkitan Bangsa. Ya, moment yang pas untuk memutar film ini. Memang layak. Kesan nasionalismenya sangat kental.

Sekali waktu nonton film karya legendaris Akira Kurosawa sutradara Jepang, sudut pengambilan gambarnya asyik dan terkesan nyleneh. Kolaborasi teknik pencahayaan dan suara sangat dramastis. Karakter penokohan sangat kuat, komplit. Coba deh tonton karyanya, bisa-bisa jenuh dan pengin tidur aja..he..he..he. Untuk masalah film layar lebar di negeri ini, mas Garin emang jagonya, dia lebih suka mengikutsertakan karyanya terlebih dahulu ke pentas dunia daripada di putar di sini dan hasilnya pasti menyabet penghargaan. Kalo di putar di Indonesia terlebih dahulu takut kena sensor X Y ? Atau sistem penjurian di sono-no lebih siap dan independent? Untuk film Under The Tree, kapan diputar di sini mas? Filmnya lagi jalan-jalan ke negeri tetangga dulu ya? 🙂

Tidak kalah hebatnya dengan Mas Garin, Sineas Muda, Mira Lesmana dan M. Rivai Riza (Riri) tidak lama lagi akan meramaikan film layar lebar yang berjudul Laskar Pelangi yang diambil dari Tetralogi karya Andre Hirata Seman. Andre sendiri berharap paling tidak film Laskar Pelangi dapat memberikan pencerahan dan aspirasi di dunia perfilman dan pendidikan. Untuk masalah popularitas dan membandingkan dengan film Ayat-ayat Cinta, Andre cuma tersenyum, “Paling tidak, sama dengan AAC atau lebih”. Mendengar selentingan bahwa film ini akan mulai syuting pada tanggal 25 Mei mendatang. Jangan lama-lama ya Mbak Mira buat filmnya, 4 bulan cukup khan? Ya…. abis lebaran gitu, biar pas momentnya hi..hi…hik. Untuk film yang satu ini, pasti aku tonton. Save Our Movie.

[ Kembali ke Asal ]

4 Tanggapan to “Laskar Pelangi [Save Our Movie]”

  1. moga moga aja lekas ada lagi film negeri sendiri yang membuat tergugah buat menontonnya karena berpikir akan bagus adanya, dan bukan karena kontroversinya, atau karena panjang antriannya…

  2. Mudah-mudahan. Amin. Orang film memang harus lebohtekun berbenah diri.

  3. [ Natazya ] Ya, kira2 begitu mbak. Antriannya kayaknya juga perlu mbak, buat ngembaliin modal🙂

    [ Ersis ] Biar enak ditonton semua kalangan, betul khan pak?

  4. m 13th Says:

    laskar pelangi di bikin film??!!
    keren!!
    pasti nonton!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: