Sempat Mati Bukan Karena Kartu Setan

Ketika sedang ber-SMS ria tiba2 teman anda tidak menjawab atau PHK (Putus Hubungan Kontak) apa yang anda rasakan? Bertanya pada diri sendiri? EGP? Atau memeriksa HP anda. OK, kita mulai menelusuri pertanyaan ini dengan penalaran, jangan pake perasaan.

Bermula dari ber-sms ria, aku PHK dengan seorang teman (si Dia). SMS terakhir dari yang pertama ber-SMS ria tidak dijawabnya. Akalku berbicara,”Mungkin SMSku tidak butuh jawaban”, OK aku terima. Selang beberapa waktu kemudian aku balik bertanya dengan pertanyaan yg berbeda. Mununggu cukup lama sambil berpikir,”Kenapa SMS ku tidak dijawab?”. ”Ooo… mungkin masih mencari jawaban,”Nalarku berujar, OCE, aku bisa t’rima. Hari berganti, masih penasaran dengan logikaku, kenapa mereka berkata seperti itu? Sekarang aku coba lagi mengirim SMS, tidak ada jawaban dan perasaanku menjawab,”Jangan-jangan kena imbas kartu merah alias kartu setan”. Busyeet!!. ”Botd WP tentang kartu ketan aja ngga’ aku lirik, apa lagi percaya ama yang begituan,”Perasaanku tambah menghantui pikiranku.

Pulang dari kantor sambil ngecek HP, ha…ha…ha…. ternyata si dia sudah menemukan jawaban, terlihat di HPku tertera icon HP dan Kartu berarti ada pesan dan miscall masuk, betul khan? dengan senang hati aku buka SMS tadi, yach ternyata Bunda (istriku) yang kirim SMS. SMS-nya berbunyi,”Yah, aq lagi blanja, klo mo mask, keynya d bwh pot”. Kadung senang ternyata bukan teman yang PHK. Secara tidak langsung aku beranggapan bahwa yang miscall Bunda, jadi buang-buang waktu kalo buka miscall. Tritit….tritit….bunyi bep pertanda low bat pada HP. Males ngecharge aku langsung lepas aja baterainya. Sambil tidur-tiduran antara nalar dan perasaanku berperang, tidak ada yang menang, yang ada sama2 tumbang, aku larut dalam mimpi. Hari berikutnya dan berikutnya aku tetap SMS dia hasilnya nol besar, akhirnya aku menyerahkan nalar dan perasaanku berperang sambil mencari pemenangnya, lagi2 hasilnya sama2 KO. Sebagai wasit, aku harus mengambil keputusan. Ku ambil inisiatif dengan menggunakan intuisiku. Kalo di SMS tidak berjawab kenapa tidak di coba calling, suatu bisikan yang cerdas. Kumulai mengetikan no. Dia, selang kemudian terdengar nada sambung tutt…tutt…-+6X tidak diangkat/respon. Perasaan yang tadinya ku pendam muncul kembali, wah….jangan2 bener nih kena imbas kartu merah atau ada suatu kata yg salah di SMSku, dah EGP aja lah. Tak lama kemudian bunyi Tritit….tritit…. hah ada SMS masuk. Sambil bernalar dan membawa perasaan takut, aku buka isi pesan itu. Terkejut dan bertanya. Ini no. Siapa? Ada kode areanya lagi. Isi pesan tersebut ”Kalo mo ngomong pake yang ini aja”. Perasaanku tambah takut dan membenarkan bahwa ada indikasi kartu merah bermain di dalamnya. Nalarku menepis perkataan perasaan,”Lo, jangan pake perasaan, berpikir logis donk kalo mo memutuskan sesuatu”. Batinku tertawa,”Ada2 aja si nalar ama si sense ini”. Deretan pertanyaan menambah di benakku, kenapa si dia mengalihkan ke no. yg berkode area, toh kalo di respon aku yg bayar pulsanya. Tapi sedikit agak tenang, coz aku tau bahwa si dia berada di area itu, sembari menghibur diri, aku ucapkan,”Semoga kamu disana baik-baik saja”. Hari berganti, aku coba kirim SMS lewat no. Berkode area, lagi2 tidak berjawab. Why? Cukup disini, aku pusing + penasaran. Apa ini imbasnya kalo aku ngga’ baca artikel, apa itu kartu merah? Boro2 ngurusin kartu merah, mending ngurus kartu Visa bisa week end.

Dengan bantuan Sang Maha Guru dan Pemegang Rahasia Alam mempertemukanku dengan si dia. Aku langsung bertanya,”Kok ngga’ dibales SMSku sih?”. Tidak di duga dia berucap,”Sebelum menjawab pertanyaanmu, kenapa kamu tidak angkat panggilanku (kira2 begitu pertanyaanya)”. Setelah itu…..bla…bla…bla… si dia berujar basi, wassalam. Ngga’ ada hujan, panas, angin kok bisa basi hi..hi…hik. Dari sini harus dicari sumber kebenaran, apa yg terjadi.

Penelusuran singkat, menu-message-miscall, ternyata banyak no. Yg nyangkut di HPku. Bunda 20X, rumahku 5X, Nurdin 2X, dan no yg dituju 3X, klik tertera no. 081******** dibawahnya 15 05 03. Ditemukan miscal 3X, Pertanyaannya, kenapa yg muncul angka/waktu 15 05 03, suatu jawaban yg tidak masuk akal (tidak logistik). Lagi2, apakah ada hubungannya dengan kartu merah?

Secara singkat, dari rangkaian kata itu, aku dapat memetik pelajaran :

  1. Tidak usah tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, pergunakan nalar, perasaan bahkan intuisimu secara bijak.
  2. Jangan melepas baterai HP anda jika tidak diperlukan, bisa2 seperti cerita diatas. Set-up awal (waktu, nada dering, dan menu lainnya dapat berubah)
  3. Buka pesan yg anda terima secara menyeluruh, jangan membuat anggapan sendiri Ketika SMS Bunda dibuka belum tentu dan/atau bisa jadi no. Si dia dan bunda masuk secara bersamaan.
  4. Ternyata Sempat Mati Bukan Karena Kartu Setan J yang selama ini digembor-gemborkan.banyak orang.

by si gaptek soal Per-HP-an

[ Menu awal ]

6 Tanggapan to “Sempat Mati Bukan Karena Kartu Setan”

  1. aku bongakr pasang batre karena gonta-ganti kartu ndak nemu masalah kayak gitu tuh pak..🙂

    Ya.. itu dia, aneh khan? kira2 kena apa? maaf, gaptek HP.🙂

  2. Elys Welt Says:

    aku malah belum pernah punya HP, belum perlu soale😀

  3. agoes piyu Says:

    mas, kirain ada yang mati beneran, ternyata ya….🙂

  4. HP nya jadul kali, ganti dong..

  5. whew!!!….
    panjang juga ceritanya
    padahal masih cerita dari satu sisi nich, gimana klo ditambah versi Si Dia ?
    bisa jadi cerbung ato buku cerita kali ya..

    ngomongin soal sisi, dewi jadi inget dua sisi uang logam…
    yang nggak akan pernah nyambung karena berada di dua sisi berbeda
    begitu juga ketika kita melihat sebuah titik dari arah yang tak sama…

    Jadi cerbung yah?! eeemmm… aku pikir dulu yah, sekalian cari penerbitnya🙂

  6. ga ngarti gw maksudnya apa…hahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: