Apa Yang Kita Lihat, Itulah Yang kita Pikirkan

Pake baju koko/muslim, terlihat alim; pake jaket kulit hitam terkesan brandal; Dokter/suster bajunya putih-putih; Pake baju batik terkesan tua, apa iya?

“Ayah kalo pake jaket kulit, sangar banget, apalagi kumis, jenggot dan rambut pada dipanjangin, mending pake baju koko, cakep, bersih, enak dipandang, “Sindir Bunda. DAN aku tertawa,ha…ha…ha….ha…haπŸ˜€πŸ™‚πŸ˜‰

Stereotype – Melihat Kemasan – Apa yang kita lihat, itulah yang kita pikirkan. Bicara masalah apa yang kita lihat pasti tidak terlepas dari cahaya. Apa sih sesungguhnya warna cahaya itu? kalo memang mempunyai warna, mestinya bisa dilihat donk?! Kata seorang ilmuwan yang telah menganalisis cahaya,”Cahaya adalah bentuk dari energi elektromagnetik yang terdiri dari medan magnet H yang bergetar pada frekuensi yang sangat tinggi dan tegak lurus dengan medan listrik E, dan si ilmuwan berpendapat bahwa tidak ada yang buruk di dalam medan magnet dan medan listrik tersebut. Jadi, ketika kita mentransfer sesuatu yang kita lihat, logikanya tidak ada keburukan/kebaikan atau kesan apapun yang masuk ke dalam mata kita. T’rus stereotype yang terbentuk dari hasil melihat selalu “menempel” pada diri dan masyarakat kita selama ini bagaimana? harus di rubah? Selama tidak ada keburukan di dalam diri dan masyarakat kita, sah-sah saja khan?!

[Halaman Depan]

6 Tanggapan to “Apa Yang Kita Lihat, Itulah Yang kita Pikirkan”

  1. masalahnya, mata hanya jadi tool, alat untuk transfer, yang kemudian diolah sama otak.
    Otak, terkadang terkontaminasi oleh informasi yang sudah diterima sebelumnya..

    Nih PR baru, kenapa yang mengolah semua itu OTAK?πŸ™‚

  2. selalu melihat sisi luarnya dulu sebelum dalamnya…

    salah satu hal yang membuat kita sulit untuk berfikir positifπŸ˜†

    Ya. Positive thinking aja lah.

  3. Bagus juga lho yang empunya diri memperhatikan kemasannya. Saya yakin, paling tidak yang punya ”kemasan” tadi akan berusaha untuk menyesuaikan ”isinya”. Misalnya, saya, kalau dari foto tampak alim, he.he.., kenyataannya? Siapa yang tau kan? Tapi, saya selalu berusaha ke sana, walaupun masih jauh, he.he..

    Udah deket pakπŸ˜†

  4. seep artikelnya bangπŸ™‚

  5. dianasafitri Says:

    Tuh bener khan kata bapak Hadi, yah?πŸ˜†

  6. Kalau dalamnya baik, bersih dan santun, akan semakin lengkap dengan kemasan luar yang senada…πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: