Kembali Ke Zaman Renaissance

Siapa saja dapat belajar menggambar sepanjang mereka diperkenalkan pada teknik-tekniknya secara tepat. Salah satu petikan tesis Dr. Betty Edward dalam bukunya Drawing on the Right Side of the Brain.

Semua sudah pasti melewati masa kanak-kanak yang penuh imajinasi dan kreatifitas. Pernahkan anda (kanak-kanak) merasa kecewa ketika hasil dari menggambar/mewarnai tidak dipajang, karena hasilnya kurang bagus dibanding teman anda? Bahkan guru kita selalu merujar,”Jangan lihat-lihat pekerjaan orang lain dan jangan meniru, itu namanya mencontek! Disini tidak boleh mencontek.” Dan ketika selesai menggambar, kita bisa melihat hasil teman kita lebih bagus, dan diperparah dengan apresiasi guru yang kurang populer sambil melipat kedua tangannya,”Gambarmu kurang bagus, mestinya kamu bisa menambah ini, itu, begini, begitu, wah lengkap sudah penderitaan masa kanak-kanak. Kenapa harus bersedih? Coba tanya pada anak anda, pasti dia bisa jawab.

Mengikutkan Si kecil (Ananda) dalam lomba mewarna sebuah jalan untuk mengetahui, apa yang dia mau saat ini dan masa datang. Waktu yang diperlukan dalam lomba itu 75 menit. Aku rasa waktu yang cukup lama buat si kecil 4 – 6 tahun untuk mewarna sebuah gambar. Ternyata benar dugaanku, Ananda menyerahkan gambarnya pada menit ke 28 kepada panitia. Dan panitia berujar, Udah selesai Dik, diselesaikan dulu waktunya masih lama.” Ternyata Ananda tetap kekeh,”Udah, Udah capek Oom.” Bunda meng-iya-kan,”Ananda kurang betah berlama-lama menggambar kecuali Dia berada di depan komputer seperti ayahnya.”

Sepulang dari lomba, aku bertanya pada si kecil,”Kenapa adik ngga’ sampai selesai mewarnanya, khan nanti ngga’ dapat juara?”. Dan, Ananda dengan riangnya menjawab,”Yang juara itu ngga’ dapet hadiah, ayah!” Suatu kalimat yang menjadi hadiah pada diriku. Ternyata Ananda tidak butuh hadiah dalam lomba itu, dia hanya butuh bermain, mencoret/mewarna gambar, berkumpul bersama dengan teman sebayanya dan dapat berekspresi diri menurut caranya. Gimana Ananda betah menggambar di secarik kertas dengan crayonnya, lha wong Bundanya suka membaca dan Ayahnya suka menggambar di Laptop. Dan Ananda lebih suka menggambar dengan software drawing kids karena tinggal klik-klik, geser sana-geser sini. Jadi deh.

Ketika sebuah seni berbicara, zaman Renaissance yang baru mulai bertunas.

[Balik Maning]

20 Tanggapan to “Kembali Ke Zaman Renaissance”

  1. jadi ngiri ma yang pernah tk , soale ngga pernah tk
    jadinya begini dech

  2. dianasafitri Says:

    Nanda dapet hadiah juga, hadiahnya makan di CFC Baranang Siang Bogor.🙂

  3. Iya menggambar dilaptop lebih gampang, praktis dan hasilnya lebih halus
    cuma anak2 jadi tidak terbiasa melatih kesabaran, biasanya kurang teliti saat harus memakai “tangan”nya

  4. Jadi ingat saat anakku ikutan lomba memasang puzzle.. hasilnya berantakan.. tapi mereka berdua senang tertawa di atas panggung perlombaan.

  5. @ realylife :😆

    @ diana : Ayah kok ngga’ diajak sih😉

    @ rita : “tangan”nya, iya sih🙂

    @hedwig : emang dunianya, dunia bermain

  6. serunya masa kanak2…
    salam kenal😉

  7. paling nggak sekeluarga punya jiwa seni pak..

  8. berdasarkan minat bukan karena hadiah ya..

  9. Salam buat Ananda ya …. duhhh pengen punya adik kecil …

  10. ipk4cumlaude Says:

    Lam kenal mas… thx dah berkunjung…
    Waduh jadi envy sama yg sudah punya anak. Pengen punya euy, tapi belum nikah….😀

    “Anak kecil itu pinter dan tak terduga”

  11. pengen jadi anak teka lagi …. menikmati hidup tanpa beban,tanpa paksaan,tanpa penghianatan ………sesuatu yang membahagiakan… mampir jg ya kawan

  12. Saya jadi teringat hobby saya waktu masih sd-smp dulu, suka nggambar. Sekarang udah gak pernah di asah lagi.
    Apalagi sekarang dunia komputer grafis merajai segalanya.
    Salut deh sama Nanda…

  13. @ eNPe : masa kanak2, masa bermain,iya khan bu?

    @ gunawanwe : untuk berkesenian, Nanda berekspresi sendiri, sebagai ortu hanya bisa mengarahkan

    @ hangga : yup, minat dan bakat pada anak

    @ BaNyu : Pengin punya adik ?🙂

    @ ipk4cumlaude : oyi, anak sbg teman bermain sehari2, buruan nikah🙂

    @ mudahbentara : Yup, 🙂

    @ tusyalrasyid : sama2 mas

    @ nulis cerpen ama cerbungnya asyik banget pak, apa lagi ditambah sedikit sentuhan ilustrasi, wow ciamik🙂

  14. nyari yang baru sambil istirahat
    permisi ya….

  15. jd ingin segera punya anak biar bisa dididik dgn baik dan benar…😉

    Pingin ?? 😉

  16. Bagus mengenalkan anak dengan perangkat menggambar dengan komputer, tapi tangan anak perlu di latih untuk bersabar dengan menggambar manual (read: pake crayon, pensil warna, spidol)…salam kenal

    Yup, seperti saran Dr. Betty, anak diarahkan agar terbiasa… jadi kayak guru. hi..hik
    salam juga yg ada di Melbourne Victoria Australia

  17. ardansirodjuddin Says:

    Blog yang bagus dengan materi hebat. Salam kenal Mas, silahkan berkunjung ke blog saya di http://www.ardansirodjuddin.wordpress.com. matur nuwun

    ma kasih mas berkunjung di blog ini

  18. Asyik. Anak kecil itu polos ya……apa yang ia mau, apa yang ia pengin katakan, asyik aja mengalir.

    Begitulah anak kecil, dunianya bermain akan keriangan

  19. Anonim Says:

    punde

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: