Zakat

Bukan lantaran sangat berharap mendapatkan uang zakat 30 ribu rupiah, saudara kita dipanggil menghadap kehadirat-Nya. Musibah dapat menimpa siapa saja, dimanapun, kapanpun, bagaimana bentuk musibahnya dan mengapa musibah itu terjadi hanya Illahi yang tau. Kelalaian manusia sebagai perwujudan egoistik dan arogansinya sangat ketara ditunjukan dalam reality show ini. Apa yang mereka lakukan tidak sebanding dengan nikmat rezeki yang diberikan-Nya. Pementasan Keikhlasan hati seseorang untuk mendapat ridlo-Nya tidak dapat diterawang secara kasat mata.

Kematian seakan mengundang derai air mata. Banyak alasan mengapa mereka sampai meneteskan air mata – sangat manusiawi. Ya … manusia hanya bisa pasrah, ikhlas, berdoa untuk mengantarkannya ke dunia lain untuk melanjutkan perjalanan yang pada akhirnya bermuara pada Allah.

Tidak sedikit individu, golongan, aparat pemerintah, bahkan praktisi agama menyesalkan Tragedi Pasuruan. Mengapa baru sekarang? Semua seolah-olah tutup mata, menjadikan tragedi ini untuk mendongkrak rating untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Dalam 12 bulan, Bulan Ramadhan sangatlah dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim sedunia. Dalam bulan itu banyak sekali aktifitas yang dapat dilakukan umat muslim, salah satunya berzakat. Dan semestinya ”pembelajaran” dalam berzakat dapat ditunjukan secara signifikan dan aturan yang jelas. Kesenjangan masyarakat kita sangat rentan menimbulkan masalah sosial dan dapat berakibat fatal dalam kehidupan bernegara. Siapakah yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini?

Turunnya Al-Qur’an sebagai kunci pembuka untuk umat seluruh dunia, 17 Ramadhan 1428.

Satu Tanggapan to “Zakat”

  1. Ya, sependapat. Ini sungguh arogan. Begitu caranya membagi zakat? Rasanya, untuk memberi sesuatu ke orang lain, gunakan tangan kanan. Tangan kiri sekalipun janganlah tahu.

    Kejadian seperti ini tak cuma sekali ini. Tahun-tahun dulu pernah kejadian bukan? Saya masih ingat betul.

    Pementasan keikhlasan hati. *Geleng-geleng kepala.

    kayaknya kalo mau memberi itu dateng aja/nyamperin? bukan orang yang diberi n-datengin, biar ngga’ malu gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: