Matematika VS Bahasa Verbal

Memilih belajar matematika dari pada belajar membaca dan menulis, itulah aktifitas dalam belajar keseharian buah hatiku. Mengapa dia lebih senang belajar matematika dari pada membaca dan menulis? Jika ada PR matematika, dengan “sombongnya” dia berkata,”Ayah, Dedek udah ngerjain PR-nya, PR kemarin dapet seratus, nih, coba deh ayah lihat.”

Suatu ketika, Ananda meminta untuk dibuatkan soal matematika. Sengaja agak nyleneh, soal yang aku berikan bukan soal penjumlahan tapi perkalian. Contoh soal : 2 X 2 = ……, 4 X 3 = …. , 5 X 1 = ……. dst, Ternyata soal matemaika itu dikerjakan dalam waktu kurang dari 5 menit, untuk anak TK A sangat luar biasa. Dengan bangganya dia berkata,” Gampang banget sih, pasti dapet seratus”.

Tertawa lepas, itulah yang aku rasakan ketika melihat hasilnya. 2 X 2 memang hasilnya 4, untuk Nanda 4 X 3 = 7 dst. Setelah koreksi latihan soal, aku bertanya,”Kenapa 5 X 1 = 6”. Seperti biasa, Nanda memperagakan jarinya untuk menghitung. ”Coba ayah liat, nih 5, nih 1. Satu dua tiga empat lima enam, betul kan enam ayah?”

Ternyata si kecil masih belum bisa membedakan tanda penjumlahan ( + ) dan perkalian ( X ).

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial (mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan padanya)

( kembali )

3 Tanggapan to “Matematika VS Bahasa Verbal”

  1. Tapi jangan salah, dengan matematika kerancuan bahasa dapat diatasi lo. Sebagai contoh kata betul dan benar. Dalam struktur ketatabahasaan Indonesia, dua kata tadi memiliki makna yang sama. Kalo menurut saya malah berbeda jauh. Di lihat dari sudut pandang matematika (saya guru matematika lo), betul dan benar sangat jauh maknanya. Coba dua kata tersebut diberi awalan ke dan akhiran an, KEBETULAN dan KEBENARAN. Jauh kah bedanya?

    Achmad Nizar
    http://www.nizland.wordpress.com

    Kayak Bapak juga ahli bahasa juga lo, itu dia kelemahan bahasa verbal.🙂

  2. dianasafitri Says:

    setuju sama pendapat diatas. KEBETULAN contohnya astrology sedangkan KEBENARAN contohnya astronomi. Pengetahuan Geosentris yang berubah menjadi Heliocentris selama 150 tahun, karena proses pengetahuan menjadi ilmu. dalam filsafat pengetahuan dan ilmu itu berbeda. Makanya ada pendapat yang mengatakan istilah yang tepat adalah pengetahuan ilmiah. ingat konsep diterangkan menerangkan (DM). Itulah sebabnya banyak terjadi kerancuan bahasa. salam kenal untuk pak guru matematika..

    Tumben analisa bisa dicerna akal sehat. Ha…ha…ha… 🙂

  3. […] Revolusi Cara Belajar Putus Sekolah Boleh, Asal Tidak Putus Belajar « Matematika VS Bahasa Verbal […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: