Matematika VS Bahasa Verbal Jilid 2

Mungkin anda tau tebakan berikut ini. Di kandang ada 2 ekor bebek, jika dikali 4 ekor bebek jadi ada berapa ekor bebek? Dalam bermain tebakan perhitung terkadang kita menggunakan bahasa yang ”seenaknya”. Alhasil, tebakan bisa lebih dari satu jawaban. Namanya juga tebakan, iya khan?

Membahasakan bahasa matematika, kita harus mempunyai kesepakatan terlebih dahulu. Kalo tidak, interprestasi kita dan orang lain bisa kacau dan susah dipahami. Seperti tulisan terdahulu, Ananda masih belum dapat membedakan antara penjumlahan ( + ) dan perkalian ( X ). Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif. Demikian juga penjelasan dan ramalan yang diberikan oleh ilmu dalam bahasa verbal semuanya bersifat kualitatif. Berbeda dengan matematika yang mempunyai kelebihan lain dibanding dengan bahasa verbal. Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Jika kita ingin membandingkan dua obyek, anda memakai bahasa verbal atau matematika?

Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu dan memberikan jawaban yang bersifat eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat. (Jujun S, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: 1988, hal. 209).

Angka tidak bertujuan menggantikan kata-kata, pengukuran sekadar unsur dalam menjelaskan persoalan yang menjadi pokok analisis utama. Matematika merupakan bahasa artifisial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. ”Biar bagaimanapun keragu-raguan adalah ciri utama seorang ilmuwan ,”Celetuk Profesor di koridor kampus.

( kembali )

2 Tanggapan to “Matematika VS Bahasa Verbal Jilid 2”

  1. Di kandang ada 2 ekor bebek, jika dikali 4 ekor bebek jadi ada berapa ekor bebek?

    Bila kita telaah kalimat itu, tidaklah kontekstual…
    karena arti dikali tidaklah menggambarkan sesuatu yang sebenarnya terjadi dalam keseharian ( bener ga ya…???😀 ) dan …
    kalimat itu ambigu
    satu : di kandang ada dua ekor bebek, dan dikali (sungai) ada empat ekor bebek
    dua : dikali mengandung arti operasi kali pada matematika
    itulah sebabnya bila membuat soal agar menggunakan kata operasional yang dapat dipahami oleh siswa…

  2. Betul Pak, 🙂 saya sendiri sempat “terkecoh” sama si kecil kirain ngasih pertanyaan logis eh ngga’ tau nya sekedar tebakan.

    Matur suwun atas tambahan perbendaharaan ilmunya
    dan sekarang siswa pada pinter buat pertanyaan u/ gurunya serperti contoh diatas. ( sekedar berakrab ria sama gurunya x )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: