Ribut Dengan Si Parno Di Bulan Suci

Syarat-syarat apa sih yang harus dipenuhi perundang-undangan untuk dapat menentukan suatu perbuatan sebagai perbuatan pidana?Ada yang mengemukakan pidana sebagai pembalasan, tetapi ada pula sebagai prevensi, baik umum maupun khusus sebagai menegakkan hukum, menyelesaikan konflik atau guna menghindarkan main hakim sendiri.

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang aksi Si Parno dalam bermasyarakat dan bernegara dari tahun-tahun tidak menunjuk hal positif, mengapa demikian rumit hal ini dibahas di tingkat wakil rakyat (DPR)? Apakah SDM yang ada di sana sudah loyo, sudah kehabisan energi atau hanya sekedar mempertahankan cara berlogika, unjuk argumentasi tingkat tingginya? Dan, ada apa gerangan, aksi Si Parno dicuatkan kembali di Bulan suci ini? Hilangnya musyawarah untuk mufakat dan digantikan dengan langkah VOTING yang ditunjukan wakil kita akan menimbulkan bluder di area itu sendiri. Masyarakat sebagai penikmat Undang-undang untuk mengayomi hak-haknya akan sangat rentan “diajak” berselisih yang eksesnya akan dapat menimbulkan dis-integrasi bangsa ini.

Jika kita melakukan tindakan yang “Postif”, tidak jarang orang disekeliling kita memberikan reward, bagaimana halnya ketika kita melakukan perbuatan “negatif”? Perbuatan negatif – pelanggaran – hukuman. Erat hubungannya dengan tindakan Si Parno yang notabene di-CAP sebagai perbuatan ASUSILA di mata masyarakat, yang ujung-ujungnya bermuara pada tindak pidana. Padahal Si Parno sendiri tidak mau jika tingkah polahnya selama ini di-CAP sebagai biang keresahan. Bagaimana kelanjutan nasib Si Parno selanjutnya ? Mari kita tunggu bersama-sama scrip – endingnya yang lagi di susun oleh para penulisnya di Gedung Senayan. Dan apakah Si Sutradara dapat mengarahkan para artis dan aktrisnya sesuai dengan scrip aslinya? Atau biarkan saja apa pemain beimprovisasi bermain tanpa naskah dan director, yang ada dalam pementasan itu hanya seorang juru sorot gambar? Kita lihat hasilnya. OK

3 Tanggapan to “Ribut Dengan Si Parno Di Bulan Suci”

  1. dianasafitri Says:

    Ya…. Ayah nulis Si Parno lagi. mending mempertahankan akhlak kita di jalur-Nya

  2. Kasihan juga ya Si Parno jadi kambing hitam. Tapi emang Si Parno jelas-jelas salah sih.

  3. progoharbowo Says:

    masalah si parno ….
    ini memang cukup rumit dan sensitif. Kalau dewan kurang kompeten bisa gawat… karena UU sangat berpengaruh pada kehidupan berbangsa kita….

    Sayang, seringnya naluri dan akal sehat semakin menjauh dari para anggota dewan terhormat…. mereka malah memilih lebih akrab dengan kepentingan sesaat …

    Salam,

    Ya gawat banget, apalagi dieksekusi dengan VOTING.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: