Maaf, Aborsi Politik

Maaf andaikata tulisan ini berubah 127 derajat, karena ada sesuatu hal yang menggugah pikiran. Lagi semangat untuk berbagi tentang kota Bogor  dan sekitarnya, tiba-tiba terdengar suara panelis di layar kaca,”Sejauhmana anda dapat merubah kota Bogor … bla…bla…bla…dan bla…bla…bla…” Jadi ingat sewaktu kuliah mata kuliah seminar. Seorang penanya (teman mahasiswa) berkata,”Sejauhmana media dapat merubah tingkah laku siswa, coba anda jelaskan!”      Berpikir sejenak bukan karena tidak tau jawabannya. “Maaf Pak Dosen, apakah pertanyaan itu perlu di jawab?”,Sambil cari jawaban (ngeles dikit nih ceritanya).  “Apa ada yang salah dengan pertanyaan itu?”Jawab Pak Dosen. “Bukan masalah salah atau tidak, kalo pertanyaan sejauhmana, t’rus jawabannya apa?”, Biasa ngulur waktu kek sepak bola. Ada yang tau kalo pertanyaannya sejauhmana, jawabannya apa? Sejauh ini, (halah…. kok jadi ikutan sejauh – sejauh,) parameter apa yang dapat menentukan pertanyaan “sejauhmana” ? Berangkat dari pertanyaan panelis di media pandang dengar, aku jadi terbuai untuk mengikuti acara itu, Debat Terbuka Wali Kota Bogor. Program yang didesain, di kemas begitu apik untuk pembelajaran dan pencerahan politik bagi masyarakat tiba-tiba terasa hambar, pertanyaan2 yang seyogyanya di jawab dengan pernyataan yang elegan, logis, memaparkan dengan fakta-fakta riel, di jawab dengan ……

Salah satu kandidat tidak tau GDP (Gross Domestic Product) sektor industri dan perdagangan Kota Bogor, bagaimana beliau bisa memimpin kota ini kalo tidak tau GDP -nya ?  Runyamnya lagi, debat itu membeberkan tentang keimanan dan ketaqwaan, sesuatu yang sangat privatisasi. ya….ya….ya… atau karena slogan Bogor? t’rus jadi begono cara menggiring bolanya. Politisasi agama berbicara.

Tidak adanya hipotesa, null dan jalan alternatif untuk mencapai tujuan sesuai misi dan visi, segala jalan dilalui. Sikap aborsi politik semestinya tidak dipertontonkan dan didendangkan meskipun secara transparan terlihat dan terdengar. Kasihan rakyat yang notabene tidak tau bahasa politik ditambah dengan ketidaktahuan karena tidak tahunya. Konon katanya, satu suara menentukan nasib dan perubahan.
Semestinya, sebagai calon “Pelayan Masyarakat (Public servants) bersikap bagaimana hayo? Monggo wakil dari rakyat?

Semoga Kota Bogor mendapat pemimpin yang slalu di rindukan rakyat. Aku tutup tulisan ini dengan ; Tidak ada alasan untuk tidak ilovebogor, aku cinta Bogor.

( Go Back )

7 Tanggapan to “Maaf, Aborsi Politik”

  1. judulnya syerem🙂

    siapapun pemimpinnya semoga dia dapat mendukung aspirasi rakyatnya

  2. ILYAS ASIA Says:

    cinta bisa mengubah segalanya

    politik dengan hati

  3. wah sama sama orang bogor ya
    memang terkadang calon wakil rakyat terlalu meremehkan otak dan cara pikir serta sudut pandang sisi politik dari rakyatnya sendiri

    banyak yang mengatakan ingin memajukan kota bogor tapi caranya bagaimana apa saja yang dilakukan secara spesifik

    salam kenal ditunggu kunjungan baliknya
    BTW milis siapa tanggal 25
    kalo saya sih gak mau milih ah
    setia pada GOLPUT

  4. huehehehe……
    waktu ngeliat si calon walikota (apa wakil walikota ya?) yg nampang sendiri tanpa pasangan, duuuh….udah males ngeliat debat terbuka-nya.

    apalagi pas denger jawaban yg asal keluar, waaaaahhh….tambah males deh

    ya udah, ganti chanel😀

  5. namakuananda Says:

    Siapapun pemimpinannya harus kita dukung dengan cara2 konstruktif.
    Semoga hari ini 25 Oktober 2008 terjadi perubahan yang berarti bagi kota Bogor.

  6. keadilan dan kemakmuran menjadi impian rakyat

    Begitulah yang kita harapkan

  7. […] sumbang/fals, bahkan tak enak untuk di lantunkan. Contoh, membuat judul aja terkesan asal-asalan ”Maaf, Aborsi Politik”. Leech ( Principles of Pragmatic, 1983;119) dalam Pendidikan Berbahasa Santun yang di tulis oleh Dr. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: