Seberkas Cahaya

“Terbalaskan” sudah, Bulan Agustus ketika itu, Seorang ibu berbisik kepadaku,”Pak, semestinya anak-anak dapat tampil di Kecamatan”. Dan akupun hanya tersenyum. Pesan ini selanjutnya aku sampaikan kepada Kepala Sekolah (nb ; mantan pacar),”Tadi kata ibu-ibu, mestinya anak-anak ngikut upacara di Lapangan kecamatan, biar tim marching bandnya dapat main di situ”. Ekspresinya sama, hanya tersenyum,”Toh kalau orang kecamatan tau kita ada  marching band pasti di undang kok,”Tutur Ibu Kepala Sekolah. Aku hanya berucap,”Ooo… begitu”.

wonder-womansuperman

Minggu, 23 Nopember ’08, pagi hari yang cerah, separo tim marching band sudah datang di sekolah.,semangat dan kecerian mereka sungguh luar biasa. Mungkin semua anak jika akan mendapatkan sesuatu yang indah di pagi harinya pasti malam harinya susah tidur. Terpikir dan slalu berharap fajar pagi akan datang. Tepat jam 9.15 menit bus diberangkatkan dari tempat belajar mereka. Mungkin karena jarang dan atau tidak pernah naik trio-tam-tambus AC, sebagian anak menderita ”deman perjalanan”, pusing, muntah, pingin pipis dan kedinginan. Dipermaklum ya mbak, mas. Setiba di tengah kota, Bundaran HI, semua anak tertuju pada air yang ”muncrat”.meski medium bus sudah berlalu, mereka masih menatap keindahan air tersebut. Menatap ke atas, apa yang mereka lihat, tidak heran jika mereka selalu memperhatikan gedung-gedung tinggi yang menjulang. Apa yang mereka pikirkan, aku ngga’ tahu persis.

Masih dalam perjalan, terlihat jauh Ujung Monumen Nasional, tapi mereka sudah berteriak-teriak,”Bu, bu, Monas, Monas”. Setelah beberapa menit kemudian, mereka dapat melihat jelas Monumen yang di bangun dalam Era Presiden Soekarno.

melepas-lelahPerjalanan 3 jam membuat mereka lelah, tidak menyia-nyiakan waktu, setiba di lokasi mereka memanfaatkannya untuk ishoma. Rencana acaranya dimulai jam 4 sore, masih ada waktu 3 jam untuk berlatih menjajaki ”medan pertempuran”. Luas panggung 10 x 30 meter sepertinya diluarperkiraan ”Jenderal” Marching Band, demam panggung ketara sekali, mereka terlihat bingung dan lupa akan formasi yang sudah ditetapkan. Setelah mendapat instruksi dan menjajal “medan pertempuran”, mereka dapat bermain dengan gladi-bersihenjoy. Lagu Sholawat Nabi, Gundhul-Gundhul Pachul, Happy birthday 2 u dan Gelang-selang Sipatu Gelang dapat mereka mainkan sesuai partitur yang diajarkan.

Sesuai jadwal, Floor Manager memberikan kode, bahwa pementasan akan dimulai. Dua orang mayoret slalu berpesan,”Lihat dan perhatikan aba-aba”. Dibuka dengan intro sebuah lagu untuk menuju panggung, terlihat wajah mereka siap “tempur”. Lebih dari seribu pasang mata menyaksikan pementasan perdana Marching Band Insan Teladan.

siap-tempur

seberkas-cahaya

Rasa deg-degan dan segala rasa bercampur di dalam hati melihat tampilan anak-anak di atas panggung.  Tak terkecuali, Kilatan Blitzpun tak mampu menangkap Seberkas Cahaya yang mampu ”membius” para penonton yang hadir di malam itu.

Aku bangga, dan ternyata kamu bisa.

22 Tanggapan to “Seberkas Cahaya”

  1. suhadinet Says:

    Keren banget pak!

    terima kasih dukungannya Pak

  2. wihh…. bisa ya?
    anak SD khan?

  3. namakuananda Says:

    Tumben, Jenderal Lapangan blom kasih koment🙂

  4. selamat.
    keren.
    sukses ya,bang.
    salam hangat selalu

  5. Wah mantab sekali bang…

  6. ehmmmmm…… (9x)
    jadi ikut terharu……..
    pasti rasa bangga anak2 itu nggak bakal ilang berhari-hari, berbulan2,
    akan diceritakan lagi, lagi, lagi, dan lagi….
    congrats🙂

  7. wah kerennnn🙂

  8. kereeennn!!!!

  9. anak2ku di INSAN TELADAN
    kendalikan inderamu dan sebarkanlah kebajikan
    ingatlah selalu cahaya yang ada di hatimu, juga ada dalam diri setiap orang
    bawalah selalu cahaya itu kemanapun engkau pergi dan dimanapun engkau berada. Biarkan cahaya menuntun setiap pikiran, perkataan dan perbuatanmu
    Dimana ada cahaya maka kegelapan akan sirna…
    Maafin bu guru suka galak ya…

  10. namakuananda Says:

    @ pujo : Ya, semua yang tampil anak SD kelas 3 & 4

    @ bluethunderheart : terima kasih Bang, Semoga tulisan tentang “Deborah”
    membukakan mata semua orang tentang arti sebuah kehidupan.

    @ WongBagoes : terima kasih mas, WongBagoes sebagus jiwa anak muda, bukan hanya untuk jiwa Ponogoro & Bogor tapi buat inspirasi jiwa anak muda Indonesia.

    @ Dewi : ehmmm…. injury time…..🙂

    @ Iman : terima kasih mas, Insya Allah, cita dan harapan dikabulkan-Nya

    @ Wyd : BU, terima kasih dukungannya.

    @ bunda :🙂 akhirnya datang juga

    @ Gelandangan : trima kasih, kalo marching band masuk sisi budaya atau apa mas?

  11. wuiiii kerennn…. Kalo dibina dari kecil kelak bisa lebih lihai permainan-nya
    Sukses buat adek2 smua, salut buat ibu gurunya terutama buat kepsek-nya..:D

  12. kaYaknya aCaraNya baGus..

    peNgen LiaT..

  13. ILYAS ASIA Says:

    maju terus,

    enaknya kerja dg bekas pacar

  14. Wah, dulu zaman SD sy gak ada kegiatan ‘gituan’ (baca: marching band), Pak.😥

    Selamat buat adek2 INSAN TELADAN.

    Btw, Bu Kepsek itu nyonya-e panjenengan tho pak.:mrgreen:

  15. @ Rita : Terima kasih Bu atas dukungannya, salamnya akan aku sampaikan ke istriku.

    @ qnuun :🙂 iyo mas seru + deg-degan

    @ ILYAS ASIA :🙂 saiki dadi bojoku mas

    @ yodama : matur suwun mas kunjungane, Bu Kepsek iku ibu-e anaku🙂

  16. very cool…😀

  17. Selamat yaaaa………………….. Hebat !

  18. Sepertinya setiap jerih payah dan upaya kita akan mendapatkan hasil yang maksimal..
    Selamat yah…luar biasa sekali perjuangannya..
    Salam kenal dari saya nih…maaf ikut komentar…

  19. wuiiihh keren abiz….
    slmt y…

  20. @ nono : matur suwun Bro.

    @ s H a : matur suwun s H a

    @ Blog Yopan Pribadi : salam juga Pak. Disini bebas berkomentar Pak. trima kasih kunjungannya.

    @ nikimuza : abiz keren wuiiih…. 🙂 matursuwun

  21. seeeepppppppppppppppppp……🙂
    sukses sobbb….
    salam kenal balik…

    matur sembah nuwun mas dukungane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: