(to sit) squat (ting), nongkrong…. Berbagi Tak Pernah Rugi

Disela-sela kesibukan nge-blog dan blogwalking (halah…. Nge-blog kok sibuk) ada sesuatu yang harus kupenuhi. Nongkrong, cangkruk, kongkow, (to sit) squat (ting), apapun istilahnya adalah bentuk sosialisasi dalam bermasyarakat yang harus kita “hadapi”. Aktifitas ini tak dapat dielakkan lagi ketika kita berada dalam sebuah lingkungan, dimanapun kita berada. Dari obrolan yang sekedar lewat, gosip, seluk beluk bangsa, ngobrol ngalor-ngidul (bicara yang tak ada tujuannya) apapun jenis ngrupinya itulah bentuk komunikasi Respon-Stimuli (R-S) yang terjadi waktu itu. Bahkan tidak jarang lewat obrolan inilah ide cerdas  dapat di discovery. Berdialog dengan diri sendiri saja sudah melibatkan komponen-komponen tubuh untuk meng-R-S permasahan yang kita hadapi, Lantas, bagaimana kalo kita berdialog dengan lebih dari dua orang? (jawabnya pasti seru abis). Komponen tubuh yang tadinya masih leyeh-leyeh (mode-off) langsung “berdenyut”, bergejolak ketika mendengar, merasakan, dan melihat ekspresi mimik dengan tutur kata lawan bicara kita.

Ngobrol – nyambung – asyik seru. Perbedaan sudut pandang dan pengalamanlah yang membuat komunikasi dua arah dapat diteruskan atau tidak, tergantung dari apa yang dibahas, waktunya tepat atau tidak, ngobrol dengan siapa, dan why-why lainnya. Jika kita ngobrol dengan beberapa orang dengan profesi berbeda kok bisa nyambung sih? Tapi, ngga’ jugalah, terkadang kita sebagai penonton dan pendengar setia yang hanya bisa “memuaskan” batin kita sendiri dan orang lain. Di sisi lain ada orang yang selalu ngobrol ngga’ tau jelas mana arahnya (kek blog ini x) tapi kepingin di dengar. Memang begitu adanya, seni berkomunikasi membutuhkan “sertifikat” tertentu jika seputar obrolan berjalan dengan lancar sesuai tujuan meskipun hanya say hello tapi tidak GIGO (Garbage In Garbage Out, masuk telinga kanan keluar telinga kiri). Yang ada hubungannya dengan ngobrol bisa dibaca senidiri ya?

kopdarAsyik seru jika kita “menikmati” obrolan dengan santai dan melibatkan semua komponen tubuh yang mendukung, mata, telinga, tangan, kaki, hidung, semuanya deh. Pernah es-mos-si atau neg, mendengar orang lain bicara? (berarti masih normal) , bukan itu maksudnya. Jika berkenan, coba anda bertanya kepada ilmuwan apa saja profesinya. Apakah ada kejahatan di dalam suara? Mengapa kita harus kecewa jika orang lain berkata buruk menyerang kita? Menurut ahli dalam bidangnya, suara adalah getaran udara yang terdiri dari molekul-molekul oksigen, nitrogen, karbondioksida dan gas lainnya yang membentuk udara (ya….. jadi ngomongin kimia) Jadi, apakah ada alasan untuk kecewa, sewot, ngambek, bahkan marah, lha wong (baca : ternyata) unsur kimia itu hanya bergerak sesuai tekanan tinggi-rendahnya daerah sekitar itu kok?

Kata kebanyakan orang,”Jangan melihat yang buruk, jangan mendengarkan yang buruk dan jangan berkata buruk.” Aku setuju yang ini tapi (setuju pake tapi, mulai kumat, he…he…he…). Kita manusia, makhluk yang sempurna, tidak mungkin ketika menyeberang jalan, kita menutup mata, celakalah yang akan menjeput. Selalu terbuka, tidak akan mendengarkan tentang keburukan dan akan mendengarkan hal-hal yang baik dan berguna, tidak terkecuali menekankan semua tindakan bukan hanya ucapan untuk men-service orang lain dan selalu mengulurkan tangan kepada sesama.

Lha… muaranya kok jadi ke sini sih. Sesuai judul (to sit) squat (ting), nongkrong, berbagi tak pernah rugi. Nyambung ngga’?  he…he…he…

Mungkin ada hubungannya dengan : Mengontrol Emosi Diri | Kaca Mata Hijau | Bahasa Ku Susah Dipahami

(halaman depan)

26 Tanggapan to “(to sit) squat (ting), nongkrong…. Berbagi Tak Pernah Rugi”

  1. akbarindonesia Says:

    stuju banget om…
    nongkrong bagi sebagian orang dianggep kegiatan yang buang-buang waktu…
    tetapi sebenarnya bisa juga dijadikan sebagai ajang tukar ilmu dan pastinya penyambung tali silaturahmi…

  2. @ akbarindonesia : kalo bisa kasih link donk biar gampang meluncurnya, aku lupa “nemu” dimana ya? Di Wonokromo kah ? Pls.

  3. fantasyforever Says:

    Yap. Juga suka nongkrong nih saya. Hehe. Salam kenal.:mrgreen:

  4. memang sangat menyenangkan menghabiskan waktu dengan karib kerabat kita, dibarengi dengan makanan kecil, hm… pasti nyamie banget… yap itu salah satu bentuk sosialisasi yang kdang kita tidak sadari dampak baik dan buruknya. Selama kondisi dialognya itu kearah yang positif kenapa tidak berlama-lama juga tak apa, namun jika dialog makin-lama makin kearah yang ‘nakal’ lebih baik kita pergi tinggalkan. tapi memang jangan lama-lama lah. hahaha….

    Oh, ya terimakasih atas koment’a…. Ya itulah masa sma masanya ugal-ugalan…

    Salam kenal saja lah….

  5. namakuananda Says:

    @ fantasyforever : salam juga, hari ini dapet inspirasi “mendewo”

    @ nono : kek lagunya Bondan Prakoso anak Bogor, Positif Thinking, forever

    @ Usup Supriyadi : otre. salam kenal juga, dariku yang suka “ugal-ugalan” 🙂

  6. terkadang kalau sejenak melapas kepenatan malam aku juga suka nongkrong hehhe…but di depan rumah sendiri trus panggil kawan kawan sendiri……halah! ini nongkrong apa ngumpul ya,om?
    salam hangat selalu

  7. ya iya lah masak ya iya donng!!
    berbagi memang tak pernah rugi !!!
    (^_^)

  8. kalok gak ngomongin orang gak papa… 😛

  9. berbagi tak pernah rugi
    bahkan dalam kitab suci pun ditulis, kita akan mendapatkan imbalan lebih dari berbagi
    berbagi apa saja, bukan hanya materi

    berbagi ilmu dan pengetahuan,
    berbagi pengalaman
    lewat obrolan ringan

    nongkrong ato apapun istilahnya tetap dibutuhkan
    bahkan tak jarang deal-deal bisnis besar terjadi dalam aktivitas yang bagi dan menurut sebagian orang tak berguna

    sebab saat itulah, otak yang sedang santai dapat mencerna masukan dan ide, menganalisa, dan ya! menyetujuinya….

    dibandingkan harus berhadap2an dalam sebuah diskusi super duper serius, saya kok lbh suka nongkrong😀

  10. @ bluethunderheart : Ngumpul-ngumpul sambil nongkrong🙂 bingung blue

    @ ainulfahmi : ya iya sih, masak ya iya lah🙂

    @ abeeayang : ssiippp, deh.

    @ dewi : suka nongkrong juga ya. gimana bisnisnya, lancar?

  11. selamat berakhir pekan dengan keluarga ya,bang
    salam hangat selalu

  12. jadi inget pas masa2 jadi maba,,
    kumpul2 di kos2an,,
    ngrumpi,,nggosip,,ngobrol ngalor-ngidul
    skalian numpang maen,,numpang tidur,,,
    hhhaaa…😀
    akibatnya,,jadi keterusan sampe sekarang
    emang mantep,,saling berbagi skalian menyambung silaturrahmi

  13. Jaga hati jaga ucapan. . . kadang susah Bang. Tapi sekarang udah belajar. . . hehe

  14. bisa jadi wasting time n wasting energi
    tergantung topik obrolannya…
    bedanya apa sama ngerumpi.., curhat bareng2 ?
    di foto emang ga ada ayah, tapi yang ngambil gambar siapa lagi..? he..3x

  15. mas itu fotonya lagi pada ngobrol atau muhasabah, atau mengheningkan cipta, kok pada nunduk?
    hmmm tau aq, pasti sambil makan ya..?
    seru-seru..

  16. Berbagi tak pernah rugi!!!!

  17. selamat malam sahabat.
    masih senang nongkrongkan?
    semangat nulisnya jangan sampai pudar okey!
    salam hangat selalu

  18. setuju
    saya setuju sekali
    mari berbagi

  19. Wah, enak ya bisa ngumpul-ngumpul seperti itu.

  20. @ fitraraditya : Waduh… sama persis, numpang mandi, numpang tidur, meskipun ngga’ ikut kos. 🙂

    @ s H a : semoga kita smua juga bisa belajar dari orang lain

    @ Bunda : waduh… pasti komplen lagi nih. I LUV U

    @ fachri :🙂 bisa aja, biasa bapak2 suka malu kalo mau masuk Blog

    @ gendutimu3t : Insya Allah. Berbagi Tak Pernah Rugi.

    @ Bluethunderheart : Siap Bos, selalu semangat dan ceria

    @ realylife : mas yg satu ini baru berkunjung lagi nih. salam buat komunitas Bloggernya.

    @ Edi Psw : Kangen, Pingin kumpul2 karo arek Sby cak.

  21. cantigi™ Says:

    nongkrong asik jg sebenernya, mau ngobrol ringan, berat, pasti ada hikmahnya, punya sahabat banyak pasti ada gunanya.. ^_^

  22. aku suka nongkrong sama belahan jiwaku .. di pingggir kali, hutan atau danau🙂

  23. lha kalo nongkrong emang salah satuw hobikuh, g penting mow nongkrong dimana yang penting asyik pasti akuh enjoy ajaaaaaaaaah. kumennya g nyambung kiiiihhhh!!!! 😛

    yang dikatakan jahat dalam obrolan tuh bukan suara ketika kita ngobrol tapi lidah kita yang mgeluarkan suara

  24. wah seru kelihatannya
    selalu ada cerita ketika kita ngumpul bersama

    Sahabat, aku senang bisa kembali menyapamu🙂

  25. @ Cantigi : matur nuhun kang mampir di blog ini dan ikut berbagi

    @ JelajahiDuniaEly : wiiih…. enak juga, ditemani belahan jiwa merasakan semilir udara danau ,gemericik suara air sungai dan suara burung di hutan

    @ dindacute :🙂 ada- ada aja si eneng, nongkrong, hobby.
    kalo aku bakat x y🙂

    @ achoey : salam sahabat, sangat senang dikunjungi seorang “pejuang” Blogor seperti anda, salam juga buat mas Hangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: