Pemandangan Yang “Luar Biasa”

Hari ini aku melihat dua pemandangan yang “luar biasa”. Pemandangan yang pertama; melihat  pengunjung swalayan antre di tempat belanjaan. Tanggal muda setelah gajian, mungkin tidak aneh lagi, Tapi antre dan harus menunggu giliran selama 15 menit mungkin penantian yang mejemukan untuk seseorang yang kurang suka belanja/shoping tatkala mau keluar dari swalayan untuk membayar barang belajaannya, aku termasuk yang kurang suka belanja di tempat keramaian, alhasil pasti antre. Ternyata kejadian ini menimpaku ketika menganter Ibunya & Nanda belanja tadi sore di Yogya swalayan Bogor.  Waduh….. paling-paling hanya bisa pegang trolly sambil toleh kanan toleh kiri. sambil berucap,”Ayo cepet dikit donk.” Setelah pembeli didepanku membayar, barulah aku menurunkan belanjaan, sekilas melihat tangan kiri kasir memegang barang belanjaan dengan menempelkan barcodenya pada mesin pembaca barcode. Nah diisinilah pemandangan itu nampak “indah”. Ternyata tidak semua barcode terbaca mesin itu, terpaksalah kasir berlari menuju tempat barang belanjaan tadi dipajang. Bisa dibayangkan, bagaimana kalau ada 5 jenis barang dagangan yang barcodenya tidak terbaca mesin tadi? Pastilah, kasir akan bertambah repot, mungkin juga di dalam hatinya sedikit ngedumel. Dan apa yang kupikirkan benar-benar terjadi, barcode permen tidak tampil di layar monitor, rupanya kasir enggan meninggalkan tempatnya, dan hanya bermodal memori dikepalanya, kasir mencoba memecahkan kode barcode permen tadi. Tidak mau membuang waktu untuk memcoba-coba akhirnya kasir menemui (sepertinya) Penyelianya, dengan sedikit keahliannya Penyelia itu memecahkan “misteri” barcode permen  tadi. Sambil melihat kerja si kasir, aku berpikir sejenak,”Berapa kapasitas memori yang dapat ditampung di otaknya untuk menghafal ribuan produk yang dijual di swalayan itu?” Selang beberapa detik kemudian, barcode kopi sachetpun tidak dapat terbaca. Mungkin sejenak kasir memberikan sinyal meminta bantuan, kasir di sebelahnya menerima sinyal itu dan tanggap memberikan kode tersebut. Sepertinya mimik kasir disebelahnya mengucap,”Kosong kosong satu lima delapan delapan satu tujuh empat dua ( 0015881742 ), memang benar, harga kopi sachet muncul di layar monitor. Ehm…. susahnya ya menjadi kasir, resiko yang ditanggung relatif cukup berat dan mungkin kapasitas memorinya harus terus di upgrade supaya tetap up 2 date.

Pemandangan tak kalah “luar biasa”; sempat melihat jarum penunjuk BBM di kendaraan ke arah huruf E, berarti sidikit lagi kendaraanku akan mogok. Mencoba sedikit nekat sembari mencari SPBU untuk pulang ke rumah arah Parung-Bogor. SPBU pertama di depan Swalayan sudah banyak di padati pengendara yang antre, lanjut, SPBU Jalan Baru penuh, lanjut, SPBU Perempatan Cimanggu padat merayap, lanjut, SPBU Kemang Tutup, bensin habis, lanjut, SPBU deket Ummul Quro menyisakan Pertamax, lanjut, SPBU Kemang Baru Antre buanget, lanjut, dan akhirnya, mau ngga’ mau jika ingin melanjutkan perjalanan aku harus mengisi bensin di SPBU Jampang. Dalam Pengantrian itu, terdengar suara Satpam,”Pak bensinnya habis lho, tinggal Pertamax, mungkin nanti malem truk tangkinya baru datang.” (Aneh) Ehm…. ada apa gerangan, bensin turun 500 rupiah saja sudah menyamai rekor sehari sebelum harga bensin melonjak menjadi 6000 rupiah. Tapi lucunya, segala jenis kendaraan tumpah ruah dijalan, ramai buanget, mondar-mandir waktu itu.

Apakah kita sudah termasuk manusia yang boros gara-gara penambahan 0,09 liter bensin per 1 Desember ’08? Inga’ – inga’ krisis global ekonomi masih menyelimuti kita.

(kembali)

17 Tanggapan to “Pemandangan Yang “Luar Biasa””

  1. mw ngirit kok susah yah…
    hi5…😀

  2. Dan aku pun teringa – inga, bang kita memang dalam kondisi untuk saling mamahami ya,kan bang? thank bang tuk aku mau tanya menurut abang siapa pembunuh tersebut? Halah.command yang aneh ya,bang.
    salam hangat selalu

  3. lah, kehabisan bbm di tengah jalan trus ga ada spbu baru tau deh rasanya…..

  4. dimana-mana ngomongin BBM ya?

    semoga krisis ini segera berakhir.

  5. bang…………thank banget abang udah mau membaca tulisan si blue yang lagi belajar itu. jika ada kejanggalan maafkan bang, namanya sedang belajar dan aku si blue orang yang senang menerima command apapun
    terkadang gaya perwakilan tempat atau gaya penulisan seseorang itu sangat membingungkan dan ternyata si blue emang orang yang aneh hehehe……..
    salam hangat oenuh kasih sayang untuk persahabatan dengan abangku ini

  6. diriku termasuk si tangan panas
    pegang duit terus abis

  7. @ nono : aku sendiri susah ngirit, pinginnya pegang duit aja.

    @ bluethunderheart : cerita mistery terletak pada kekuatan alur, dan karakter tokoh dan kamu bisa membuktikannya blue. salam selalu.

    @ dewi : khan pake bensin campur…. campur dorong ama ngedumel🙂

    @ suwung : podo karo aku cak🙂

  8. sdh lama tak berkunjung ke sini.
    bagaimana khbrnya?

  9. saya bisa ke sini juga luar biasa loh😉

  10. Rian Xavier Says:

    Susah bener mau belanja. Hehe.

  11. mungkin karena takut naek lagi Pak, makanya ngantri:mrgreen:

  12. bang………selamat malam.
    hampir ku akhiri noveletnya nanti abang beri penjelasan kekurangan tulisanku yang sedang belajar ini ya,bang?
    salam hangat selalu

  13. @ langitjiwa : apik-apik wae cak, aku ikut prihatin korban Lapindo

    @ rocknoida : suangat ruar biasa tinggal klik-huwes dah nyampe🙂

    @ Rian Xavier : ya, katanya lagi diselimut krisis, tapi soal belanja-berbelanja keknya ngga’ kena imbas.

    @ chic :🙂 naik lagi? waduh….jangan…..jangan-jangan sussah turunnya lagi.

    @ bluethunderheart : aku dah baca nove kamu sahabat, cerita misteri tanpa kejanggalan seperti membaca mass media blue. Aku nanti endingnya.
    salam hangat juga blue

  14. numpang mampir aja🙂

    Monggo mas, Berbagi Tak Pernah Rugi

  15. ehmm.. merhatiin kasir nih? kan disuruh jagain nanda..

    Oo…. kamu ketahuan.🙂 abis lama banget ngantrinya

  16. suhadinet Says:

    Kok sama ya, di sini stok bensin di SPBU juga habis-habisan, padahal katanya harga turun.

  17. Harga turun semua senang, tapi kalau SPBU pada tutup karna bensin habis sama juga bohong dong……?? Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: