Bapak bukan Ayah

Tiba-tiba semua mata tertuju pada diriku, apakah ada yang salah dan aneh?

Teriakkan si buah hati, sebuat saja Ananda, yang semakin kencang membuat para pejalan dan orang-orang yang lagi duduk mengalihkan perhatiannya terhadap diriku. Malu, kesal, dan agak geli melihat sekeliling waktu itu. Gimana gag malu diliatin semua orang, gimana gag kesal ngelihat Ananda menagis sambil berteriak kencang,” Bapaaak…… Ayah nakal! Tapi geli juga mendengar Ananda berteriak menyebut nama Bapak dan nama Ayah dalam satu lajur. Selalu beteriak Bapak!.. tatkala Ananda menangis meminta perlindungan dan sedikit pengaduan karena sesuatu hal yang dianggapnya benar dan harus dituruti permintaannya. Ananda memilih menyebut kata Bapak dari pada Ayah.

Bapak-ayah. Apa yang membedakan antara Bapak dan Ayah di mata dia. Kenapa dia juga menyebut nama bapak yang jelas-jelas bukan ditujukan pada diriku. Mungkin karena dulu sering aku tinggal, sewaktu masih bayi sampai sekarang disekelingnya selalu menyebut Ayah untuk memanggil/menyapa diriku, akhirnya, tanpa diajarkannya sekalipun dia sudah ”faseh” mengucapkanya. Ananda dan Bundanya ketika itu tinggal di rumah mertua, Jakarta. Memang Jakarta-Bogor jarak yang relatif dekat, tapi hal itu tidak mungkin aku terapkan dikala itu untuk sekedar berkumpul tiap hari. Numpang sejenak di rumah mertua rasanya waktu itu sudah cukup berlebihan. Sudah saatnya ulat menjadi kupu-kupu, mencari sendiri penghidupan dengan terbang bebas. Mencari sekedar untuk berteduh dan menjadikan istana mungil di Kota Bogor waktu itu masih menjadi pilihan yang sangat rumit. Gaji gag seberapa, akhirnya diputuskan untuk sedikit minggir di Kota Hujan. Singkat kata, renovasi istana mungil berbarengan dengan kelahiran si buah hati. Gag mungkin mondar-mandir Jakarta-Bogor tiap hari. Selama 6 bulan lebih ”pisah” dengan Ananda. Yang terdengar di saat itu mungkin lebih sering kata Bapak untuk menyebut Mbah Kakungnya dari pada ayahnya sediri. Mungkin pengaruh setting keluarga, semua yang ada dirumah memanggil bapak, jarang terdengar kata ayah. Mungkin seminggu sekali kata ayah terdengar olehnya. Aneh rasanya menyebut Mbah Kakung buat diriku dan adik2 ketika itu untuk memanggil Bapak. Jadi yang tertanam di memori kecil Ananda hanyalah kata Bapak untuk menyebut Mbah Kakungnya.

Bagaimana dengan anda sendiri di waktu kecil  ketika memanggil menyebut orangtua anda?

Untuk seorang sahabat yang kemarin menulis prosa yang berjudul FATHER

Mau baca yang ini, silahkan : Diadanaku | Istriku lebih memiih anak-anak | Mengkapling Isatana Mungil Diatas Udara

(halaman depan)

24 Tanggapan to “Bapak bukan Ayah”

  1. abang………………
    apa yang mesti kuungkapkan jika ternyata persahabatan itu memang nyata nyata ada diantara kita.
    aku tahu ada sesuatu yang mesti ku ungkapkan atas segalanya yang terjadi dengan ayahku atau papahku. but aku selalu merasa hanyut dalam tangisan jika membicarakan tentang ayah atau sosok papah………senang rasanya abang memberikan racikan tulisan ini tuk kita semua.
    bang……….selalu saja aku merasa sennag menikmati persahabatan dengan para bloger terutama abang.
    salam hangat selalu

  2. nyebut Pak-e lebih enak🙂

  3. saya justru punya problem saat anak saya bayi. saya lebih suka dia memanggil saya bunda sesuai tradisi leluhur ayah saya. tapi semua orang memperkenalkan kata mama padanya. sekarang dia malah memanggil saya maam atau mommy

  4. abi…….
    umi…..

  5. Aku jadi bingung, istri mau nya daddy ama mommy tapi aku ga suka…. aku sukanya bahasa Indonesia aja… gimana yak enaknya, hehehe

  6. manggil simbok lebih keren🙂

  7. Kalo aku justru jarang manggil Ayah- ibu saking jarangnya ayah dan ibu di rumah. Yang selalu menemaniku adalah nenek tercinta😀

  8. Saya dulu manggil dengan sebutan abah dan mama.
    Duh, pingin segera punya anak.

  9. cantigi™ Says:

    yuu.. ikutan IBSN Blog Award di cantigi.. ^_^

  10. klo di bali ayah itu juga berarti kakek…
    itu di desa saya…😀

  11. wkekekekekek….
    berarti masih okean si bapak dr pada ayah ya…. :p

    bapak dan ibu…dr dulu sampe sekarang, hingga nanti
    cuman ada tuh bude yang aku panggil mbak, soalNa terlalu sering denger ibuk panggil dia “mbak”……..

    ok deh pak, smoga bisa jadi ayah yg baik untuk Ananda

  12. papi…gitu lebih keren kek nya

  13. padahal kan bapak ma ayah sama saja… paling cuman hurufnya ja bedaa.. hehee…🙂

    Lam knaaa…😉

  14. @ ‘Tuk semua : Terima kasih pada para sahabat, apapun sebutan bagi orang yang selalu kita cintai, mendidik kita dari rahim sampai saat ini, yang selalu mencintai kita sepanjang masa tetap sebagai orang tua yang selalu kita hormati dan guru bagi kita semua.

  15. silmikaffa Says:

    Salam kenal.
    Liat judulnya, langsung klik, nyosor. Tiap ada kata ayah, selaluuu aja rindu menyergap… Kalau berkenan, baca deh http://silmikaffa.wordpress.com/2008/12/12/melepas-nafas-terakhir-ayahanda-tercinta/
    nuhun atas artikelnya!

  16. Lah..ayah sendiri manggil bulek nya jadi mba..
    mestinya kan Bulek Ning bukan Mbak Ning…(hayo..ngaku..!)

    iya, salah kaprah🙂

  17. saya lebih parah
    kakak laki – laki dari ibu, saya panggil om
    adik dari ibu, saya panggil mbak
    adikya nenek saya panggil tante
    jadi ancur gitu ampe sekarang udah nggak bisa dirubah kebiasaannya

    sama donk, lebih enak gitu x ya?😉

  18. ayaaaaahhh…
    kembalilah padaaakuuuu…

    aku kembali nak🙂

  19. […] sang buah hati : Diadanaku | Bapak Bukan Ayah | Bermain Tebakan : TK A VS Pasca […]

  20. Mas mbak membaca membaca membaca dan membaca adalah contoh konkrit untuk diajarkan pada anak terutama pada golden age, kapanpun dimana bagaimana caranya, apapun bahan bacaannnya pokoke baca and baca BROVO

  21. Diah Esti Says:

    Mas mbak membaca membaca membaca dan membaca adalah contoh konkrit untuk diajarkan pada anak terutama pada golden age, kapanpun dimana bagaimana caranya, apapun bahan bacaannnya pokoke baca and baca BROVO

    lho kok…. apapun bahan bacaannnya🙂 (just kidding)
    Iqra’
    terima kasih mbak tambahan materinya.

  22. aku semakin bingung with abangku ini……………
    apakah sedang sibuk atau emang sudah melupakan aku?
    selamat akhir pekan,bang
    salam hangat selalu

  23. cepatlahkau datang,bang?
    lamakali tak ke rumah bluehehehe
    salam hangat selalu

    segera meluncur ke TKP sepertinya ada yang butuh pertolongnan pertama🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: