Begadang Bersama Tuhan

Cahya bulan yang begitu bersinar di malam hari mulai tertutup awan, buah hati masih ceria bermain dengan boneka Barbienya. Sekedar untuk meluangkan waktu bercanda dengan istri tercinta seolah-olah rintik hujan yang mulai membasahi dedaunan ikut mendengarkannya. Hari Minggu yang menyenangkan, menyapa semua orang terdekat, tetangga dan sahabat di dunia maya. Kulirik  jam dinding yang berdetak tanpa suara tak terasa udara dingin mulai menyelinap, mata sayu sangat ketara sekali terlihat di wajah si kecil saat itu.

Bukan Ananda kalo ingin tidur selalu mencari ayahnya untuk sekedar mendengar cerita pengantar tidurnya. Sengaja ku ingin bersamanya malam ini lebih lama, ku ajak dia bercanda, bercerita dan bermain tebak-tebakan meski dua-tiga kali dia menguap pertanda memang dia ingin istirahat. Ketika aku bertanya kepadanya,”Dik, malem ini begadang yuk”.  Seper sekian detik dia menjawab,”Aku gag mau begadang sama ayah, aku mau begadang sama Tuhan”.  Seolah-olah bukan Ananda yang bertutur seperti itu. Ku ulangi lagi pertanyaan itu,” Dik, kok gag mau begadang sama ayah sih?’. Tanpa berpikir ulang dia pun menjawab,”Pokoknya gag mau, aku mau begadang sama Tuhan”. Mak-Dheg. Subhanallah.

Ternyata bukan suara geledek yang membuat aku terkejut, terpana sesaat mendengar rentetan kata dari Ananda. Apa yang diucapkan sang buah hati seolah membukakan mata hati ini, bukan sebuah mimpi tapi kenyataan. Dia menegurku secara Bijak  dan tidak langsung, tapi via Ananda. Begadang bersama Tuhan. Ya…. jarang dan sering meninggalkan dialog, sekedar ngobrol sama Tuhan ketika malam mulai merayap. Sholat malam, dzikir, melantunkan ayat-ayat suci begitu merindunya. Ya…. Rabb maafkan hambamu ini. Getaran demi getaran serasa tak dapat dibendung, air mata mulai menetes. Aku ingat semua segala tingkah lakuku di masa lalu di malam ini. Ananda, Bunda, aku sayang kamu. Semakin deras air mata ini tak terbendung tatkala megingat Ibu, Bapak yang lagi bahagia di sana. Kenapa aku menangis.

CintaNya kepadaku, kasih sayang orang tua, perhatian semua saudara dan rasa persahabatan yang selama ini tak dapat diganti dengan sebuah materi. Sekali lagi. Ananda, I Luv U Insya Allah, kelak kau jadi manusia yang meninggalkan jejak di bumi ini untuk menuju jalanNya dengan membawa rasa bangga pada orang tuamu ini. Bunda, kaulah ibu dari anakku tercinta.

Tulisan sang buah hati : Diadanaku | Bapak Bukan Ayah | Bermain Tebakan : TK A VS Pasca Sarjana

(Kembali)

36 Tanggapan to “Begadang Bersama Tuhan”

  1. Hhhmm semoga menjadi keluarga yang penuh keberkahan…Amin

  2. jadi inget sebuah kisah…

    Saya jadi ingin menata diri

    menjadi kekasihNya

  3. suhadinet Says:

    Semoga ananda menjadi gadis yang shalehah..

  4. cantigi™ Says:

    selamat mengikuti 1st IBSN™ Blog Award.. ^_^

  5. whew!!! what a great sentence….
    keluar dari bibir mungil Ananda ya….
    klo dia ponakanku, aku pasti ngomong gini “sapa dulu tantenya😀 ”

    anak adalah mukjizat dan bukti kebesaranNya
    anak adalah amanah dan ujian dariNya

    “Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fitrah fa abawaahu yuhawwidaanihi aw yunassiraanihi aw yumajjisaanihi” (al hadits). setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci, orang tuanya lah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi…

    Kalo Ananda berkata seperti itu, pastilah hasil didikan orang tuanya…🙂

    salam untuk keluarga

  6. salam dari bandung

    masih layakkah hari ibu di peringati di saat para ibu takmampu membeli susu untuk anaknya karena suaminya di PHK kemudian bunuh diri karana di negeri para bandit mati adalah mimpi indah kaum jelata

    artikel terbaruku …… perempuan yang berhati kudus (artikel ini buat saudaraku kaum perempuan yang memperingati hari ibu di negeri para bandit di mana kemiskinan menantang langit, membuat kami tak mampu lagi menggurat kasih ibu di batu yang berlumut tapi kasih ibu hanya bisa di permainkan lewat iklan-iklan politik)
    http://esaifoto.wordpress.com

  7. Siapa yang ngajarin ananda bilang seperti itu ya?

  8. namakuananda Says:

    @ omiyan : Amin, begitu juga dengan keluarga omiyan.

    @ kurang kerjaan : tengkyu🙂

    @ syelviapoe3 : semua orang rindu akan cintaNya.

    @ suhadinet : Amin. amin.

    @ cantigi : ok, mas, tengkyu.

    @ dewi : salam juga buat ibu ya. jangan buandel🙂

    @ dunia sunyi : aku pikir Hari Ibu masih layak untuk diperingati mbak, meski kasih ibu sepanjang jalan. salam buat suami.

    @ edi Psw : itu dia mas, ustadnya x🙂

  9. kidungjingga Says:

    subhanallah…

    ini artikel yang diikutkan di IBSN award ya?
    mmmhhh…. ^_^

  10. senoga keluarga Anda dipenuhi berkah, menjadi keluarga yang sakinah…aminnnn..

  11. semoga menang nanda, aku lah pendukungmuuuu ^__^

  12. kalo begadang kan gak tidur ya?
    tapi bukane haruse tidur dolo bartu bangun dan solat tahajut…. :mrgreen:
    *komen iseng jangan terlalu dipikirkan* 😀
    semoga jadi keluarga yang berkah

  13. Indah sekali untaian kata-katanya kang …

    *menitikan airmata*

  14. masrobertk Says:

    Coretan yang bagus… Keep blogging. Menulislah dengan Ilmu. Insya Allah ada berkah-Nya. Amin. U wanna change ur link??

  15. Begadang bersama Tuhan…Bukan Main ! Salam Kenal…

  16. agunk agriza Says:

    mantap ..
    mudah2an kluarganya sakinah🙂

  17. Rian Xavier Says:

    Bergadang bersama Tuhan ya.. Sering kali kita semua lupa itu. Postingan yang mengingatkan nice post🙂

  18. semoga ALLah SWT selalu memberi Rahmat dan Hidayahnya pada keluarga abang.

  19. anak yang hebat, pasti orang tuanya jg hebat…
    bagi saya masih harus butuh perjuangan untuk bisa selalu begadang dg Tuhan.

  20. Semoga anak saya seperti anak anda kelak

  21. dan malam itu terasa begitu indah, karena bercengkrama dengan Illah pemilik keindahan. dalam sujud di sepertiga malam.

  22. @ kidungjingga : ah mbak bisa aja, ini kan cuma coretan biasa. ma kasih ya mampir disini.

    @ inforesep : insya Allah, ma kasihdoanya.

    @ INDAH REPHI : lo…lo…. tiba2 kok menang, pinginnya sih menang dalam mengontrol diri🙂

    @ sayatan sang penyair : he…he…he… begadang jangan begadang…..
    *koment iseng jangan terlalu dipikirkan*
    mastur suwun mas singgah disini.

    @ rindu :🙂 keknya ada koreksi nih, menangis = menitikan air mata, ma kasih mbak

    @ masrobertk : insya Allah menggunakan ilmu sesuai jalanNya.

    @ randualamsyah : salam hangat mas telah sudi meluangkan waktu mampir disini.

    @ agunk agriza : Amin. amin, insya Allah mas agung juga menjadi manusia yang shaleh

    @ Rian Xavier : matur suwun mas, gimana tokonya dah bebas asap?

    @ lintang : Insya Allah berkah dan rahmat selalu tercurah pada hambaNya

    @ Fajar : berjuang melawan ego dan nafsu yang menyelinap di setiap raga

    @ dikma : Insya Allah anak mas menjadi anak yang dirahmati Allah.

    @ ahsinmuslim : Subhanallah , tiada yang patut disembah selain Allah SWT

  23. bang…………….selamat sore.
    begadang bersama Tuhan.hmm………………jika bulan Ramadhan aku sering begadang with Alloh di surau,meski hanya lewat asmaNya dan mengkaji ajaran ajaranNya.
    Bang………….begadang Yook! lari……….sebelum abang benar benar menarik tangan blue tuk menemaninya begadang nanti malam.
    salam hangat slealu

  24. so sweet

    terimakasih kang

  25. Nice article, Ananda.

  26. memang terkadang kesadaran kita di’sentil’ kembali justru dengan cara yang sangat sederhana mas…

    semoga mulai sekarang kita bisa lebih sering terjaga dan sadar terus

    dunianyawira

  27. berarti begadang nya sambil wiridan dunk😉

  28. kejernihan matamu memandang hingga kau tak lelap dibuai usang. Tuhan pun kan menebarkan kasihnya pada mahluk yang menghamba tanpa jeda. Dan kau bijak sahabatku.

  29. Subhanallah, tidak ada pelajaran paling indah bagi orangtua, kecuali yang datang dari anak yang masih murni tersebut. Mudah2an bisa menjadi anak yang menyelamatkan orangtuanya di dunia dan di akhirat nanti.

  30. diucapkan oleh si kecil?
    *mendadak malu*

  31. bang………..
    aku menyapa malam ini. menunggu postingan yang baru.
    salam hangats selalu

  32. @ cenya95 : terima kasih, tulisan cenya juga sangat menarik dan bagus

    @ dunianyawira : semoga begitu mas,harapan kita semua

    @ rocknoida : wiridan sambil begadang🙂

    @ achoey :untaian kata yang kau berikan terasa sejuk diblog ini,matur nuhun kang.

    @ tuansufi : amin. amin. Insya Allah anak mas juga mendapat rahmatNya

    @ nanabrownies: Mak-Dheg. sempet-nyaris😉

    @ bluethunderheart : OKbro aku dah posting. langsung menuju TKP.

  33. Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Begadang boleh sih, tapi ambil positifnya. contoh kamu sholat malam (kiyamulai). ini contoh yang positif. mudah-mudahan kamu dapat manfaat dari bagadang.

  34. assalamu’alaikum,

    ya betul kata syaiful dan itu baru yang di katakan begadang dgn TUHAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: