Tiga Cangkir Kopi

Aroma asap yang mengepul dari cangkir itu terasa khasnya. Sambil mengaduk berulang kali secangkir kopi yang ada dihadapannya, Yoseph melirik jam tangannya. Jam setengah satu siang, hari Jumat, masih menyisakan waktunya untuk melepas penat di sudut kota untuk sekedar menikmati secangkir kopi sembari menunggu dua sahabat yang lama tidak bersua. Sesekali meneruskan membaca Jazirah Cinta karangan Randualamsyah yang di dapat dari seorang sahabat, Yoseph memperhatikan seksama khotbah Jumat Syech Yusuf Al-Qardhawi yang ditayangkan langsung stasiun TV Al Jazeera. Menggelengkan kepala dan mengernyitkan dahinya, entah ekspresi apa yang ditunjukannya, mendengar kutbah jumat di TV sambil membaca dongeng dari om Randu. Sudah 30 menit Yoseph menuggu dua sahabatnya tapi belum kunjung datang. Yoseph tahu persis bahwa saat ini sahabatnya sedang melakukan aktifitas yang tidak bisa ditinggalkan. Yusuf salah satu teman Yoseph sudah pasti melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk melaksanakan sholat Jumat. Entah mengapa, Yoseph selalu kangen dan berharap berjumpa dengan sahabat yang ia cintai semenjak perkenalan di bangku SD.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, dari pintu masuk resto minimalis, terlihat seorang memakai baju gamis dengan penutup kepala berwarna hijau. Senyum dan langkahnya sudah akrab di mata Yoseph. Tidak berubah sikap yang ditujukan sahabatnya tadi. Berjabat tangan dan saling merangkul seolah ruangan sejuk ber-AC memancar aura kasih. Yusuf selalu tersenyum, tidak mengubah khas dirinya untuk menyapa terlebih dahulu. Dua orang sahabat yang sudah lama tidak menjalin komunikasi, hari ini dipertemukan. Obrolan ringan, canda kecil sekedar memutar memori masa lalu.

Dari balik baju gamisnya, Yusuf mengeluarkan selembar kertas dan pulpen. Tiba-tiba ada secarik kertas yang jatuh berbarengan dengan ditariknya pulpen dari kantong sakunya. Kebetulan tidak jauh dari sisi Yoseph, secarik kertas itu diambilnya. Tidak langsung diberikan kepada Yusuf, Yoseph malah memohonnya untuk membaca tulisan dari secarik kertas itu. Tidak ada yang istimewa dari tulisan itu, tapi…. tidak semua berpendapat seperti itu. Tulisan yang berjudul Antara Zionis dan Yahudi di baca Yoseph sambil sesekali melirik ke arah Yusuf. Yusuf senyum membalas tatapan Yoseph.

Menunggu sahabatnya yang belum kunjung datang, Yoseph mempersilahkan Yusuf untuk memesan minuman dan kudapan. Beda dengan Yoseph, Yusuf memesan secangkir kopi susu dicampur dengan satu sendok gula, takaran kopi susu ala Yusuf dan tak lupa Yusuf memesan kopi untuk sahabatnya yang masih dalam perjalanan. Jarum jam pendek menunjuk angka dua, belum ada tanda-tanda tiga orang sahabat dipertemukan dalam satu meja seperti ketika bertiga duduk dalam satu deret di bangku sekolah. Entah kemana sahabat Yusuf dan Yoseph itu.

Suara lirih terdengar dari hadapan Yusuf,”Yusuf kamu pernah baca atau mendengar bahwa Yahudi itu bukan Israel?”

“Yoseph, kira-kira kalo ada sahabat kita yang lagi kita tunggu mendengar pertanyaan itu, marah atau tersinggung tidak ya?”Tanya Yusuf dengan hati-hati.

Setelah ditunggu selama tiga jam, Yoseph dan Yusuf memutuskan untuk meninggalkan resto di sudut kota itu. Mungkin hati mereka selalu tertambat, saling berpamitan untuk melanjutkan aktifitas mereka, Yoseph dan Yusuf berbarengan berucap; semoga bersahabatan kita tetap terjaga tidak terkecuali sabahat kita yang belum bersua.

PLUR. Peace, Love, Unity, Respect in the world

(halaman depan)

34 Tanggapan to “Tiga Cangkir Kopi”

  1. Rasa kopi apa yang anda suka? atau anda tidak suka minum kopi?
    Rasa secangkir kopi jika dihidangkan dalam jamuan atau sekedar “teman melepas penat” dapat bermacam-macam rasa. Tapi, bagaimanapun juga rasanya, kopi tetap kopi.

  2. kopi itu nikmat, tapi bikin perutku kembung… *ga nyambung*😛

  3. menurut penelitian di Amerika, orang yg rajin minum kopi ternyata terhindar dari kanker. racun cafein yang terkandung dalam kopi bisa membunuh sel kanker. tp kopinya diminum jangan berlebihan, max 3 x sehari

  4. persahabatan bagai kepompong telah digantikan oleh persahabatan bagai secangkir kopi😀

  5. Jangan paksa kopi untuk tidak menjadi dirinya. Kopi ya secangkir kopi…
    PLUR. Peace, Love, Unity, Respect in the world…!

  6. Kakak sudah dapat imel dari Piter Marshal? He he he…di situ ada isu kalau dunia mulai ragu pada Ilmuwan Yahudi.

    Salam kenal pula ya kakak. Trim atas spiritnya. Trim pula buat om Randu.
    Da kakak…maaf Denaya pinjam websitenya papa Rohedi.

  7. bukan persoalan yahudi atw israel, siapapun bisa melakukan kebiadaban seperti itu ketika nilai-nilai kemanusiaan tak lagi dimiliki..

  8. mau tau kopi tanpa kafein sedikit pun? dan yang pasti tetap anti radikal bebas? kunjungi blogku. dan anda akan dapatkan. OOT…heheh

    apa yg tersirat di tulisan sameyan dah jelas kok. apapun campurannya kopi tetaplah kopi. lekat dan membekas

  9. Seperti halnya bangsa2 yang lain, Yahudi juga punya anggota yang jahat dan yang baik. Tetapi Zionisme menjadi musuh kemanusiaan karena hidden agendanya ingin melemahkan tetangganya dengan cara yang menistakan nilai-nilai kemuliaan. Zionisme menjadi landasan berdirinya negara Israel. Selama Zionisme tidak merevisi visi dan misinya, selama itu pula tidak akan pernah ada perdamaian (di Timteng). Tapi kalau Anda penyuka kopi janganlah minum kopi dari produsen yang mendanai kegiatan Zionisme. Masih banyak kopi yang dibuat oleh orang2 baik untuk Anda yang juga baik…😀

  10. Aku setuju dgn Diana. Bukan masalah Israel atw Yahudi..Tp nilai kemanusiaan yang telah luntur.

    Kopi tetaplah kopi. Walau disajikan dgn berbagai rasa. Kopi tetaplah hitam dan berbekas..!!

  11. Israel itu gak semuanya Yahudi. Yahudi gak selalu Israel. Aku akur sama Diana & Dicko, siapapun yang melakukan kejahatan kemanusiaan, yang harus ditangani dan dicegah.
    Peace !

  12. yahudi yaww yahudi israel yaw israel

  13. namakuananda Says:

    maaf kepada semua anggota IBSN,
    tidak bermaksud untuk membernturkan suatu masalah yang ada.
    tapi tulisan ini hanya refleksi diri untuk tetap menjaga dan menciptakan perdamaian dunia,

    apapun yang terjadi aku tetap menolak kekerasan. Perang hanya menimbulkan kekacauan, kesengsaraan, kemiskinan dan tidak akan selesai masalah ini bila PERANG perang terus berlanjut.
    Mau kopinya neng😀

    SAVE THE CHILDREN. PEACE. NON VIOLENCE

  14. Hmmm, perang, kadang aku terfikir pengen berada dalam situasi perang dunia 1 atau 2 jaman dulu, rasanya gimana gitu, adrenalin nya gimana, survive gimana, dst

  15. i love coffe. i can’t live without it

  16. I really love peace, love, respect and unity. Hmmm…like SLANK Slogan…
    Mas, tukeran link yuk. Aku langsung pasang nih. Hihihihi….THanks a lot sudah berkunjung kerumahku.

  17. @namakuananda: Tenang aja bro, post ini sungguh cerdas kok. Salut untuk rajutan kata-katanya. Cuma kopinya kurang banyak. Perlu ditambah satu teko lagi dong. Uenaak tenan. Apalagi kalau ditemani pohong keju ughh top-markotop lho…

  18. Tidak semua perbedaan menjadikan peperangan.
    Selamat untuk perbedaan yang menjadikan dunia ini lebih indah dan lebih berwarna, karena sesungguhnya perbedaan itu adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk manusia.

  19. Kopi hangat, kopi nikmat, dapat dinikmati setiap saat, oleh siapapun dimanapun. Silakan nikmati, dan tambah-kan nikmatnya dengan obrolan , disertai dengan sedikit canda dan gurau.
    jangan lihat siapa yang berbicara, namun apa yang dibicarakannya.
    Nikamati kopi santai, membuat tubuh lebih hangat…
    Jadikan obrolan sahabat lebih bersemanangat..

  20. Untuk Berdamai kita harus berperang…

  21. Palestina menyapa cinta
    Semoga kita senantiasa merasa🙂

    Sahabat, lama ga bersua

  22. Yahudi, Zionis, Israel.
    paham zionisme membuat kaum Yahudi merasa sebagai ras tertinggi, sehingga mereka berbuat semena-mena pada kaum Palestina. Meski sekarang, orang Israel tak melulu Yahudi.

    Persahabatan dan cinta bisa tumbuh dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja.

    Kalau boleh tahu, siapa nama sahabat Yoseph dan Yusuf?

  23. Mampir Blogwalking perdana kesini..:-),trimakasih udah mampir diblog saya yg sederhana:-)

    Hmmm…kalau kopi,yang pantes gandengannya ya rokok:-).Iya tho..??

  24. Sayang aq terlambat sehingga gak sempat ngopi bareng ma Yosef n Yusup.

  25. bianglala00cindai Says:

    Salam kenal., Saya suka tuh kanvas hitamnya!! Apapun yang dicoretkan di atas warna itu akan terlihat menarik. Jadi Bianglala mau coretkan comment di kanvas hitam ini, ha ha. kesempatan.., kapan lagi Bianglala ‘terlihat’ semakin cantik, kalau gak di atas warna hitam ini.
    Aha.. Kopi, minuman menyenangkan buat Cindai tuh, bukan buat Bianglala. Tapi kalau dibarengi baca/nonton berita menyedihkan, menjadi kurang nikmat rasa kopinya. Enaknya minum kopi sambil ditemani sang kekasih. he he. boleh juga sambil ditemani sahabat, terkadang..!!, itupun kalau sahabat ada waktu buat kita. Ternyata ‘waktu’ juga yang mampu memisahkan sahabat dari kita. ‘Waktu’ ternyata telah banyak mengubah seorang sahabat, waktu telah menjanjikan sesuatu, akan tetapi waktu pula yang melupakannya. Waktu telah membatasi pertemuan, waktu pula telah membuktikan yang mana sahabat, dan yang teman saja, siapapun dia, di manapun dia, waktu pula yang mendinginkan hangatnya kopi.

  26. sahabat terima kasih sudi memberi komen(tar) di blog ini, rasa kopi yang sahabat nikmati dan syukuri merupakan salah satu anugrah-Nya.
    @ mas raffael dan mas randu ingin perang aku pun demikian juga ingin perang dengan diriku sendiri yang kadang kurang berempati sama orang lain.
    @ melandri dan Hejis, kapan2 kita ngopi bareng bertiga dengan pohong keju sepertinya mantab tenan😀

    @ kata2 yang selalu ingin terbang membawa perdamaian dan cinta dari
    Catatan muslim, Daiichi, achoey,pengendara

    @Mahadewi, jiwakelana, karena dia, sahabat Yusuf dan Yoseph gag jadi datang, akupun tak tau siapa namanya😉

    @ Gusti dana : bagi donk rokoknya😆

    ————– Up Date ————- komen(tar)
    baru kali ini komen(tar) di update😆 karena apa?
    aku kalah beberapa detik dari bianglala00cindai dengan waktu yang nyaris bersamaan
    @ bianglala00cindai : sayang pak Heru berpamitan telah berpamitan, coba kalau tidak, bianglala dengan cindainya bernapas dan memberi cahaya, warna semakin kemilau.
    matur suwun sahabat, datang menoreh kata seakan membangkitkan gairahku tuk corat-coret lagi🙂

  27. Saya lebih suka teh … eh, kapa nmain kerumah saya, nanti saya buatkan kopi Aceh🙂

    aku dah mampir lho
    kopi aceh? aku mau🙂

  28. Apa lagi kopi dari daerah sy… boleh dicobain deh…😛

    🙂 tanpa merkpun aku suka, gratis khan?

  29. saya suka kopi cinta… kopi yg di buatkan penuh dg kasih sayang:mrgreen:
    ikutan IBSN yuk.. bulan ini tutup tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

    salam kenal, ^_^

    siap. segera meluncur ke TKP dengan membawa seperangkat alat ngeblog🙂
    salam ^_^

  30. […] Revolusi Cara Belajar LearningRevolution, Belajar dan selalu belajar « Tiga Cangkir Kopi […]

  31. bianglala00cindai Says:

    Thanks.,,,, atas update komentarnya. Aku merasa tersanjung. Aku tertegun, karena WAKTU yang kita jalani, telah ‘menjanjikan’ sesuatu (persahabatan)…
    mas Nanda (boleh namanya disebut begitu??), kata mbak Cindai, “mas Nanda sepertinya lelaki yang romantis” sampe membuat mbak Cindai penasaran mampir ke blog mas Nanda. Iya ya kenapa om Hejis pamitan, padahal Bianglala masih mau bikin hatinya berwarna-warni.
    Oya, om Nanda punya email???

    boleh aja panggil/sebut aku Nanda karena lebih familiar ditelinga para blogger😆
    hah….(pura-pura kaget, keluar bintang-bintangnya dari kepala) cindai sebut aku lelaki yang romantis. amin…amin… semoga doa itu didengar-Nya, tapi kok ada kata “sepertinya”, so….
    jangankan nanya imel, nanya No. HP aja aku beri + Hp + pulsanya😀
    asik…. mo dapet dorpres dari bianglala ya?. imelku akan nyampe malem ini juga.

  32. hahahahaha……………
    merci……merci………luv U to,bang hehehhe……….
    oya? ke face book aku dong
    salam hangat selalu

    face book? yang suka main kesana Bundanya Nanda, mo kenalan?
    eh…. TKP nya dimana?

  33. kayaknya tidak ada masalah dengan artikel ini untuk diikutkan IBSN award..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: