Teguran Cinta

Teguran dari sang istri membuatku berpikir ulang tentang tulisan IBSN : …..

“Ayah, tulisan itu tidak berbobot sama sekali, kalau mau nulis ya nulis aja kenapa harus menulis seperti itu,”Tegur istri tercinta yang rada sewot waktu itu.

Manusia memiliki rasa yang memungkinkan untuk dapat menghayati berbagai fenomena yang baik (etis) dan indah (estetis). Ketika melihat sebuah lukisan abstrak dengan warna yang begitu kontras dan sapuan kuas yang tak jelas dipandang mata, tidak sedikit orang yang mengerti maksud dan letak nilai keindahan lukisan tersebut, akal tidak berperan disini, mungkin butuh penghayatan dan bersumber dari rasa. Begitu pula sebuah tulisan yang digores dengan maksud-maksud tertentu. Tapi bukan tulisan diblog ini lho. (off the record; gaya tulisan diblog ini jangan ditiru ya? hi…hi..hi…)

Pinjam tulisan Bapak Dr. H . Sofyan Sauri dalam bukunya Pendidikan Berbahasa Santun bahwa bahasa memiliki ciri-ciri umum yang menggambarkan hakikat, komunikasi, sarana dan sistematika:

  1. bahasa mempunyai aturan atau pola terdiri dari sistem bunyi dan makna.
  2. bahasa itu manasuka (arbitrer), dipilih secara acak tanpa alasan atau manasuka. Tidak ada hubungan logis dengan kata-kata sebagai symbol.
  3. bahasa itu ucapan/vocal, media bahasa yang terpenting adalah dengan bunyi-bunyi.
  4. bahasa itu symbol, symbol dari perasaan, keinginan dan harapan. Bahasa itu symbol kehidupan manusia, symbol manusia itu sendiri.
  5. bahasa mengacu pada diri sendiri, bahwa bahasa itu mampu digunakan menganalisa bahasa itu sendiri.
  6. bahasa itu manusiawi, bahasa itu adalah kekayaan yang dimiliki oleh manusia. Hanya manusia satu-satunya makhluk yang mempunyai kemampuan berbahasa.
  7. bahasa itu komunikasi, bahasa itu alat kamunikasi dan interaksi antar manusia dan menjadi pelekat dalalm menyatupadukan keluarga, masyarakat dan berbagai kegiatan sosialisasi.

Sedikit tambahan dari Amir dalam bukunya Etika Komunikasi Masa dalam Pndangan Islam. (Jakarta, 1999:85) menyebutkan bahwa qaulan ma’rufah sebagai perkataan yang baik dan pantas. Baik artinya sesuai dengan norma dan nilai, sedangkan pantas dengan latar belakang dan status orang yang mengucapkannya.

Sebagian ilmuwan menyatakan bahwa ilmu itu bebas nilai (value free). Ilmu harus berada dalam dunianya yang bersifat obyektif, tetapi sebagian berpendapat bahwa yang obyektif itu tidak pernah ada. Manusia tidak pernah bisa melepaskan dirinya dan meletakkannya di tempat netral, karena itu ilmu tidak bisa dibiarkan kosong dari nilai. Suatu teguran cinta tanpa pamrih.

Bagaimana dengan sikap orang sekeliling yang anda cintai? dan apakah anda selalu menimbang bobot ucapan diri kita sendiri?

mungkin nyrempet-nyrempet dengan yang ini : (Bukan) Penulis yang Baik | Bahasaku Susah Dipahami

17 Tanggapan to “Teguran Cinta”

  1. wah bener tuh mas.. protesnya terutama pada judul. Kok judulnya begitu? Kok judulnya selalu pakai ‘itu’ dll..dlll… di sepannya sih cemberut, tapi dalam hati seneng juga ternyata di antara kesibukannya yg bejibun, masih sempet juga dia baca blog saya.. hehe..

  2. wah isterinya perhatian banget… beruntung sekali mas yang satu ini…. hehehe

    Bener mas kata isterinya…. tulis aja yang ada di kepala, karena spontanitas, akan menghasilkan sebuah imajinasi yang sangat luar biasa nilainya…

  3. wah memang luar biasa, tapi sayang sekali, saya baca artikel ini fikiranku jadi bingung, gaya bahasa yang terlalu tinggi, buat orang desa ketinggalan zaman kayak saya ini, mana mudeng nyambil hikmah kata2 di atas, hehe maaf,

  4. Ngisi absen…Hadir pak..

  5. asyik nech bisa di tegur sama cinta… blog yang bagus… slam kenal…😉

  6. bahasanya asyik juga, saya nyomot tulisan Pak Sofyan ya.

  7. @ kucingkeren : dia siapa mbak? aku gag ikut-ikut lho🙂

    @ bujanglahat : saking perhatiannya, ngomelnya seharian🙂

    @ udienroy : ah, jangan selalu merendah gitu donk, kita semua berasal dari satu ibu. Ibu pertiwi😀

    @ randualamsyah : lho…. keynote speakernya kok juga ngisi absen sih😆

    @ angga erlangga : lagi bikin yang baru ya? salam kenal lagi😀

    @ ree : monggo, ambil semua juga boleh🙂

  8. Semalam aku bersumpah pula, kuangkat sumpah demi hidup-Mu.
    bahwa aku takkan pernah memalingkan mataku dari wajah-Mu; bila Kau memukul dengan pedang, aku takkan perpaling dari-Mu.
    Aku takkan mencari sembuh dari yang lain, karena kepedihanku ialah lantaran perpisahan dengan-Mu.
    Bila Kau mesti melemparkan aku ke dalam api, aku bukan mukmin bila aku mengeluh.
    Aku bangkit dari jalan-Mu bagai debu; kini aku kembali ke debu jalan-Mu.

  9. hehehe..tp org punya penilaian berbeda, tp org juga jg punya imajinasi yg berbeda. gpp toh anggap aja masukan.
    sy tidak terlalu menimbang apakah ucapan sy berbobot ato tidak, tidak ada salahnya kan mengeluarkan ucapan apa yg ada di kepala dimana ucapan tsb msh sopan dan tdk menyakiti hati org lain

  10. manusia tidak pernah objektif,
    .
    saya setuju akan hal ini,
    .
    biar bagaimanapun harus berada di satu sisi dari sekian sisi yang ada,
    .
    dan tidak ada yang namanya sisi netral,
    .
    karena di setiap sisi pasti ada keinginan untuk menang, terlihat hebat, terlihat …….. NETRAL

  11. pagi bang.
    blue sapa dulu comandnya nanti
    salam hangat selalu

  12. bukan teguran…tapi…
    [masih mikir… sabar yah…]😀

  13. Bagaimana dengan sikap orang sekeliling yang anda cintai?

    biasa aja😛

    dan apakah anda selalu menimbang bobot ucapan diri kita sendiri?

    ya jelas lah

  14. Kalau aku sih nggak punya gaya tulisan, hehehe…

  15. koran………….koran…………..hahahah
    majalah deborah kagak ada bang yg ada majalah bluethunderheart…..hehehe
    semangat semangat carikan jodoh kenapa bang
    salam persahabatan selalu

  16. Istri yang bijaksana. Penuh cinta.
    Salam anget banget, mas Nanda…😀

  17. sangat beruntung dikelilingi orang2 yang mencintai.
    blog yang bagus walau kadang perlu beberapa kali membacanya hehehe ato aku yang ndak mudeng!

    yang nulis aja gag dhong apa yang ditulis apalagi yang baca😆
    *bacalah 3 hari sekali, mudah2an ibu Dina bisa mudeng*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: