Kau akan mati

Kematian mengangkat tirai yang menutupi sekian banyak hal dari penglihatan semasa hidup. Kita menjadi lebih sadar akan jatidiri dan kebenaran dunia ini. (Hazrat Inayat Khan)

Selepas belajar dan mengerjakan tugas malam itu, Ananda bermain dan bercanda dengan ayahnya. Saking gemesnya, Ananda membekap muka ayahnya dengan bantal. Sekali sang ayah membebaskan diri dari bekapan bantal itu. Tapi, ketika dua kali Ananda membekap ayahnya dengan bantal, waktu itu juga tidak ada tawa dari ayah dan Ananda. Ananda terhenyak sesaat, dia hanya berteriak,”Ayah bangun…ayah bangun…. Sambil tertawa dibuka kedua kelopak mata ayahnya, dia berteriak lagi, ayah bangun…..bangun….. Digoyang-goyangkannya tubuh sang ayah, tapi sang ayah tidak bergerak. Suara lirih-sendu terdengar saat itu,”Ayah….ayah…. bangun”. Diletakkannya jari mungil di ujung lubang hidung sang ayah,”Ayah….. ayah….. bangun…..Bundaaa……ayah…..Sudah beberapa cara digunakan untuk membangunkan ayahnya. Sepertinya Ananda tahu persis daerah sensitif sang ayah. Kedua tangan mungil itu menggelitik kedua kaki ayahnya. Tapi sang ayah tidak bergeming. Di dekapnya sang ayah sambil menangis,”Ayah……ayah….hugh…hugh…..ayah”. Tiba-tiba sang ayah membuka matanya dan…….baaa…….Tangis itu pesah menjadi tawa riang.

”Dik, kenapa adik menempelkan jari di lubang hidung ayah? Emang ayah tadi kenapa?”,Tanya sang ayah sedikit canda. Kata-kata yang terucap dari Ananda tidak terdengar, tapi melihat mimik bicaranya, dia berucap; Me….ning…gal…sambil merapatkan kedua telapak tangannya dan diletakkan ke pipi kirinya.

Sebelum bertanya lagi, sang ayah sempat berpikir, dari mana Ananda tahu untuk mengetahui seseorang meninggal atau tidak cukup menempelkan jari di lubang hidung.

”Adik takut kalau ayah meninggal,”Tanya sang ayah. Ananda tidak menjawab dan langsung memeluk tubuh sang ayah.

Kematian – meninggal dunia. Kau akan mati. Suatu kebenaran yang tedengar oleh telinga kita tidak selalu membuat kita bahagia justru mungkin membuat kita semakin ngeri, takut dan marah, jika tidak menyadarinya.

Keberadaanmu di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang sedang mengembara. Apabila kamu berada pada waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi, dan apabila kamu berada pada waktu pagi, janganlah kamu menunggu waktu sore; Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu untuk menghadapi matimu. (Riyadhus Shalihin kumpulan Imam Nawawi)

30 Tanggapan to “Kau akan mati”

  1. hidup…
    apa sih hidup itu?
    saat jantung masih berdetak, manusia bernapas..
    hanya itu?

    “sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi yang lainnya”.
    sudahkah kehadiran kita bermanfaat bagi sesama?
    apakah keberadaan kita menjadi anugerah?
    ataukah, ada dan tiadanya kita sama saja?

  2. kematian adalah hal yang pasti tapi jangan pernah meminta kematian itu, bener gak sih, hehehe

  3. makasih dah ke blog saya😀

  4. tidak ada yg perlu di takuti dr kematian…🙂

  5. 😦 kematian dan kehidupan..seperti dua sisi mata uang.. sebetulnya saat menangis ketika ada yang meninggal, yang ditangisi itu kematian atau kenapa kita ditinggalkan sendiri?

  6. bang…..postinan yg penuh perenungan buat kita semuas terutama blue
    salam hangat selalu

  7. semua org pasti akan mati

  8. bluedicko Says:

    belum cukup tabungan amal untuk ‘ke sana’. jadi masih ‘harus’ takut..:(

  9. jadi inget analoginya mas deni cantigi deh.. hikk..hikk

  10. bang aku tunggu di fb ok bang
    salam hangat selalu

  11. Wah membaca ini saya jadi takut salah pulang kampung ni, secara leluhur saya kan dulu kampungnya di surga (adam dan hawa), saya takut salah pulang ni malah ke neraka (semoga saja tidak, amin)

    @JiwaKelana
    Benar sekali tuh untuk apa meminta mati cepat, sebab diminta cepat-cepat juga kalau belum waktunya mana bisa…so jalani saja sisa yang ada buat bekal mudik ke surga…

    @Nono
    Memang tak ada sebab itu sesuatu yang wajar dan pasti terjadi, namun sungguh saat kematian itu datang sesiap apapun kita, yang namanya ‘gelisah’ itu ada, etnah gelisa apa, sampai pernah baca bahwa Rasul sendiri mengatakan bahwa dalam kematian itu pasti ada kesakitan (saya lupa sumbernya entar saya cari deh). So, memang pastilah rasa takut, gelisah, dan perasaan yang campur aduk itu pasti ada, apalagi kalau bicara amal etnah berapapakah harga sebuah surga pastinya mahal dan tidak semudah yang dikata. Tapi semoga kita berhasil pulang kampung dengan selamat)

    @dewi
    Silahkan bukalah Al-Qur’an semua pertanyaan mu itu pasti akan terjawab….

    ————
    Saya sendiri walapaun siap tapi masih ada sedikit ketakutan dan kegelisahan yang tiada tara jika muncul kata ‘Mati’ apalagi jika malaikat maut sudah didepan mata, Ya Allah entah bagaimana perasaan saya, duh semoga kita mendapatkan mati yang indah walapaun mati yang diindah itu tetap ada rasa sakitnya.

    lho…kok….?
    Mas admin, moderasinya kok gag semuanya sih?
    ntar ada yang iri lho😆

  12. Hi friend.. Nice cool post.. Keep posting.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!!

  13. suhadinet Says:

    ya kita semua akan menemui kematian. dan, saya sering lupa kenyataan ini.

  14. kalau ada kehidupan brarti ada kematian.karena tidak ada yg kekal didunia ini kecuali sang Pencipta

  15. mati, hidup, mati….
    wah….
    siapkah…

  16. Semua yang bernyawa pasti akan mati, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan memepersiapkan perbekalan untuk kehidupan selanjutnya. jadi mungkin mati ya mati hidup adalah pilihan untuk berjuang dan mencari perbekalan. siap hidup berarti siap juga mati…

  17. mandilah kamu sebelum kamu dimandikan dan shalatlah kamu sebelum kamu di dishalatkan

  18. kematian adalah takdir……..

    kanapa anak bayi saat dilahirkan menangis sedangkan tangannya ia genggam erat2……

    tolong di jawab yah…..so ada sangkutannya dengan judul diatas

    😆 nebaknya pake ilmu apa dulu nih, ilmu kedokteran, ilmu kimia, ilmu fisika, atau pake metafisika? aku nyerah deh🙂

  19. Hidup???mati???
    dimanakah kita??? kita bagai terbang dengan pesawat……tidak menempel tanah dan tidak menempel awan/langit

  20. setuju…….bue juga pasti akan mati seiring perguliran sang penguasa Waktu. salam hangat selalu

  21. Kematian itu pasti akan dijalani oleh semua mkhluk hidup sesuai dengan kehendaknya….😀

  22. wah jangan takut mati, manusia pasti akan mati

  23. Betul! Waktu memang terus berganti dan tidak akan mungkin untuk kembali lagi. Sungguh merugi seseorang yang menyianyiakan waktu dengan melewaktu waktu berjalan begitu saja.

  24. kita harus mempersiapkan diri utk menghadapi kematian itu… yuk tingkatkan amal ibadah kita…

  25. Iyaa.. kalo berhubungan dgn yang satu ini (mendengar dan meliahat maksudnya) hhuffff rasanya pengen memperbaiki semua yg terlanjur kurang baik, kurang semestinya.. Namun setelah itu lupaaa karena kesibukan dunia….

  26. sip infonya..salam kenal..

  27. Berani Hidup? Harus berani mati,…..

  28. Hidup dan mati itu sebuah pasangan, keduanya pasti akan dialami oleh makhluk Ciptaan ALLAH Subhanahu wata’ala…

  29. oretankoe Says:

    Hidup dan Mati …

    Itu adalah lakon yang harus manusia jalani..
    Selama masih hidup semoga kita berguna untuk sesama atau setidaknya jangan menyusahkan mahluk lain
    Sehingga pada saat kematian menjemput.. tiada sesal yang kita tinggalkan

  30. Setiap yang bernyawa
    Pasti kan merasakan mati

    Untuk kehidupan yg abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: