17 Tahun Ke Atas

Hanya menyisakan sebagian kata dalam judul film yang terpampang di perempatan jalan Dewi Sartika. Berdiri tegak, namun bahan yang terbuat dari flexy itu sepertinya tak mampu mempertahankan keutuhannya, robek tak beraturan di bagian atas membuat orang yang melintasi poster film yang berukuran 6 x 9 meter itu tak  acuh. Terbaca sebagian, 2 dan FILM PORNO. Sedikit penasaran, meski  lulus SD tak tamat SMP aku masih bisa memahami apa yang akan disampaikan judul film itu.

Panas siang itu tak ku hiraukan tuk sesuap nasi  bagi si kecil. Mendorong gerobak – mencari barang-barang tak terpakai di tong sampah, sebuah rutinitas yang tiap hari ku jalani. Tiap detik, setetes keringat, sejengkal kaki melangkah ku percaya, rejeki sudah ada yang mengatur. Setiap Ku korek tong sampah seberkas melintas membayang untuk mengubah hidup yang lebih layak. Tetap bersyukur karena nikmat-Nya karena kehidupan ada disana.

Tak seperti biasanya, tong sampah telah terangkut petugas kebersihan di pagi hari. Sedih yang tersisa. Hari ini anak istriku makan apa. Tetap berikhtiar meski  rejekiku sudah terangkut petugas. Gerobak masih kosong terasa ringan, lebih semangat mendorong gerobak yang terisi penuh dan keringat mengucur. Ku sandarkan sejenak kepala di pohon sambil meluruskan kaki. Menghela napas panjang, apa yang harus ku perbuat hari ini. Pulang dengan gerobak kosong atau tidak pulang sekalian, tapi anak istriku menanti berharap sang ayah membawa seberkah rejeki.

Menatap jauh tak kuasa. Bunyi secarik kertas karena tiupan angin menarik perhatianku.  Buku bersampul putih -lusuh bertuliskan Renungan Kloset ku ambil. Sekedar ingin tahu apa isi buku itu, ku bolak-balik lembar demi lembar, tak tahu jelas apa yang di maksud tulisan dalam buku itu. Sepertinya sebuah renungan, puisi dan atau apalah. Yang menarik dan mengusik pikiranku adalah tulisan di halaman belakang ; NOTE  Ini Penting : kalau nanti malam kau bertemu Tuhan, Tolong tanyakan padanya, apakah Adam diciptakan untuk memperkosa Hawa? Ini penting! Tebet, 24062001

Yang di maksud tulisan itupun aku tak mengerti. Apa iya Tuhan menjawab jika aku bertanya pada-Nya. Rasa lelah dan putus asa hilang tak terbantahkan.  Rieke Diah Pitaloka, tercantum sebuah nama di buku itu. Sepertinya dia perempuan yang romantic. Tegar , cerdas, pejuang, punya asa dan……. aku harus sepertinya untuk anak dan istriku.

8 Tanggapan to “17 Tahun Ke Atas”

  1. Hmm… Rieke Diah Pitaloka bisa menginspirasi rupanya.

    Yang jelas, saya suka aktingnya di bajaj bajuri:mrgreen:

  2. Si Oneng bagus tuh bukunya..renungan kloset…..sempat baca sekilas-kilas di gramedia….

  3. namakuananda Says:

    @ Suhadinet : matur suwun kunjungannya, review buku jadul sembari nulis dikit Pak, kangen🙂

    @ esha di birulangit : yap, buku renungan, kumpulan puisi RDP yang pertama berjudul Renungan Kloset dari Cengkeh sampai Utrecht.
    thx. sob.

  4. buat ananda, elo goblok pamer tulisan di http://tutorialgratis.net/2008/11/28/seo-pdf/#more-323

    Isi tulisanmu : “mas, file Pdf masih bisa diedit lho. hayo…”
    elo ga tau apa kapasitas penulis di situ ? elo paham ga sih…..

    tolol…………

  5. wah…wah…..
    rame tenan yo,,,,,

    mau tanya nie…..caranya nampilin favicon di WP gimana ya???
    mohon bimbingannya…..

  6. namakuananda Says:

    @wedus : haaaha…ha… asyik juga orang tolol dapet kritik tenkyu mas

    @acca : lewat imel aja yach, ntar kalo dipapar disini dikatain tolol ama wedus. otre😀

  7. inget Rieke jadi inget ma Oneng, perempuan lugu dan bersahaja

  8. hati2 ajalah kita ni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: