Penyelubung Langit

Setelah sekian bulan, Langitpun masih berharap rahasia yang terpendam selama bertahun-tahun tersibak dan tanpa menyisakan cerita pahit. Rasa yang selama ini terpendam di dasar hati sepertinya tak sanggup tuk meraih dinding asa. Bapak meninggal, tapi cerita Emak seolah ada yang sengaja ditutupi. Emak sayang Langit, apakah itu yang Emak rasakan selama ini hanya ‘tuk memenggal cerita yang semestinya Langit tahu. Yaaah… Langit pun sayang Emak. Tapi Langit merasa sedih-gundah jika cerita sebenarnya masih menghantui diriku.

Malam. Butir Kristal di sudut mata Langit tampak menggumpal, bersinar di kegelapan malam. Air mata menggenang tak kuasa menahan emosi jiwa akhirnya jatuh jua. Diusap, diratakan, dan dipandang di betis kirinya. Merunduk. Terus mengusap kedua matanya. Air mata semakin deras mengucur, degup jantung memompa aliran darah di setiap ruas nadi. Karena melihat wajah Langit bersedih, sinar bulan pun tampak redup. Sunyi, hembusan angin enggan meniup sepoi lembut dan kilau kunang-kunang menjadi saksi malam itu.

Emak membelai rambut Langit. Rasa kesedihan pun larut. Ketujuh daerah langit menyaksikan cinta Emak pada Langit. Penyelubung malam hilang tanpa bekas. Awan menepi dari sang bulan. Meski air mata tak terlihat dari anak semata wayang namun rasa cemas masih merasuk di hati Emak. Bibir kering itupun berucap,”Langit, Emak tahu apa yang sedang kau pikirkan Nak. Emak merasa bersalah jika melihat kamu bersedih. Emak sangat cinta Langit, Emak sayang Bapak, Emak  gag mau Bapakmu juga ikut bersedih melihat semua ini. Kenapa Emak gag cerita kepadamu perihal kematian Bapak. Ikhlaskan ya Nak.”

Tangan hati Langit mencekam kuat. Air mata yang mulai mongering tampak membias di bola matanya. Sepertinya keikhasan hati anak yang mulai merambah remaja belum begitu kuat jika mengenang sang bapak. “Emak, kapan Langit bisa tahu cerita sebenarnya. Emak selalu bilang ikhlaskan…ikhlaskan….tapi Mak, Langit sudah gag kuat dengan semua ini,”Langit menutup wajahnya rapat-rapat sambil sesegukan.

Langit, suatu hari Emak akan bercerita tentang kematian Bapakmu. Jadikan dirimu penyelubung dan mengenal Tuhan Maha Pengampun.

Bersambung….

*lanjutan dari Bintang Nyawang Langit

3 Tanggapan to “Penyelubung Langit”

  1. Lanjut nih🙂

  2. blue nantikan sambungannya bang
    salam hangat selalu

  3. bersambung…kira2 si Bapak meninggal kenapa ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: