Gadisku

Tiba-tiba dia meninggalkanku tanpa sebab, suara dan aksara pun tak terucap di akhir sapaan. Tak  acuh dengan sekeliling, apalagi denganku. Tak terkecuali angin yang berhembus menyibak rambut tergurai panjang dibuatnya heran. Ada apa dengan gadisku.

Secara aku tak sadar, bila bibir diam membisu, hati pun memiliki seratus lidah. Apa hendak kata, gadisku memilih yang dirasakan hatinya. Kurasa cukup untuk memperhatikannya terlalu berlebihan, mata yang begitu indah. Buah jatuh tidak jauh dari pohon, siapa gerangan ibunya.

Mendekat dengan mata sayu, sepertinya dia ingin mencari perhatian. Mengambil sesuatu dan dijatuhkannya di dekat kakiku. Ku lihat air yang membasahi bibir dibarengi dengan tetesan air dari keningnya terasa lelah keseharian bercengkerama dengan alam.

Hendak mencium keningnya, dia mengelak, rasa hati merasa bersalah. Buku bersampul merah muda dan boneka kesayangannya di rebahkan tepat di sisiku. Selimut didekap. “Ayah cerita ya,”Ucap gadisku dengan terbata-bata.

Ku lirik dia, bibir mungil berucap doa mengiringi tidurnya. Sungguh besar karunia-Mu Ya Rabb. Belum 5 menit dia tertidur di alam mimpinya, tiba-tiba gadisku berucap,”Ayah, Ananda Gadis Sayidina itu apa sih artinya.” Dan gadisku kembali tertidur dengan benang cahaya terpancar di senyum manisnya.

Salam namakuananda😀

3 Tanggapan to “Gadisku”

  1. oughhh..putrimukah kawan..??😀

    -salam- ^_^

  2. hehehe… yoi mas🙂

  3. […] biasanya sebelum tidur (malam) Nanda bermain dengan boneka-boneka kesayangannya di tempat tidur. Sambil ngobrol dengan bonekanya, Nanda […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: