Mencoba Menjadi Guru

Bersepakat bahwa semua orang bisa menjadi guru, tapi ketika orang tersebut berdiri di depan audience/anak didik belum tentu mulus menularkan ilmu yang dimilikinya. Bahkan tren masa kini menyembutkan bahwa murid dapat menjadi guru. Asyik….. gurunya bisa santai donk….Tiba-tiba suara dari luar kelas nyeletuk menyambar sambil mengibaskan rambut hitamnya,”Oh… tentu tidak!”

Perhatian untuk para guru, secuil kisah ini jangan ditiru, kalo mau meniru, minimal sudah pernah membaca kisah Suzuki seorang Musisi dan guru dari Jepang😀 Yuk kita mulai…..

Cerita ini bermula dari ketertarikan menularkan sebagian ilmu bermusik kepada siswa SD. Music : UP-DOWN-OUT . Sound Effect : Teriakan gaduh di ruang kelas. Selamat siang anak-anak….siang hari ini kita mencoba memainkan lagu perjuangan. Sudah pada hafal lagunya khan? Ok, sebelum memainkan not yang ada di papan tulis ini, untuk perempuannya bergeser sebelah kanan dan laki-lakinya sebelah kiri. Sekarang dimulai dari yang laki-laki terlebih dahulu memainkan do – re – mi – fa –sol – la – si –do. Supaya lebih gampang memainkannya, pianika (alat musik yang di tiup menyerupai piano kecil) diletakkan di atas bangku saja, ok, pada paham semua. Dengarkan hitungan, satu, dua, tiga, tiga mulai…. Music : UP-DOWN-OUT

Waduh….. suasana tak dapat dikendalikan, setiap anak memcoba memainkan pianika dengan gayanya masing-masing. Wis….. gag apa-apa namanya juga orchestra tiup sana tiup sini. Alhasil, suara serak yang menggema dikalahkan bunyi harmonisasi yang tak beraturan C – A minor – D Minor – Ke G – Ke C lagi … dari resonansi pianika anak-anak ( ingat syairnya lupa kuncinya kaleee…). Sabar…..sabar…. emang gampang jadi guru itu L

Secara berlahan tapi pasti, sinkronisasi mulai tertata rapi. Tapi masih ada juga yang ‘mencuri’ not, ‘menipu’ meniup dan ketawa-ketiwi. Yo… wis…lah…paling tidak jurus jadul masih handal untuk ‘menaklukan’ kegaduhan dan memberikan sinyal yang baik bagi anak SD di depan kelas😀

Lha wong bukan guru seni music kok ngajar seni music…t’rus, apa salahnya kalo bukan guru tapi ingin menjadi guru? Hahaha…..penulis scrip jadi bingung sendiri.

Selain kewibawaan, pengetahuan, teknik mengajar, keterampilan dan pengalaman tidaklah cukup untuk mempengaruhi seseorang. Seni proses belajar sangat berperan di dalamnya dan menuntut profesionalisme.

A profession may defined most simply as a vocation which is organized, incompletely, no doubt, genuinely, for the performace of function (Blackington)

T’rus Guru Suzuki dengan tulisan ini hubungannya apa? …Nyambung gag nyambung yang penting nulis😀

16 Tanggapan to “Mencoba Menjadi Guru”

  1. ILYAS AFSOH Says:

    kadang dalam hidup, kita tersandung tantangan oleh karena kesalahan kita sendiri, Diantara tantangan yang aku hadapi adalah Mendapat JULUKAN : C.G.P.P (cowok gak Punya Perasaan). ah,

    aku mengakui, jika aku khilaf, aku salah,namun ilyasafsoh tidakboleh berdiam diri oleh julukAN CGPP tersebut, ilyas afsoh sedang mempersiapkan diri menyambut kesuksesan yang lebih besar, yang banyak memberi manfaat pada banyak Umat.

    Sahabat, aku minta doa- doa dari Anda.

    Agar Label CGPP ini : memberi / menjadi batu titik tolak BANGKITNYA ilyas afsoh menjadipribadi yang lebih santun, yang lebih menghormati sesama, dan menghormati diri sendiri.

    Ya ALLAH,

    dan Para Sahabatku Para Blogger, dukunglah aku menjadi Pribadi yang lebih santun. Berikan Aku dukungan ….

    dukungan

    semangat

    support

    ILYAS AFSOH | 088 1296 3105 | Aku bukan CGPP
    http://ilyasafsoh.wordpress.com/2009/06/27/c-g-p-p/

  2. kalo guru SD memang campuran ngajar2 nya kan…gak masing2 beda….apa sekarang sudah berubah yak…?

  3. ahh..untung sy bukan guru… susah jg ya jadi guru…

  4. Belajar dari kesalahan itu pelajaran yang paling bagus,

  5. @ soulharmony : ok salam juga🙂

    @ ILYAS AFSOH : mudah2 an penunjuk itu terbaik untuk menuntun ke jalanNya ya mas🙂

    @ esha di birulangit : semestinya punya bidang studi masing2… biar mantab hehehe….

    @ kucingkeren : aku yo bukan guru mbak …. tapi pingin aja🙂

    @ Raffaell : sip, itulah guru paling berharga😀

  6. malam bang
    benar nyambung kagak nyambung yang penting abang saudara bloger blye dech
    salam hangat selalu

  7. wahh..ternyata untuk berbicara di depan murid saja sulit sekali ya, apalagi muridnya TK semua sudah pasti harus banyak bersabar….nice post kawan😀

    -salam- ^_^

  8. HA..HA..HA.., Kacian bgt nie guru..

  9. @bluethunderheart : taratengkyu…. aku akan lebih sayang lagi ama blogeriani blue🙂

    @Hariez : hehehe… sepertinya begitu mas, harus perlu skill khusus

    @BUNDA : makanya…. ajarin donk😀

  10. Harus senang dan ikhlas berbagi ilmu baru lancar prosesnya.
    Semoga bermanfaat.
    salam superhangat

  11. 5ngx enk y jd guru?p sich klebhn guru

  12. jadi guru tidak gampang y?

  13. menjadi guru seni musik itu seperti apa ya?
    dan apa saja persiapannya?

  14. Ah, seandainya saya diberi kesempatan jadi dosen, saya mau.🙂

  15. – cenya95 : iya mas, karena bukan profesi jadinya “keder” juga ngadepin anak2. salam super hangat juga🙂

    – lina : kelebihan guru itu harus bisa menjadi contoh bagi muridnya🙂

    – ani : karena guru sebagai profesi, sudah selayaknya mempunyai kompetensi diri

    – yasmin : hehehe . . . aku sendiri bukan guru seni musik, tapi mencoba memberikan pengetahuanku tentang musik🙂

    – Asop : suatu cita2 yang luhur, turut mencerdaskan generasi bangsa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: