Dari Bung Tomo sampai Bungkusan Gombal

Pahlawan, siapakah yang pantas di sebut pahlawan?

Sedikit kilas balik 64 tahun yang lalu, tepatnya 27 Oktober 1945 pertempuran di Kota Surabaya tak pelak dapat dihindari lagi, sekutu yang dimotori tentara Inggris menggandeng tentara Belanda menyerang Kota Surabaya dengan alas an bahwa tentara sekutu telah menang dan Belanda bagian sekutu, maka pemerintah belanda berhak mendirikan pemerintahan Hindia Belanda Republik Indonesia.

Singkat kata, setelah tewasnya Brigjen Mallaby di Gedung Internatio akibat mobil yang ditumampanginya meledak, Mayjen Mansergh sebagai pengganti brigjen Mallaby mengeluarkan ultimatum sampai dengan batas jam 6 pagi 10 Nopember 1945 yang berisi bahwa semua orang pimpinan dan orang Indonesia harus meletakan senjata dan menyerahkan diri. Karena dianggap tak menghiraukan ultimatum sekutu, pagi itu juga tentara sekutu melancarkan agresi dengan kekuatan penuh di setiap sudut kota. Pertempuran sengit di kota Surabaya yang sekarang di kenal sebagai Kota INDAMARDI (Industri Dagang Maritim dan Pendidikan). Tak sedikit Harta dan nyawa dipertaruhkan untuk membela bumi pertiwi , Indonesia. Sebagai perwujudan mempertahankan kemerdekaan, Bung Karno RI. 1 pada tanggal 10 Nopember 1950 menganugerahkan kota Surabaya sebagai kota Pahlawan.

Bicara Hari Pahlawan, tak lepas peran dari tokoh muda saat itu, Bung Tomo (Sutomo) sebagai pembangkit semangat arek-arek surboyo dengan gaya khasnya,” Allahu Akbar Allahu Akbar! di kala itu. Karena jasa beliau, sejak tanggal 2 Nopember 2008, Bung Tomo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Menteri Komunikasi dan Informatika. Oala yo yo, sebetulnya nunggu apa sih kok baru diberi penganugehan gelar Pahlawan Nasional? hehehe . . .

Patut di contoh peran Bung Tomo saat itu karena tergerak membela negeri tercinta yang telaj diusik negara lain. Bagaimana dengan Bung Tomo-Bung Tomo saat ini? Siapakah yang pantas diperangi di jaman merdeka ini? Sejak bergulirnya reformasi 1998, semua lini berusaha merubah tatanan yang lebih madani. Masih banyak perubahan yang harus dilakukan ( social, politik, ekonomi , hukum, budaya dan hankam) untuk mengejar ketinggalan akibat keterpurukan ekonomi , rasa kurang percaya pada para pemimpin dan para penegak hukum.

Setelah 5 tahun terjadinya people power , perlahan dengan kekuatan sendiri meski banyak cukong-cukong di langit, negeri ini bangkit. Pasang surut roda perekonomian, 4 kali pergantian presiden, kesejahteraan masih belum bisa dirasakan seluruh masyarakat negeri ini. Seperti lagu bang Rhoma ; Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Khasus slendap-slendup dan Mafioso masih menghantui dan rakyat dijadikan tumbal. Ibarat bermain sepak bola, Formasi 4-3-3 pun masih belum optimal diperagakan, masih terkesan bermain individu. Lho kok jadi main bola? 3 (KPK-Kepolisian-Kejaksaan), 3 (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif), 4 (Media massa, Masyarakat, Mahasiswa, Muanya deh) hahaha . . .

Ternyata oh ternyata . . . 3 striker sebagai pembobol gawang lawan sudah mulai kendor dilapangan, atau sebelum main sudah ada makelar pengatur skor ya? Ntah. Bisa dibayangkan jika tim bola kita tak dapat membobol gawang lawan tim underdog. Beeuh . . . gregetan banget. Sebagai pelatih tim seharusnya sudah tahu jika ada tanda-tanda ketidakberesan disektor penyerang. Jalan satu-satunya mengganti dengan pemain baru yang lebih fresh dan tak terlibat BUNGKUSAN GOMBAL. Lain waktu bahas pemain tengah sama belakang ya hehehe . . .

Dengan semangat kepahlawanan, semoga rekayasa politik yang mementingkan diri sendiri, keluarga dan membangun kekuatan ekonomi yang menguntungkan kelompoknya dan tak merugikan ekonomi bangsa berkembang biak menebas hukum yang berlaku.

12 Tanggapan to “Dari Bung Tomo sampai Bungkusan Gombal”

  1. Dengan kita menulis tentang kebaikan dan kebenaran bisa disebut pahlawan kaga yach ?😀

    Salam🙂
    *Selamat memperingati hari pahlawan🙂

  2. tidak sempat untuk membaca semua isi postingan ini
    salam blogger dari kalsel

  3. bungkusan gombal itu pasti dari blue heheh.
    salam hangat selalu

  4. pa cabar
    salam hangat selalu
    makasih selalu merespon aku

  5. semangatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
    salam hangat selalu

  6. bung tomo emang top

  7. hallo apa kabar nanda. berkunjung lagi nih. salam untuk teman-teman

  8. merindu sangatlah blue bang
    salam hangat selalu

  9. @ ALL :
    matur suwun pren mampir disini🙂
    Postingan terakhir yg mengetengahkan SEMANGAT malah membuat aku sendiri ‘mlempem’ menulis🙂

    Huufh . . . nulis lagi. sekali lagi matur suwun sanget pren ^-^

  10. wah..semangat bung tomo harus ditiru bro
    semangat ngeblog di tahun yang baru ini

  11. bungkusan gombal? hahaha..istilahnya keren! pa kbar bos?

  12. […] Emosi Diri, Otak-tengah-di-tengah-tengah-silahturahim, Dari-bung-tomo-sampai-bungkusan-gombal, Cinta-segitiga-hadir-dalam-hidupku, Halaman […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: