Tanpa Halaman Depan

Pak  Parjo yang dianggap sesepuh kampung oleh warga ternyata tidak ‘mbelezet’, sesepuh berarti menjadi orang tua yang bisa menjadi teladan bagi warganya. Tidak pernah nampak raut wajahnya yang sudah berumur itu setua umurnya. Sumringah dan grapyak kepada semua tetangga bahkan orang yang baru dia kenal, menandakan kematangan jiwa yang sudah terasah sekian tahun. Hidup yang sederhana dan tidak neko-neko  membuat warga menjadi respek dan sangat menghormatinya. Pak Parjo, begitulah beliau.

Gotong royong sebagai symbol kekeluargaan dan saling membantu kepada sesama selalu ditunjukkan beliau dengan sikap tanpa banyak bicara. Ringkes dan trengginas, cekatan dalam bertindak.  Selalu mendengarkan pembicaraaan  dengan penuh pengertian tanpa sesekali memotong pembicaraan orang lain dan ketika  diminta pendapat , beliau selalu berbicara santun, tidak keras namun suara lirih itu selalu terdengar dengan jelas. Pak Parjo pernah bertutur,”Memang gampang memberi nasehat, tapi jika kita tidak pernah melakukannya seperti yang kita ucapkan, tak seorangpun akan memperhatikan kita.” Tanpa pernah membandingkan dengan orang lain, beliau memang sesepuh yang penuh pengertian. Menghormati pendapat orang lain walau berbeda dengan sikapnya dan selalu mengendalikan dari rasa angkuhnya dan menjalani seperti yang beliau ucapkan. Pak Parjo.

Tutur kata yang santun, tanpa di lebih-lebihkan dan dikurangi, selalu hadir di setiap pertemuan atau hanya sekedar obrolan ringan. Tak pernah berdebat dan membuat persoalan menjadi berbelit, karena Pak Parjo sadar akan usianya yang sudah uzur. Tak ada yang menang dalam berdebat, kawan menjadi lawan dan mungkin juga cinta berubah menjadi ketidakpedulian karena rasa kecewa yang dalam di setiap kalimat yang terlontar dalam berdebat ataupun argumentasi. Hari ini kita merasa menang dalam berdebat/argumentasi tapi esok hari apa iya argumentasi itu berlogika cerdas. Belajar mendengarkan  orang lain, itulah sosok Pak Parjo.

Kritik, bukan mencari kesalahan orang lain jika memang hal yang dianggap keliru selalu diterabas dilakukannya tuk sekedar menjalakan proses tukar gagasan/pesan. Komunikasi cerdas Pak Parjo sangat elegan, seumuran beliau rentan terhadap kalimat menyudutkan, kasar dan bahkan berbau SARA, tapi beliau selalu tersenyum dan menanggapinya dengan pengalaman hidupnya. Sebagai manusia,  sakit hati juga dirasakannya tapi tak ada guna, suara yang terlontar hanyalah getaran yang tertangkap di indera pendengaran kita. Tak ada suara yang buruk, mungkin hati kita yang menerima sinyal itu dan mengolahnya menjadi sesuatu yang kurang  baik.

Pak Parjo. Kita, Kami,  itulah kata yang sering terdengar di setiap pembicaraannya. Jarang sekali kata ‘Aku’ atau ‘Saya’  terucap di setiap pembicaraannya. Beliau selalu melibatkan orang lain dalam berbicara, kalopun terucap kata ‘Saya’, beliau bercerita  sesuatu yang sangat pribadi . Karena beliau menganggap, kehidupan ini tak akan lepas dari orang lain. Karena pengertiannyalah, Pak Parjo mengabdi di kampung sekian tahun tanpa terucap kata yang angkuh dan kesan menonjolkan diri. Pengabdian dan keikhlasan beliau  bisa di lihat dari sikap, tutur kata dan hati yang tulus dalam keseharian. Pak Parjo tidak butuh ketenaran dan sanjunagan, beliau hanya butuh kedamaian di kampung dan cinta sesama.

Tanpa Halaman Depan hanyalah cerita fiktif, kurang lebihnya mohon maaf ya Pak Parjo🙂

6 Tanggapan to “Tanpa Halaman Depan”

  1. p cabar kang?
    blue datang selalu untuk mensuportmu
    salam hangat dari blue

  2. Hehehe . . . slalu pertamax ya blue🙂
    salam hangat jua

  3. maish ada gak ya..sosok pak parjo jaman sekarang ini??

  4. Daiichi Says:

    Semoga ada Pa Parjo2 muda sekarang ini, biar bisa jadi bibit unggul. ^_^

  5. gimana kabarnya
    ta pernah mau y ke blue
    salam hangat

  6. Mengajak Anda untuk memberantas korupsi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi
    http://gakindo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: