Obrolan Makan Siang

Obrolan makan siang ditengah rutinitas bekerja sangat membantu merefresh pikiran.  Bukan menikmati makan siangnya malah obrolannya yang selalu ku tunggu. Kok bisa begitu? Hehehe . . . ya memang begitu. Bekerja menunya hanya SOP, di sini SOP, di sana SOP, nah kalo  makan khan malah gag pake SOP (baca; Standard Operational Procedure).   Begitu pula layaknya seorang pelajar yang beberapa jam “menikmati” pembelajaran di kelas.  Aktifitas apapun bentuknya yang dilakukan semenjak pagi hari memerlukan  energi  sesuai  aktifitasnya.  Cuci tangan, pilih  lauk, sayur + nasi, baca Basmallah. Gampang khan “SOP”-nya makan siang?  Boleh ngomong selagi nasi tidak dimulut, ntar nasi + lauknya gag bisa ketelan. Terlebih jika makannya pete atau jengkol😀

Makanlah selagi lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.  Sepatutnya  Selalu bersyukur karena masih di beri nikmat dunia, karena masih banyak saudara kita di tengah terik matahari, guyuran hujan yang masih mencari sesuap nasi. Apalagi sebagai kepala keluarga yang penghasilannya pas-pasan atau seorang anak yang berjuang menopang kehidupan keluarganya, mau makan saja masih berhitung dengan uang yang ada di sakunnya. Alhamdulillah, nikmat Allah selalu ditambah ketika kita bersyukur.

Obrolan makan siang pun sifatnya santai, tapi ada juga yang kelewat serius. Nah yang serius inilah yang malah bikin mumet, pecas ndahe. Meski maksi dipilih untuk lebih santai tapi  Semuanya  tergantung  dengan suasana dan  topik yang di bicarakan waktu itu.  Bisa dipastikan Jika yang ngobrol lebih dari 3 orang, obrolannya semakin seru dan menarik bahkan bisa OOT (Out Of Topik) kemana-mana. Ya gag apalah, namanya juga ngobrol selagi tidak ngomongin aib seseorang dan ngobrolin diri sendiri yang terlihat paling waah. Kadang  Gaya bahasa resmi, keilmuaan, dan gaya bahasa media massa pun sedikit tertangkap di sela-sela obrolan, tapi kalo ngobrolnya pakai Gaya bahasa sastra gimana jadinya yach🙂

Obrolan sendiri biasanya  diawali dari berita atau rumor yang sedang kita dengar, lihat dan rasakan di sekitar kita, misalnya kalo yang ada di hadapan kita adalah pisang aroma, ya itulah yang di bahas sampai tuntas dan njimet. Dari rasa dan olahan pisang aroma itu sendiri sampai kecerita dewasa….. Haiyaah … ujung-ujungnya pasti kesini  atau mobil yang sedang lewatpun bisa di komentari. Pokoknya isi otak ini seperti didefrag, di tata ulang sebelum bekerja kembali. Selain bercakap langsung di sela-sela maksi,  ada juga loh yang setelah maksi ngobrolannya di dunia lain online hehehe . . .termasuk aku juga  kadang say hello di pesbuk atau up date status ringan. Memang enak kalo lagi ngobrol di siang hari walau sedikit ngantuk🙂

Curhatan yang lain :

Mengontrol Emosi Diri, Otak-tengah-di-tengah-tengah-silahturahim, Dari-bung-tomo-sampai-bungkusan-gombal, Cinta-segitiga-hadir-dalam-hidupku, Halaman depan.

6 Tanggapan to “Obrolan Makan Siang”

  1. kapan ngobrolbareng blue lagi om…hehehe
    salam hangat dari blue

    hehehe . . . iya ya, padahal tinggal melangkah aja ya blue🙂

  2. sama sepeti sy nih.. makan sambil ngobrol, fesbuka,, dan dengarin musik.. heheh

    thanks sudah berkunjung..🙂

    hehehe . . . lah kalo itu, aku banget, laper kalo gag dapet koneksi🙂

  3. makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang…. subhanallah.. ini kan hadits Rasulullah…

    iya mas, Barakallah.
    kita slalu bersyukur atas nikmatNya

  4. apalagi teman ngobrol kita berasal dari bidang ilmu yang berbeda, makain menarik jika mmebahas sesuatu, berbagai opini dna pandangan terhadap suatu maslah terlihat🙂

  5. makan siang bareng2 sambil ngobrol emg asyik…🙂

    eh ada kata2 pecas ndahe…hahaa…saya juga ga asing lagi dengan kata2 seperti itu lho😀

  6. – saptriyawati : sip🙂
    sharing yang nyambung lebih mengasikkan dan nambah wawasan, lebih bermanfaat

    – wien : hehehe…he’em, pecas ndahe itu suhu bloger🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: