Obrolan Jelang Tidur

Berkumpul dengan di tengah  keluarga (anak dan istri) merupakan kegembiraan tersendiri bagi semua orang. Terlebih setelah gajian dan dapet bonus, haiiyah … hehehe  . .

Seperti biasanya sebelum tidur (malam) Nanda bermain dengan boneka-boneka kesayangannya di tempat tidur. Sambil ngobrol dengan bonekanya, Nanda menutupi badan dan bonekanya dengan selimut kesayangannya. Dari dekat ku lihat ada cahaya di dalam selimut itu. Ternyata Nanda menerangi kegelapan di dalam selimutnya tadi dengan senter kecil. Ku buka selimut tadi… dan Nanda terkejut sambil ketawa, “Ada apa sih yah”.

Sedikit memberi wejangan kepada Nanda ; ‘Nda,  gag boleh main senter lagi yach, ntar baterainya habis dan bla …bla..bla…

Ku alihkan pembicaraan dari sekedar wejangan; ‘Nda, coba lihat lubang telinga ayah dengan senter”

Eehh . . . gag taunya Nanda malah me-nyenteri  leherku, lho kok leher ayah yang di senter?”

Akhirnya, Nanda mengarahkan senter tadi ke lubang telingaku. Terkejut dan sambil ketawa kecil,” Ayah, telinga ayah ada keongnya”.

Lho kok ada keongnya, berarti telinga dedek (panggilan Nanda) ada keongnya juga yach hiiiiiii……

Nanda malah ketawa cekikikan, iya ayah, bentuknya kek keong, itu apa ayah?

Mungkin yang dimaksud Nanda “keong” itu adalah bentuk gendang telinga kita yang memang mirip dengan keong. Tidak berhenti di sini, Nanda bertanya lagi.

Nanda :  kalo gendang telinga kita pecah gimana yah?”

Aku : Kalo gendang telinga kita pecah, orang itu gag bisa ndengerin atau bisa tuli”

Nanda : brarti kalo kata ayah, dedek  gag bisa nderingin omongan ayah brarti dedek tuli yach, padahal  dedek hanya pura-pura aja lho. Emang tuli itu apa sih ‘yah?

Aku : hahaha . . . (dalam hati, moodiiar koe le, … makanya njelasin ke anak itu yang benar dan dengan bahasa mereka gituu…)

Obrolan jelang tidur mau aku sudahi tapi Nanda masih bercerita tentang temannya yang katanya di telinga temannya ada jelinya.

Nanda : Ayah, teman dedek di telinganya ada jelinya, katanya lubangnya habis di kasih agar-agar. Kalo malem sering sakit, ndengerinnya hanya sebelah saja, kadang jelinya bisa keluar sendiri”

Aku : hiiaaa….. ki pow maneh to nduk, hmm … itu cairan minyak buat mencegah binatang yang masuk dalam telinga. Semut aja gag berani masuk, paling di gigit telinga dedek. Makanya kalo mau membersihkan telinga biar sama bunda aja yach, jangan pakae cotton bud sendiri. Woukeeh🙂

Sudah ya, sekarang tidur – berdoa, besok pagi ke rumah mbah🙂

Ngobrol sama Nanda :

Gadisku, Begadang Bersama Tuhan, Diadanaku

7 Tanggapan to “Obrolan Jelang Tidur”

  1. Gyaaaaa “telinga ayah ada keongnya” lucunyaaaaaaa!😳
    Pintar!😀

  2. Wahaha, nanti aku juga bakal begitu ga yah

  3. Hehe keong, untuk gak dikira gendang beneran :p

  4. – Asop : hehehe . . . untung keongnya gag beracun ya🙂

    – Raffaell : boleh di coba dulu, kalo gag cocok boleh di tukar, lho kok jadi kek jualan😀

    – iam : hah gendang beneran? bisa2 aku gag bisa tidur krn nanda suka mainin gendang dalam telingaku😀

  5. hahaha.. jijik aq membaca kalimat yg terakhir.. jeli bs keluar sendiri..😀

  6. saya perhatikan beberapa anak kecil ada cairan yg keluar dr telinganya.
    sebagai orang tua harus perhatian.🙂

  7. – Catatan si boy : hahaha . . . aku juga mas, tapi nanda dengan lugunya mengatakan itu🙂

    – ●●●ЄЯШЇЙ●●● : Siap. Perintah kami laksanakan dan mengamankan TKP🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: