Jalan-jalan Di Lereng Gunung Lawu

Malam 1 Suro di Gunung Lawu 10 tahun silam.

Pagi setelah subuh, ransel, kamera SLR, jajan kemrik’an dan jaket gunung sudah pada di kemas, tak ketinggalan kopi tubruk dan mbako linting. Sembari atur rencana, kami sarapan dulu di warung Pak Dul dekat kos-kosan kampus. Lebih dari 11 orang dari berbagai angkatan yang turut dalam rombongan. Sengaja menuju ke stasiun lebih awal dengan harapan tidak ketinggalan kereta, tapi perkiraan mblezet, kereta telat 1 jam, ntah karena apa? Harap maklum, economy class kok minta tepat waktu.

Berangkat dari stasiun Wonokromo Surabaya dengan kereta Legowo jurusan Jember-Surabaya-Purwokerto tujuan Madiun, kami serombongan memilih duduk di pinggir tangga kereta, dasar Bonek ya tetap Bonek. Kami sengaja mengalah dengan penumpang lain yang mempunyai tiket, hah…mengalah?

Sesampai stasiun Sidoarjo, terlihat kondektur KA memeriksa karcis penumpang hiaaaa…… dont worry be happy….uang arisan sudah disiapkan. Ketika kondektur KA mulai mendekat langsung di tempel seorang teman sambil berucap, “Pak Di, pripun kabare” (baca: bagaimana kabarnya). Asyik juga khan banyak kenalan, di jalanpun saling menyapa hehehe…..

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam, sampailah di stasiun Madiun dan langsung lanjut ke rumah seorang teman sembari istirahat. Hohoho….., ternyata teman yang menempel Pak Di tadi Bapaknya bekerja di Instasi terkait (PJKA, sekarang PT.KAI) koyo tumbu ketemu tutup (red; klop).

Terasa cukup 3 jam beristirahat perjalanan kami lanjutkan ke terminal dengan berjalan kaki. Memang jarak Stasiun – rumah – terminal relatif dekat. Minibus yang kami tumpangi lumrahnya di isi 16 orang ketika itu dimuati kurang lebih 20 orang + sopir, hmmm…. manstab, ini baru namanya mobil press body, tarik maaang….. Bismillah, Perjalanan dari terminal madiun ke sarangan via maospati cukup aman dan terkendali.

Setiba di Sarangan ternyata sepi pungunjung, kami sempat clinguk’an,”Lho, katanya malem 1 suro di Telaga Sarangan ramai pengunjung, waah sepertinya salah alamat”. ntah apa yang di cari di malem 1 suro itu.

Setelah mencari info, ternyata pada ngumpul di lereng Gunung Lawu, Let’s go together. Perjalanan mendaki di rute telaga Sarangan – Cemoro Sewu , Tawangmangu ternyata asyik juga. Sesekali berhenti di tengah jalan hanya sekedar merebahkan diri, bercanda dan nglinting mbako.

Setelah 4-5 jam perjalanan sampailah kami di Cemoro Sewu, ramai seperti pasar malam tapi tidak terlihat seorang bocah. Gerimis di malam itu membuat jiwa semakin greng. Mengikuti langkah para pendaki menyusuri lereng Gunung Lawu. Kira-kira masih 1 jam perjalanan dari pintu Air Terjun Grojogan Sewu, langkah kami terhenti. Karena hujan semakin deras, para pendaki dihimbau untuk turun. Okelah kalo begitu.

Dingin-dingin empuk di malam itu, 1 tenda untuk 11 orang. Akhirnya satu per satu nglimpe (red; pergi secara diam-diam) mencari tempat yang lebih nyaman. Ternyata Rumah warga yang sengaja dijadikan peristirahatan sudah penuh sesak, sejengkalpun tak tersisa. Suasana dingin menyelinap di sela-sela baju yang basah. Bbbrrrrrrr……

Sebelum fajar, kami merapikan tenda dan melihat suasana sekitar. Jaket yang basah terasa tidak mau mengering. Sekedar membasuh diri di sendang (lupa namanya) konon bisa awet muda.

Sekitar pukul 10 pagi, kami harus pulang. Ada 2 pilihan, naik angkutan umum atau jalan kaki seperti semula. Akhirnya diputuskan berjalan kaki. Kali ini tidak dalam pendakian tetapi penurunan🙂

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di Telaga Sarangan walau niat semula jalan kaki tidak sepenuhnya terkabul karena ditengah perjalanan, kami nggandhol

(numpang tak bayar) truk sayur🙂

7 Tanggapan to “Jalan-jalan Di Lereng Gunung Lawu”

  1. saya belum pernah ke gunung lawu, gak kebayang kalau capek apalagi kalau pas hujan deras

    hehehe… yach begitu jalan-jalan di gunung mas🙂

  2. wuih pasti seru tuh jalan2nya heheh

    he’em, sekarang deket gunung (bogor) malah jarang🙂

  3. malam 1 syuro k gunung lawu? Menemui pendekar Lasmini ta? Hehe. dulu aku suka rekreasi ke grojogan sewu n telaga sarangan sob. Pemandangane indah tp duingiiiin.
    Btw, capek anak tangganya banyak banged….:)

    hehehe…. iya, pinginnya ketemu mbah Lasmini tapi gag kesampaian karena hujan.
    akhirnya diputuskan cuma mandi di grojogan sewu (kolamnya Lasmini) aja bbbrrrrrrr……

  4. Wah saya blum pernah euy ngedaki gunung, paling2 baru nyampe kaki gunung aja -__-

    kalo mau ke gunung bromo aja yang paling gampang nyampe puncaknya🙂

  5. duuuuhhhhh setelah baca ni artikel jd pingin, cz udah lama nich sobat ga naik gunung…………………]

    salam persahabatan selalu dr Menone

    .ayo mumpung gratis, lha kok? hehehe…..

  6. Sayangnya Gunung Lawu jauh dari Semarang. Salam sayang dan rindu selalu. Dina.

    🙂 ya pilih yang dekat sama semarang aja, misal candi baru🙂
    salam sayang dan rindu jua. namakuananda

  7. Gunung Lawu itu masuk wilayah Jawa Tengah sebelah mana kak?

    aahh… adik bisa aja. solo-karang anyar – tawangmangu. Gunung lawu, perbatasan jatim-jateng🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: