Kamera Saku, Siapa Takut?

Lho…lho..lho… foto busnya kok tidak ada rodanya. Waduh kacau, kan tidak lucu foto bus tidak ada rodanya. Ya, Era digital, Cukup mudah menggunakan kamera saku digital/ Compact Camera, tinggal jepret, jadi. Tapi njepretnya ya harus dengan perhitungan dan tidak asal jepret, jadi sih jadi, asal kameranya gag error hehehe….

Berawal dari permintaan customer untuk mengetahui progres report pengerjaan bus yang sudah berjalan 2 bulan yang semestinya dalam kurun waktu itu rekondisi bus sudah selesai. Untuk menginformasikannya cukup dengan mendokumentasikan bus yang siap delivery di area PDA. Karena kamera yang biasa aku gunakan agak rewel maka aku pinjam teman sekantor. Pocket pun tidak jadi masalah yang penting ada gambarnya dan jelas.

Sebelum mengambil obyek, menu kamera aku atur sesuai kebutuhan. Cukup dengan Low-res 640 pixel karena foto akan di imel, sebisa mungkin kapasitas file yang dikirim tidak terlalu besar. Berpatokan pada  cahaya sekeliling, mulai mengatur ISO. Meski memakai pocket/digital yang sudah dilengkapi auto/pengaturan cahaya, aku jarang memakainya kecuali kepepet hehehe….Suatu kebiasaan, setelah mengambil obyek pasti aku preview foto ‘tuk  sekedar mengetahui hasilnya. [Tips] Jangan memaksakan diri untuk preview, sekedar resize/rotate dan mengolah foto di dalam kamera, sayang baterai, nanti cepat habis hehehe… Begitu klik tombol preview..   Lah kok? Hiiaaaa… busnya tidak ada rodanya. Hmmm….aku lupa bahwa yang aku pakai adalah kamera saku digital. Trus, Apa hubungannya dengan bus yang tidak rodanya?

Compact camera, pastinya sudah pada punya. HP pun sekarang sudah mendekati  kecanggihan teknologi compact camera. Falisitas pada kamera itupun beragam, mulai dari asal jepret sampai bisa memilih fitur yang dibutuhkan. Sejalan dengan perkembangan jaman, kamera ini biasanya sudah dikemas dengan fitur-fitur standart, salah satunya adalah fasilitas zooming. Zoom-out; zoom-in pada obyek  di kamera ini sedikit banyak akan mempengaruhi hasilnya. Faktor yang mempengaruhi hasil ini terletak pada  lensa lebar/wide-angle lens  yang digunakan pada kamera saku tersebut.

[ Perbandingan antara foto 1 dan 2 sengaja di sotosop/resize dulu biar tidak makan brenwit tapi tidak mengubah tone/warna yang ada ]. Seperti nampak pada foto 1. Foto bus tidak terlihat rodanya disebabkan karena saat pengambilan jarak obyek dengan kamera/subyek relatif dekat. Dengan keistimewaan yang dimiliki lensa lebar pada kamera saku, obyek/bus lebar 2500 mm, tinggi 3100 mm  dapat tertangkap selebar mungkin, akan tetapi hasil yang diperoleh mengalami distorsi/memanjang atau melebar pada bagian sisi tertentu.  Metadata foto : CASIO EX-Z90 F-Stop : f/3.1 ; Focal length : 6.3 mm ; ISO : 100. Untuk keterangan metadata foto lainnya dapat di lihat di sotosop/software pendukung🙂

Sedikit berbeda dengan hasil foto 2, F-Stop : f/4.5 ; Focal length : 12.5 mm ; ISO : 100  roda pada bus agak terlihat dikarenakan pengambilan obyek sedikit menjauh/mundur dan mengoptimalkan fitur zooming meski masih mengalami distorsi dibagian tertentu. Sekedar catatan bahwa Kedua foto di ambil pada posisi straight angle/ lurus. Semakin mendekati  titik normal pada kamera film 35mm  (CASIO EX-Z90) dan DSLR ukuran lensa normal adalah antara 40mm sampai 55 mm benda/obyek akan terlihat alami. Di sini dapat dikoreksi jika dilihat dari jarak dan sudut pengambilan,  kedua foto memiliki tone yang berbeda, luas obyek yang berbeda dan ……Tidak jarang jika seorang fotografer  sebelum mengambil obyek dia menempelkan jari telunjuk kanan ke ibu jari sebelah kiri dan sebaliknya, hal ini dilakukan untuk mengintip obyek, apakah obyek sudah in frame atau out frame.  Menggunakan metode L-L memang cukup jitu.  Terlepas dari out frame dan in frame walhasil obyek akan terkesan normal.

Selanjutnya terserah anda, pakai zoom out oke, pakai zoom in juga boleh. Memang kamera ini di desain semudah mungkin dalam pemakaiannya. Terlebih jika foto ramai-ramai, Maju kena-mundur kena, Ciiiiss🙂

Mudah-mudah, sekelumit tentang jeprat-jepret ini berguna di kemudian hari. salam jepret🙂

12 Tanggapan to “Kamera Saku, Siapa Takut?”

  1. pakai CASIO juga mas???
    sama om…
    tp sy CASIO EX-Z75😀 jadul

    lah… aku malah pinjem🙂

  2. Pake kamera saku juga gambarnya ga kalh kok sama kamera yang udh high tech. Tapi tetep ngences sama kamera yang SLR itu. hihihi

    hehehe… he’em, ngences🙂

  3. Perlu ditiru nih.. setiap kejadian penuh makna.

    boleh… ciiiss🙂

  4. asyiikk,, pada hobi jeprat-jepret…😀

    he’em. jepret yuuk🙂

  5. request jepret” ahh..hehee

    asyiikk, keknya obyeknya pada “benjol” semua nih kena jepret🙂

  6. wah saya enggak bakat motret, biasanya sih dipotret.. hheheee

    hehehe…sip. kalo begitu wani piro? haiyaah kok malah jadi broker photo🙂

  7. alat bias hasil sempurna….
    tidak semua orang bisa kaya gitu lho….

    iya mas🙂

  8. Hoby yang satu ini memang mengasikkan

    ya, asyiknya rame2 🙂

  9. Saya sih hobi juga jeprat jepret, tapi sayang masih pake henpun….!!!

    hp memang lebih simple n pasti ada di saku🙂

  10. mas, kok komentarnya ga ada reply nya ya? dibikin ada reply dong mas..

    :” Gubrak: kirain milik ndiri… lha katanya agamanya NIKON ?😀

    hehehe… theme yg simple,
    cerita di atas kan lagi di kantor, jadi, semua Agama itu baik🙂

  11. Keren kameranya. Coba untuk ngambil gambar yang lain donk!

    kamera pinjeman mas🙂

  12. Betuuuul!😀
    Mau SLR mau kamera saku, semua tergantung si pemakai!😀
    Dengan kamera saku biasa pun bisa lho dapet foto makro yang mantab.🙂

    yuk, hunting bareng nang suroboyo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: