BW vs Full Color

Sekarang gambarnya berwarna ya mas, tidak seperti dulu; gambar mobilya hitam putih🙂

Lembur ditemani kopi, OB kantor sudah mulai beres-beres, merapikan sejumlah meja dan mulai melantai. Berarti aku dan OB ceritanya sama-sama lembur.

Sebut saja Mang Asep, OB yang menemaniku di malam itu. Setelah pekerjaannya beres, sejenak dia duduk di sampingku, menghela nafas sambil melihat setumpukan kertas yang morat-marit, tidak rapi. Seorang OB pun terlihat profesional ketika melihat barang yang berserakan tak indah di pandang mata. Merapikan tumpukan kertas  satu per satu walau tak tahu apakah sejumlah kertas itu satu kesatuan/bagian dengan kertas yang tidak terpakai. Sambil merapikan kertas yang ada di meja, Mang Asep sedikit bercerita flash back; “Mas, sekarang enak ya, tinggal nge-print, tintanya dapat di isi ulang, gambarnya ada warnanya, kalo dulu gambar mobilnya masih hitam putih. Beli apanya tuh (maksud Mang Asep ; pena plotter) jauh sekali. Sekarang juga enak ada flesdis buat nyimpan lagu dan foto, kalo dulu boro-boro flesdis, mau foto saja harus cuci cetak dulu baru kelihatan gambarnya. Mas, kalo printer yang ini harganya berapa,”Tanya Mang Asep dengan lugunya? Sekilas cerita keinginan Mang Asep.

Hehehe… Mang Asep…mang Asep, ada-ada saja ceritanya, namanya juga perkembangan jaman yang selalau berinovasi  Mang, haiyah…Jika dibandingkan untuk ukuran masa kerja, Mang Asep lebih senior dan tahu banyak tentang seluk beluk kantor. Apalagi Mang asep orangnya grapyak/supel dengan orang lain terlebih jika dengan anak PKL, cepat akrab hehehe….sekilas tentang Mang Asep.

B/W versus Full Colour. Black and white, Sebagian orang masih memegang “kepercayaan” bahwa gambar/foto hitam-putih itu terlihat jadul, padahal hmmmm…. tone-nya keren dan lebih nendang.  Malah Ada yang bilang; Tone kosong nyaring bunyinya..jadi tone itu adalah nada atau bunyi hehehe… Hitam – putih adalah warna keseimbangan. Dari gelap menuju ke terang, grey level dari 0 – 255. Warna hitam yang identik dengan gelap takkan terlihat tanpa warna putih, cahaya alam. Tuk sekedar  menyamakan persepsi, aku menukil sebuah tulisan ;

Warna (color) : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek. Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar adalah red (R), green(G) dan blue (B). (Pengolahan Citra : Konsep Dasar – Univ. Gunadarma 2006)

Beda tipis, Mang Asep lebih suka melihat gambar yang full color karena terlihat cerah, atau…jangan-jangan karena Mang Asep tidak mau seperti 15 tahun ang lalu, beli pena *plotter harus naik angkot dulu, nah sekarang tinggal jalan kaki saja kalau mau mengisi tinta/refill printer hehehe…. Untuk pencitraan warna, hanya masalah selera saja dalam diri, tapi pilihan Mang Asep tetap pada full color (RGB-Red Green Blue), lebih kaya warna. Supaya mau menemaniku sampai selesai lembur, Mang Asep aku kasih gambar BW yang hanya menyisakan full color dibagian orangnya saja🙂

——————- Seni adalah rasa dan karsa ————–

* Plotter :  mesin otomatis untuk menggambar ulang garis yang menghubungkan titik dalam grafik, mesin cetak ini  biasanya dipadu dengan CAD (Computer Aided Design). CAD  adalah suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau komponen tertentu, bisa 2D atau 3D. Aplikasi yang populer adalah Autocad. Untuk pencetakkan image yang full color seperti Sketsa Rumah Si Mbah, Tertipu Gambar Sendiri cukup menggunakan printer inkjet biasa atau Hi-res. Aplikasi yang digunakannya pun beragam  (Solid Work , Catia, sotosop, Corel Draw dan 3D Max)

10 Tanggapan to “BW vs Full Color”

  1. OB nya baik hati yaa, mau menemani lembur..hehe
    dikasih upah nggk ni

    ya pasti itung lembur toh mas 🙂

  2. alivfaizalmuhammad Says:

    OB harus diperlakukan dengan baik, tapi kadang ada OB yang tersinggung kalau dikasih uang tip..
    http://alivfaizalmuhammad.wordpress.com

    hehehe… OB yang baik hati

  3. Hidup ini indah karena penuh warna, kalau hanya satu warna saja pasti membosankan ya…

    hehehe… iya, monokromatik monoton

  4. mang Asep pintar juga ya, janga2 punya facebook juga tuh
    (OB tempatku punya soalnya)

    benar mbak, baru bikin🙂

  5. Klo saya mah suka foto jadul cinamatic…

    Dimana fotonya keliahatan sperti berkarat…

    lho kok berkarat? seperti gambar 3D gitu ya🙂

  6. Wow, CAD. tahunya AutoCAD.😀

    pasti lebih jago ya🙂

  7. sabar amat to mas….

    he3x..
    otocad to maksudnya? :-s

    namanya jg desainer+ (Plus),, keren

    walah..walah kok malah dadi otocad toh, ya udah aku ngikut aja🙂

  8. saya sih kadang lebih suka BW, lebih jelas karena hitam putih saja bedanya

    sip. level grey-nya lebih nendang🙂

  9. wah mantap postnya , salam kenal OM, nitip http://chufi94.wordpress.com/2011/05/21/kenalan-yuk-sekalian-share-no-pin-twitter-atau-fb/

    silahkan, parkiran diamanin sendiri ya🙂

  10. wahh keren itu image’a..
    B/W warna favorite tuhh..asikk
    Lagi request ahh..hehee..kacau nih..
    Mang asep..kaya orng sunda nih??

    he’em… TKP ada di Bogor🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: