Wong Kampung Numpak Kapal Mabur

Judul di atas dapat diartikan, Orang kampung naik pesawat terbang.

Dulu sewaktu kecil ketika melihat pesawat terbang melintas di atas perkampungan rasa hati ini senang banget, gag tahu mengapa, apalagi melihat pesawat jet yang tinggi di atas awan mengepulkan asapnya membentuk gumpalan awan yang membekas. Tangan melambai-lambai, dada-dada, pokoknya senang banget ,padahal sang pilot tak melihat kita yang berada di bawah.

Beberapa tahun silam, “Gama takut naik pesawat ya?”. Kalimat inilah yang selalu mengiang dan kadang lucu terdengarnya ketika mau naik pesawat. Saat itu Si Bos menawarkan perjalanan udara dari Jakarta – Surabaya untuk sekedar daftar tender pengadaan Mobil Pemadam kebakaran keesokan harinya.  Bukannya aku menolak jalan udara dan memilih jalan darat,  akan tetapi jalan udara pasti lebih ribet, membutuhkan administasi yang lengkap, missal KTP. Nah inilah mengapa aku pilih jalan darat , naik Bus malam dari Bogor ke Surabaya ketimbang jalan udara, judulnya ketika itu : aku tanpa identitas, tahu diri sebelum  kepental di bandara. Toh kalau naik bus sampainya juga pagi hari, masih ada waktu untuk rehat sebentar. Akhirnya Si Bos memahami diriku yang asli  Bonek Suroboyo walau alasan tanpa identitas tak ku ceritakan.  Jo lali yo KTP ki perlu gae mabur  (jangan lupa ya, KTP itu perlu buat terbang ) hehehe…

Medan sasaran berikutnya. Sebelum terbang sudah diingatkan banyak orang tak terkecuali Bunda, yang harus inilah, yang harus itulah, mung numpak kapal mabur wae kok akeh aturane (alih bahasa: mau naik pesawat saja kok banyak peraturannya) hehehe…. Singkat kata; persiapan untuk Baggage, cukup nenteng ransel saja , kek Backpacker gitu. Jalan selepas subuh mburu pesawat pertama. Sesampai di Bandara Soeta; cek in – barang bawaan – Airport tax  – Ngopi – santai di boarding-lounge asyiik…

Setelah 1 jam menunggu akhir, mbak announcer mengumumkan keberangkatan dan gag pake lama langsung menuju garbarata/belalai gajah. Ternyata benar, Cabin Crew-nya cakep-cakep dan tidak sombong hehehe … dasar wong kampung. Sabar dan telaten membantu para penumpang mengenakan safety belt , mengatur penempatan nomor  kursi, pokok’e sepirse siplah. Gemuruh mesin pesawat mulai mendesing, putar arah cari posisi di Holding Bay, sesaat kemudian pesawat sepertinya sudah berada di area runway  … suara semakin mendesiing dan juooss….

Selat Sunda terlintas, pesawat sepertinya menambah ketinggiannya, telinga mulai terserang air plane ear,  lama-lama telinga ini mau pecah, emmaak… Ya Allah, benar kata Bunda, ketika naik pesawat sedia permen karet, kunyah dan rasakan bedanya, lah apa hubungannya? Yang bikin keki lagi adalah si bule Korea menyapa dan menawari sesuatu dengan gaya bahasanya. Mbuh, aku ra ngerti, hanya bisa senyum sambil menahan rasa sakit ditelinga. Melirik penumpang (bule beneran) sebelah kok enak amat ya, ternyata dia memakai Ipod ditelinganya hehehe… :keki2x:

Akhirnya pengalaman hiking ke gunung membuat aku baru ngeh/ngerti untuk membunuh rasa sakit di telinga. [Tips] Bagaimana caranya supaya bisa menguap, biasanya dengan menguap telinga kita yang tersubat akan terasa plong, dan ternyata benar, Mak plong ketika aku bisa menguap.

Kota Medan sudah Nampak, pesawat masih berputar-putar / holding area seperti Sai, lah sampai kapan ini. Setelah kurang lebih 10 menit muter-muter  di angkasa kota Medan akhirnya salah satu pramugari memberi isyarat bahwa pesawat akan landing. Dalam hitungan detik, mak jleg…roda pesawat menyentuh tanah, Alhamdullilah, sampai juga di Bandara Polonia Medan. Wong kampung akhirnya sedikit-sedikit menguasai juga bahasa penerbangan meski agak keder juga  :)

Bagaimana dengan pangalaman anda mabur naik pesawat? Pastinya mengasyikan🙂

12 Tanggapan to “Wong Kampung Numpak Kapal Mabur”

  1. hahahaha pasti deg2an yaaa klo pengalaman terbang yang pertama kali ….
    pertama ngerasain naik pesawat ya ke Medan, 2003 silam, xixixi … mana sendirian, tapi pede aja, sok tau gitu deh biar g ketara klo itu penerbangan perdana hahaha ….

    ternyata gag aku saja yang demam panggung naik pesawat. hehehe… ada temannya, asyik bisa teriak bareng dalam pesawat😀

  2. sok tau itu perlu pas naik motor mabur pertama kali.. hehee

    ben di kiro sering mabur🙂

  3. Kayaknya seru yah naik pesawat itu? Belum ada rizki nih tuk naik pesawat

    ya, nanti juga bisa terbang kok, tapi jangan lupa bawa KTP ya🙂

  4. saya belum pernah naik kapal mabur,,,,😀
    yg pertama karena belum ada tujuan mau kemananya dan yg lain, kayanya sih ada rasa deg2an juga kalua mau naik pesawat…🙂

    hehehe…. awalnya sih memang deg-degan, setelah itu rasakan bedanya, haiyah…🙂

  5. Saleum,
    pengalaman saya naik kapal mabrur sewaktu Tsunami diaceh kemaren, saya ikut rombongon TNI dari Banda Aceh ke Aceh Selatan, kebayanghkan naik Hercules…🙂 suaranya mantapsss… dan getarannya pun maknyozzz… mual2 jadinya, hehehe
    saleum

    wuiih manstab naik hercules, salam buat teman2 di Aceh
    salam🙂

  6. kalau katepe sih, sekarang lum punya mas. Hehe

    hehehe… Kartu Pelajar juga boleh kok🙂

  7. Pertama kali naik motor mabur, kepala saya pusing, telinga seperti agak budeg, tapi lama-lama enak. Ketagihan malah. hehehe

    iya iya budheg, akibat perbedaan ketinggian dan belum familiar🙂

  8. hehehe, wong Suroboyo to iki,. Aku dewe durung tau numpak montor mabur,. KTPku yo embuh nakndi saiki,.
    Translate: hehehe, orang Surabaya ya ini,. Saya sendiri belum pernah naik pesawat,. KTP saya juga entah dimana,.

    Salam damai teko arek Dorjo,. :peace

    he’em, arek Gubeng tinggal di City Rain
    Yo opo kabare bajul ijo?

    salam ^-^v

  9. kallo orang sumedang bilangnya kapal surutu,yg mengepul itu..hee..
    Wahh belum rasaain terbang..kapan yah..hee..pasti josss

    kapal surutu.. aku baru tau nih🙂

  10. salam kenal ya dari Lintasberita wah kalimat pertama sesuai tuh dengan saya,kalau denger suara pesawat langsung lari keluar rumah ngelitin itu pesawatnya,pertama kali naek pesawat juga pas take off wah ga karuan jantungku rasanya pikirannya jelek mulu dulu >.<…oia kalau boleh tukeran link yuk dengan Tukar Link Otomatis diblogku yah..Ditunggu yah link backnya.

    OK. Parkiran sudah diamankan.
    salam kenal juga🙂

  11. Saya belum pernah Kang.

    wong naik sepur aja juga belom koh…

    lho? naik sepur blom pernah?🙂

  12. aku rung pernah Cak…
    tp misal aku dikon numpak motor mabur mesti bakalan rodo salti dewe

    *podo wong kampunge, ning ora kampungan sing penting.😀

    hahaha… yoo…yoo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: