Membelah Malam

Langkahnya seolah membelah malam. Berjalan santai menjejakkan kaki tak kenal ragu. Dinding kaca lorong pub  memantulkan sosok nan seksi  – energik.  Sederhana tapi elegan.  Berbalut One piece dress warna tanah  dengan garis merah kombinasi hitam melengkung tepat di garis tangan terlihat semakin  catchy. Lorong temaran malam tak kuasa memandang garis feminisme yang tersirat.

Terbius – tersontak  dan beranjak  dari tempat duduk di teras pub itu Ku ikuti langkah mengayun. Mengenakan anting berbentuk daun berbahan enamel  memang terlihat sosok wanita yang stylish dan fashionable. Mungkin sengaja menghindari High heel, sosok semampai  itu menipu denyut  jantungku.

Satu-dua-tiga-empat-lima dan…. Lebih dari  10 mata laki-laki di ballroom seakan tergoda rona raut wajah yang dihadirkannya di malam itu. Mungkin tak ada yang menyangkal,  semua lelaki mengaguminya. Cara duduk, menuangkan kaleng soft drink dan … matanya seolah dapat mengendalikan suasana malam bertabur asap rokok, canda riang  dan hentakkan musik techno.

Sengaja menghapiri setelah  tiga lelaki yang mendekatinya. Ku sapa, ku tawarkan Loaf cake untuk mengakrabkan diri. Entah apa yang ada di benaknya, dia hanya tersenyuman. Senyuman tanpa pamrih. Sekedar have fun di malam itu, dentuman musik Kitaro lebih memacu andrenalinku. Duh…ada apa ini.

Ku beranikan tuk mengeluarkan sepatah kata, dia hanya tersenyum. Blackberry sudah ada digenggammnya. Sepertinya dia tak acuh terhadapku. Semakin asyik dia memainkan jari lentiknya di atas qwerty. Disodorkan Blackberry dihadapanku. Tertulis di screen ; Mas, maafkan aku jika kurang berkenan. Sebenarnya aku mengalami gangguan pendengaran, tidak mendengar suara musik, canda tawa di sekitar sini.

Hmmm…. Sedikit memahami yang ditulisnya, ku ulangi sekali lagi membacanya. Aku berusaha tersenyum padanya. Mungkin tak sepadan ponsel yang ku bawa malam itu, tapi tak apalah, komunikasi malam ini harus ku bangun ditengah dentuman musik.

Tak apalah… meski kita baru betemu, ponsel buntut ini mungkin sangat membantu obrolan kita, di bacanya tulisan itu sambil tersenyum menggenggam ponsel klasik miliku. Tak ku sangka, ternyata dia meninggalkan pesan di ponselku; Mas, terima kasih menemaniku malam ini.

Aura gadis  dihadapanku menyerap tubuhku. Tak sengaja, mataku memandangnya lebih dalam. Di ulurkan ponselnya sambil mengangguk kepadaku. Jujur, setiap kali membaca pesannya, aku harus mengulangi beberapa kali, tapi yang ini lain. Pesannya singkat ; Mas, apakah Tuhan berada di sini ?

Dan…. Malam itu ku lalui dengan hati dan pesan yang bermakna. Thanks girl.

18 Tanggapan to “Membelah Malam”

  1. Wow….. nice story… Pesan nya sungguh tersirat

  2. Hmmm… manthab pesannya…
    salam superhangat

  3. Tuhan ada di mana-mana….tapi mencari Tuhan di gemerlapnya pub..barangkali cermin jiwa yang tak menemkan kedamaian….

  4. Wow….luar biasa…
    pesan moral yang bagus untuk kita renungkan..

  5. Pesan singkat yang dalem banget.🙂
    Postingan yang hebat bos…

  6. bisa jadi pembelajaran….sippp…

  7. HHMMMM

    HHMMMM

    HHHMMM

    MANTAP

  8. benar benar membuat blue tersadar dari alam mimpi dech boz
    salam hangat selalu

  9. dalam dan menyentuh…
    nice story

  10. wowowow great ending, like it so

  11. hal yang paling besar itu ketika kita mengingat-Nya

  12. Wow! mantap mas, terakhirnya gimana gitu :p

  13. sobat yang satu nich pinter bgt ya merangkai kata2 mantapppp bozzz……

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  14. Aku suka banget endingnya. Apakah Tuhan ada disini? manteeeep…

  15. Misi, mampir dulu ah😀

  16. Manta dab………….!!
    maknyus..

    tp ini beneran g Wan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: