Nakalnya Anak-anak

Selepas subuh dipertengah bulan puasa/ramadhan, 5 bocah seusia sepuluh tahunan sudah bersiap-siap mengisi waktu libur di hari minggu dengan bersepeda, tampak berderet sepeda mini, BMX dan modif mereka. Rencana awal bersepeda hanya seputar kota Surabaya. Seperti biasa tempat yang mereka sukai adalah taman kota, Kotamadya Surabaya, Taman Bungkul sebuah taman di tengah kota yang juga tempat berkumpulnya para biker Surabaya dan penggemar sepeda onthel. Tapi hari itu mereka berencana sedikit menjelajah di pinggiran Kota Surabaya, akhirnya berlima sepakat di pililah Bandara Juanda sebagai TKP yang berjarak kurang lebih 30 km.

Perjalanan menuju Bandara melalui rute tengah kota; Gubeng –  Jl. Darmo – Wonokromo – Jl. A. Yani (Gayungan) lurus sampai Aloha (Waru). Sesampai di Aloha mereka berhenti sejenak sambil menanti dan melihat Kereta Api yang lewat. Karena rumah mereka dekat Stasiun Gubeng Surabaya, Kereta Api bukan barang asing lagi, tapi yang dinanti dari KA tersebut adalah Lokomotif yang lewat akan menarik berapa gerbong, asyiik…

Untuk mengetahui jumlah gerbong yang ditarik biasanya mereka mendengarkan sinyal yang berbunyi pada tiang sinyal (dulu masih berupa lonceng yang terhubung dengan kawat) di dekat palang kereta. Jika mendengar 6 – 11 dentingan dapat dipastikan yang lewat adalah kereta penumpang, jika lebih dari 20 kali berarti yang lewat adalah gerobag (kereta barang, tangki) biasanya membawa minyak, pupuk, bahan tambang. Nah, yang gerobag inilah yang dinanti-nanti jika iseng melihat kereta. Kereta barang/tangki biasanya beriringan atau tidak sama sekali. Permainannya adalah menebak berapa gerbong yang bukan tangki yang ditarik kereta tersebut hehehe…. dasar bocah. Mungkin Kalo sekarang yang jadi bahan tebakan  adalah; berapa orang yang ada di atas atap kerata api?🙂

Usai bercanda sebentar sembari melihat KA, 5 sekawan melanjutkan ke Bandara Juanda. Sepanjang jalan menuju Juanda udaranya masih asri banyak pohon cemara. Kurang lebih 30 menit kemudian sampailah di bandara, tidak menuju ke  tempat pemberangkatan penumpang tapi bermain di workshop/hanggar pesawat. Tempat yang lapang untuk Standing dan terbang, gaya biker cilik ini dipertunjukan cara nggocek sepeda, maklum mereka tergabung dalam Gang sepeda; Bogank (Bocah Gank), Slendro, Geartrap (perkumpulan sepeda trapedo, sekarang: fixie).

Usai free style dengan gaya cemen akhirnya mereka beristirahat dekat pagar yang terbuat dari kawat ram yang digunakan sebagai pembatas landas pacu bandara/area bandara. Senangnya dapat melihat pesawat terbang dari dekat dan tak terkecuali keinginan mereka dapat naik pesawat, hehehe.. wong kampung. Keinginan 5 sekawan tidak sebatas itu, setelah melihat bapak tua memikul rumput melintasi pematang rumput, mereka juga berkeinginan melewatinya juga. Lima sepeda ditinggal begitu saja menuju pematang karena sepanjang jalan itu bisa melihat pesawat lebih dekat lagi. Belum sampai 20 meter, dari arah berlawanan seberang kawat ram petugas bandara dengan seragam lengkap mengendarai motor menghampiri mereka. Hmmm…. 5 sekawan tertangkap basah, ada 3 pilihan untuk pertanggungjawaban mereka karena melintasi area terlarang; 1. (petugas mengepalkan tangannya) tanda bogem; 2. pentil sepeda dibuang; 3. berlari 10x bolak-balik. Ahhaayy…. bargaining power tak dapat dielakkan lagi, dan akhirnya 5 sekawan menyerah memilih 10x berlari bolak-balik.  Petugas bandara juga manusia, melihat 5 bocah berlari ngos-ngosan di bulan puasa mungkin si bapak ingat dengan anaknya dirumah. Masih 3x balik si bapak memanggil dan sedikit memberi wejangan bahwa area yang di lintasi tadi adalah area terlarang, si bapak sambil menunjuk tanda yang ada di pagar. Lega rasanya,mestinya 10x lari bolak-balik dapat  remisi di bulan puasa. Sambil mengelus kepala 5 bocah tadi si bapak mengharapkan mereka pulang.

Masih deg-degan campur cengengesan, berlima pulang kerumah dengan rute berbeda; Sedati – Pabean – Rungkut – Manyar – Kertajaya – Dhamawangsa – Gubeng. Alhamdulillah, Jam 1 siang sampai di rumah, mandi ambil sarung langsung ke Langgar (Suro, sekarang Masjid Darussalam) . Pengalaman yang takkan terlupakan🙂

26 Tanggapan to “Nakalnya Anak-anak”

  1. Jadi, barapa orang yang ada diatas kereta api sekrang ?

  2. nakal_nakal emang anak2 ini….hehe
    btw lagunya keren bang.. Asyikkk . ngeblogwalk bisa sambil joget.😀

  3. haha seru seru😀

  4. Pengalaman tahun berapa itu?. Keknya perlu diganti berapa orang yang nangkring di atas gerbong..

  5. wah kacau dah rutenya😀
    Gak gempor apa yak? :p

  6. ternyata eh ternyata nakal juga yah…😀

  7. dasar bandel-bandel..!!
    paling sebel Putri sama mereka-mereka itu.. uhh

  8. kenakalan kanak 2 tempo dulu .. hehe 🙂

  9. Wajar jika nakal masih anak-anak… ya to

  10. Dasar nakal. Kalau tersambar pesawat bisa lewat, tauk.

  11. oh pengalaman waktu kecil y mas hehe saya juga pernah koq tapi kayanya g sejauh itu cuma dr rumah sampe pasar tapi pas pulangnya terjadi accident..kaki saya terkilir masuk putaran roda😀

  12. kabare si lima sempurna itu gimana saja mas bro?

    saya kenal istilang bungkur itu dr video ne si Ikin Jancukerz..😀
    hehehehe

    bener2 ngenalin suroboyo iku…

    “berapa orang yang ada di atas atap kerata api?”
    wkwkwkwkwwk LoL

    nt apa ya termasuk rombongan naik atap itu Wan?

  13. jitak aja mas bro….

  14. Anonim Says:

    kamu ikut ke doli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: