Aku Hanyalah Supir Angkot

Jumadi. Semenjak kecil aku dipanggil Jumadi. Padahal, nama pemberian emak dan bapak sampai detik ini tak pernah berubah, Khairil Jumadi Anwar. Bapak orangnya nyeni, makanya namaku di-embel-embeli Khairil Anwar, oalaah Jumadi ….Jumadi. Hanya tamatan  SMP, tapi aku tetap bersyukur masih bisa menuntaskan sekolah menengah kala itu dengan hasil keringat sendiri. Ketika teman sebaya masih bisa bermain sepak bola, bermain game nitendo, aku malah berkeliling kampung ‘tuk menjajakan gethuk buatan emak. Keringat yang menetes di setiap jejak langkah kaki membuatku semakin tegar, bahwa hidup harus terus berusaha, ihktiar dan tak lupa doa yang tulus selalu terucap.

1998, ketika itu kondisi bangsa sedang bergejolak, ntah apa yang melanda negeriku ini, negeri gemah ripah loh jinawi seakan berubah seratus delapan puluh derajat. Sebagai orang kecil ketika itu hanya bisa membaca koran bekas pakai. Banyak masyarakat kelas bawah yang resah  seperti aku ini yang tidak mengerti  sebabnya , terkadang aku sendiri malah semakin pintar berbicara politik. Tak pelak, banyak orang yang tak puas akan keadaan yang carut marut atau sekedar ikut-ikutan saja pada meluapkan amarah, bahkan hati ini sempat juga tergoda dengan pepesan kosong para pengobral janji, menjadikan negeri ini kembali kesedia kala, negeri tata tentrem raharja. What has gone wrong, kesalahannya di mana?

Waktu berjalan seiring perubahan kedewasaan berpikir, agak aneh rasanya, reformasi yang konon katanya bisa mengubah taraf hidup masyarakat sampai saat ini masih berjalan di tempat, atau bahkan mundur selangkah.

 Sejenak duduk melepas penat, tahu goreng dan segelas teh manis menemaniku sembari membaca koran di warungnya Pak Dul. Berita Nazarudin masih di halaman depan, huhhff…mending baca berita lain atau kabar terbaru dari bulu tangkis Indonesia Open. Akhirnya, setelah membaca beberapa artikel yang ada, mataku tertuju pada kalimat ; Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR memprioritaskan penurunan tingkat kemiskinan pada tahun 2011 mejadi sebesar 11,5-12,5%. Dalam hati, apa maksud angka-angka yang tertulis itu. Sebagai masyarakat marginal hanya butuh sesuatu yang nyata, kebijakan penggede yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Itu saja sudah lebih dari cukup.

Di bagian akhir dalam berita teks dipaparkan oleh Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Armida S. Alisyahbana bahwa target angka kemiskinan yang di sasar sebesar 11,5-12,5% dan angka pengangguran sebesar 7% bisa terealisasi jika saja pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 ini bisa mencapai level 6,3%. Setiap 1% kenaikan pertumbuhan akan menyerap 400 ribu tenaga kerja.  Berita yang menggembirakan bagi pencari kerja, apalagi yang bertitel dan berijasah, tapi, buat aku tidak ada artinya, aku hanyalah supir angkot lulusan SMP.

Koran yang sudah lecek di akhir kalimat tertulis ; …. pemerintah telah menyetujui asumsi-asumsi dasar dalam RAPBN 2011 yang telah diputuskan dalam Panja. Ya, Semoga, landasan berpikir yang tuangkan  oleh wakil rakyat mengedepankan kesejahteraan rakyat dapat berwujud. Aku, Jumadi hanyalah supir angkot yang  cuma bisa berharap.

29 Tanggapan to “Aku Hanyalah Supir Angkot”

  1. Walaupun sopir angkot harus bisa mengikuti perkembangan pemerintahan..hehe

  2. Walapun sopir angkot tetep semangat ya..

  3. Syukuri saja Kang, saya jga cma lu2san SMA. Niatnya kuliah, tapi liat biaya langsung ciut, buat makan saja susah.

    Semangat kang.

  4. Hmmm…
    Ya begitulah Indonesia kang. Yang sepertinya salah mengambil sistem perekonomian. Tapi tetap saja masih dipertahankan. Dan akhirnya….

  5. haven’t any idea for describe how this is so sad.

  6. ejawantahblog Says:

    Yang penting tetap semangat, dan sukses selalu.

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  7. kita jadi penonton saja .. heheh 🙂

  8. hanya saja angka itu tidak seperti keadaan..hehee.. Indonesia bersama sejahtera..wah wah komen apa ini..hehee..lanjut..

  9. hebat masnya… tetep menyimpan asa.. semangat terus mas🙂

  10. all friends : terima kasih komentarnya, kisah (fiksi) ini adalah secuil cerita sebagian masyarakat negeri ini yang memang butuh perhatian lebih dari pemerintah akan kesejahteraan yang layak.
    kewajiban negara menciptakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan UKM (usaha kecil menengah), dan membuat kebijakan yang pro rakyat kecil. Semoga tercapai.

    salam🙂

  11. hidup penuh perjuangan..
    share ke blog saya yuk

  12. aku hanya seorang petani,,,, dan yang penting mensyukuri apa yang ada..🙂

  13. Ini Jumadilawal apa Jumadilahir ya? Hihihiii

  14. Misi bang, mampir ah😀

  15. saat pemilu kemaren rakyat kesannya kayak lugu, jd suporter buat kasih semangat jagoannya.. walaupun nantinya juga dikibulin. dan yg tersissa tampak wajah2 mereka kehausan. Nice post ^^

  16. supir angkot gaul

  17. forkitabrawijaya Says:

    Kalo saja sistem di Indonesia tidak memberikan kesempatan bagi pejabat2 tinggi negara untuk korup… maka rencana2 diatas akan sangat mudah dijalankan, tapi nyatanya sekarang ..(kita sbg generasi penerus harus melek politik juga nih) … Thanks post

  18. forkitabrawijaya Says:

    kita sebagai kaum muda bangsa ini,, mau tidak mau nantinya juga akan memegang estafet pembangunan,,, kalo tidak bersiap dari sekarang kapan lagi, takut semuanya terlambat., thanks post mas

  19. kezedot Says:

    om juga harus perhatian sama aku dan blue y……….ok om!
    salam hangat

  20. Sekarang blog juga merata sampai ke tukang angkot. Bang Jumadi itu pasti sopir yang keren banget.. hehehe

  21. iya. jgn cuma makan uang rakyat untuk makan sndiri, tak ada manfaat. wakil rakyat harus begitu kan?

  22. Maaf mas, saya mampir lagi ya. Huehehe🙂

  23. mungkin ada yg ga bener sm sistem pemerintahannya ato apa, entahlah, saya jg nggak ngerti🙂

  24. Maen2 kesini lagi dan lagi….

  25. pekerjaan apapun tetaplah mulia

  26. mas dab, sampeyan ki jane kerjone dimana to?
    gak mungkin kayake klo kerja biasa…
    hmmm..
    hayoo.. ngaku ..😀

    Kenapa pakai nama Jumadi om?😀

  27. asalammualaikum?
    tetap semangat meskipun haya seorang supir angkot,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: